Connect with us

Ekonomi Global

Hargai Minyak Anjlok Dipicu Kekhawatiran Perang Dagang Antara AS – China

Published

on


Finroll.com — Pada perdagangan Senin (5/8/2019) kemarin. Harga minyak global merosot lebih dari 3 persen waktu Amerika Serikat (AS). Hal itu dipicu kekhawatiran memanaskan perang dagang antara AS dan China yang berpotensi membatasi permintaan minyak mentah dari dua konsumen terbesar dunia tersebut.

Kekhawatiran memanaskan perang dagang muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Negeri Tirai Bambu dengan tarif lebih besar pada pekan lalu.

Harga acuan minyak, brent futures turun sekitar U$2,08 atau 3,36 persen menjadi US$59,81 per barel.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 97 sen, atau 1,74 persen dan menetap di level US$54,69 per barel.

Harga minyak terpacu sentimen positif dari penarikan persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat penyimpanan dan pengiriman untuk WTI.

Mengutip data pasar dari Genscape, pasokan di Cushing merosot hampir 2,4 juta barel dalam sepekan.

Diskon WTI ke Brent menyempit menjadi US$ 5,15 per barel. Angka ini merupakan yang terdekat sejak Juli 2018.

Pada Kamis pekan lalu, kedua tolok ukur minyak mentah anjlok lebih dari 7 persen ke level terendah dalam sekitar tujuh minggu, tepat setelah pengumuman Trump.

Kekhawatiran perang dagang kembali menghantam ekuitas global pada awal pekan ini. Di sisi lain, aset safe-haven terpacu naik, seperti yen Jepang, obligasi pemerintah, dan emas.

“Meskipun berita utama perdagangan terbaru akan memaksa penurunan akibat sentimen permintaan minyak global tahun ini dan berikutnya, tampaknya Asia akan menanggung beban yang berasal dari pelambatan pertumbuhan permintaan minyak,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/8/2019).

Presiden Trump pada pekan lalu mengaku akan mengenakan tarif 10 persen terhadap US$300 miliar impor China mulai 1 September 2019.

Belum selesai sampai di sana, dia juga membuka kemungkinan untuk kembali menaikkan bea impor jika Presiden China Xi Jinping tak bergerak lebih cepat menuju kesepakatan perdagangan.

Pengumuman ini memperluas tarif AS ke hampir semua produk impor China. Jumat (2/8) lalu, China berkomitmen untuk melawan kembali keputusan Trump, langkah akhir gencatan senjata perdagangan selama sebulan.

China kemarin juga membiarkan Yuan jatuh melampaui level 7 yuan per dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Yuan yang lebih rendah meningkatkan biaya impor minyak berdenominasi dolar AS di China, importir minyak mentah terbesar dunia.

Data Biro Sensus AS menyebut, tanda-tanda peningkatan ekspor minyak dari AS juga menekan harga pengiriman AS melonjak sebesar 260 ribu barel per hari (bph) pada Juni ke rekor bulanan 3,16 juta barel per hari.(red)

Advertisement Valbury

Ekonomi Global

Trump Akan Gelontorkan Stimulus US$1 T Redam Efek Corona

Published

on

Presiden Amerika Serikat (ASDonald Trump tengah menyusun paket stimulus darurat pandemi virus corona. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyebut paket ekonomi kemungkinan berbentuk gelontoran dana tunai.

FINROLL.COM — Total paket yang dipersiapkan kemungkinan menembus US$1 triliun. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak sebesar US$300 miliar.

Secara rinci, paket US$500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$500 sisanya akan diberikan kepada UKM. Tak ketinggalan industri penerbangan juga akan menerima suntikan dana sebesar US$50 miliar.

Kalau dihitung secara jumlah, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu. Paket tunai rencananya dikirimkan dalam bentuk cek 2 minggu ke depan.

Paket digunakan untuk membantu usaha yang bangkrut akibat penyebaran pandemi corona. Trump menyatakan paket digelontorkan karena ia tidak ingin masyarakat AS menderita karena virus corona.

“Kami tak ingin masyarakat kehilangan pekerjaan dan tak punya uang untuk hidup, dana yang digelontorkan akan sangat besar,” sebut Trump seperti dikutip dari AFP, Rabu (18/3).

Langkah menyelamatkan ekonomi Negeri Paman Sam tidak hanya dilakukan pemerintahan Trump. Kebijakan sama juga dilakukan bank sentral AS The Fed.

Untuk meredam dampak virus corona, mereka telah memangkas bungan pinjaman menjadi 0 persen. Selain itu, mereka juga meningkatkan pembelian surat utang negara dan menyuntikkan dana tunai besar-besaran kepada pasar uang.

Tak ketinggalan, The Fed meluncurkan dua fasilitas kredit untuk memastikan rumah tangga dan bisnis dapat bertahan. “Dengan memastikan kelancaran fungsi pasar, khususnya di saat genting, bank sentral memberikan kredit untuk mendukung keluarga, bisnis, dan pekerjaan lintas ekonomi,” tulis The Fed dalam surat resmi.

Ekonom Berenberg Capital Markets Mickey Levy memuji langkah The Fed tersebut. Menurutnya langkah itu penting untuk memastikan perusahaan dapat membayar tagihan dan gaji pekerja.

“Kali ini tampaknya akan berbeda, aksi agresif The Fed akan mencapai hasil cepat, bahkan di saat pandemi menekan ekonomi,” pujinya.

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Continue Reading

Ekonomi Global

Saham, Emas, CPO, SUN Hingga Rupiah Semua Ambles

Published

on

Pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia, sedang mengalami turbulensi. Hampir semua instrumen investasi di pasar keuangan mengalami koreksi dalam.

FINROLL.COM — Wabah virus corona yang sudah menjangkiti raturan ribu orang dan menenewaskan ribuan orang membuat seluruh dunia khawatir terhadap masa depan ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat investor bertanya-tanya dimana tempat investasi yang baik?

Pasar saham domestik, pekan lalu mengalami guncangan setelah Bursa Efek Indonesia melakukan dua kali penghentian perdagangan (trading halt) karena terkoreksi 5%. Dalam sepekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat terkoreksi hingga 4,46% dalam sepekan.

Pada Kamis (12/3/2020), pada pukul 15.33 WIB, BEI menghentikan perdagangan setelah IHSG drop hingga 5%. Perdagangan akhirnya ditutup karena batas waktu suspensi sudah melewati jam trading normal yang biasanya tutup pukul 16.00 WIB. Sementara durasi halting trading ditetapkan selama 30 menit.

Pada Jumat (13/3/2020), tetap pukul 09.15 WIB, BEI kembali menghentikan perdagangan karena IHSG kembali drop 5%. Pukul 09.45, perdagangan saham kembali dibukan. Beruntungnya, IHGS pada hari terakhir perdagangan pekan lalu masih bisa ditutup positif atau naik 0,24% ke level 4.907,57.

Guncangan tak hanya terjadi di pasar saham, harga komoditas emas pun ikut guncang dan bergerak bak roller coaster.

Awal pekan lalu, harga emas sempat melesat naik hingga ke level tertinggi sejak 2012, tetapi setelahnya malah menukik tajam. Harga emas sempat melesat naik 1,72% ke US$ 1.702,56/troy ons pada hari Senin (9/3/2020). Tetapi setelah mencapai level tersebut harga emas justru terus merosot hingga 8,64% di US$ 1.529,31/troy ons pada perdagangan Jumat kemarin.

Hal senada terjadi pada harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau yang biasa disebut emas Antam. Sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (9/3/2020). Emas batangan 100 gram yang kerap dijadikan acuan dibanderol Rp 80.2 juta/batang atau Rp 802.000/gram.

Tetapi setelah mencapai rekor tersebut, harga emas Antam langsung nyungsep, menurun 5 hari beruntun. Pada hari ini, Sabtu (14/3/2020) harga emas batangan 100 gram dibanderol Rp 76 juta/batang (Rp 760.000/gram), turun dibandingkan Jumat kemarin Rp 76,3 juta/batang (Rp 763.000/gram), berdasarkan data dari Butik LM-Pulo Gadung di situs resmi logammulia.com.

Itu artinya, sejak mencapai level rekor tertinggi hari Senin hingga hari ini, harga emas Antam sudah merosot Rp 42.000/gram atau 5,24%.

Hal yang sama juga terjadi di pasar obligasi pemerintah. Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun tiba-tiba sudah berada di level 7%. Padahal di awal pekan yield acuan SUN berada pada level 6,8% dan diakhir pekan sudah berada pada kisaran 7,29%.

Sementara itu, harga komoditas lainnya seperti dunia juga ikut ambles. Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga bagi Indonesian Crude Price (ICP) dalam sepekan terpangkas hingga seperempatnya, terperosok ke level psikologis US$ 30 per barel.

Pada perdagangan Senin (9/3/2020) pekan ini, harga minyak langsung meninggalkan level psikologis US$ 40 per barel, dan tersangkut ke posisi US$ 34,36 per barel. Meski sempat rebound sehari kemudian, tetapi tren pelemahan terus berlanjut hingga Jumat kemarin.

Mengutip data Revinitif, harga energi utama dunia ini turun 25,22%, dari US$45,27 per barel menjadi US$33,85. Artinya, harga emas hitam telah terpangkas US$ 11,42 per barel hanya dalam sepekan.

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tertekan sepanjang pekan lalu, mengekor koreksi harga minyak mentah dunia yang menjadi salah satu variabel pengubah harga komoditas andalan Indonesia ini.

Harga kontrak berjangka CPO di bursa derivatif Malaysia pada Jumat (13/3/2020) berada di posisi 2.284 ringgit per ton, atau terpangkas 167 ringgit per tonnya, setara dengan koreksi sebesar 6,81% per ton.

Harga penutupan minyak sawit tersebut merupakan level terendah setidaknya sejak Oktober tahun lalu. Meski sempat berupaya menguat pada Rabu, tetapi aksi jual cenderung menekan pergerakan harga CPO hingga penutupan Jumat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pekan lalu, bahkan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

Dalam 5 hari perdagangan, rupiah hanya menguat 1 kali, dan melemah tajam pada perdagangan Jumat (13/3/2020) kemarin. Mata Uang Garuda sempat terdepresiasi hingga 2,34% ke Rp 14.835/US$, level tersebut merupakan yang terlemah sejak 13 November 2018. Pelemahan rupiah berhasil terpangkas menjadi 1,59% dan mengakhiri perdagangan Jumat kemarin di level Rp 14.740/US$.

Sepanjang pekan lalu, rupiah membukukan pelemahan 3,66%, dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Pelemahan tersebut cukup jauh dibandingkan posisi runner up terburuk, yen Jepang, yang melemah 2,48%.

Sentimen yang mewarnai pasar keuangan hari ini tampaknya tak banyak berubah. Virus corona masih akan menjadi perhatian utama dunia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo kemarin konferensi pers terkait perkembangan penyebaran COVID-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020) siang.

Menurut Jokowi, sejak mengumumkan kasus pasien positif awal bulan ini, Ia telah memerintahkan menteri kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global COVID-19.

Jokowi lantas mengomentari perihal lockdown yang dilakukan sejumlah negara di dunia dalam merespons COVID-19. Negara-negara itu antara lain China, Filipina, Iran, Italia, Denmark, dan Spanyol.

“Kita melihat beberapa negara yang mengalami penyebaran dari awal dari kita ada yang melakukan lockdown dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lockdown namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran COVID-19 ini,” kata Jokowi.

“Pemerintah terus berkomunikasi dengan WHO dan menggunakan protokol kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran COVID-19 ini,” lanjut eks Wali Kota Solo.

Meski demikian, ia pun berujar lagi agar melakukan aktivitas dari rumah.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa kita hambat dan kita stop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Jokowi lagi. (CNBC/GPH)

Continue Reading

Business

Gudang Garam Rogoh Rp9 T Bangun Bandara Kediri

Published

on

By

Finroll – Jakarta, PT Gudang Garam Tbk menyatakan biaya pembangunan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur mencapai Rp9 triliun atau turun Rp1 triliun dari prediksi awal perseroan yakni Rp10 triliun.

Hal tersebut disampaikan Direktur Gudang Garam Itata Taswin Siddharta dalam penandatanganan nota kesepahaman pembangunan Bandara Dhoho antara PT Angkasa Pura I (Persero) dan perusahaan rokok tersebut. Dalam kesempatan itu juga dihadiri Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

“Dulu kami membayangkan (besaran investasi) kisaran antara Rp1-10 triliun. Dan dengan berjalannya waktu, kita setuju, sekarang saya boleh bilang mengecilkan range antara 6-9 triliun,” kata Itata di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).

Itata menilai investasi yang dilakukan merupakan langkah jangka panjang untuk pembangunan nasional, khususnya pembangunan sarana baru demi mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Pendanaan pembangunan tersebut berasal dari internal perusahaan, baik untuk biaya pembebasan lahan dan biaya pembangunan. Sejauh ini, pihaknya juga sudah melakukan sejumlah langkah seperti pembebasan lahan di area Bandara.

“Sebagai komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pengembangan wilayah Jawa Timur,” terangnya.

Selain itu, pembangunan bandara tersebut dicanangkan akan dimulai pada bulan April, dengan ditandai groundbreaking pada 15 April 2020. Proyek tersebut direncanakan rampung dalam masa dua tahun pengerjaan.

“Kami maunya 2 tahun, tapi kalau kita memang lihat medannya yang bukan medan yang mudah, jadi kita memang tetap mengharapkan 2 tahun,” ujar Itata.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan akan memberikan hak konsesi pengelolaan Bandara Kediri kepada PT Gudang Garam selama 25-30 tahun atau hingga tahun 2052.

Pemerintah sendiri telah mengizinkan kerjasama antara dua pihak untuk melakukan kerjasama pembangunan Bandara di Kediri yang dibangun di atas luas tanah 300-400 ha.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending