Connect with us

Business

Harry Tanoe vs Donald Trump, Lebih Tajir Siapa?

Published

on


Finroll.com –  Putra sulung Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump Jr datang ke Indonesia pada Selasa, 13 Agustus 2019. Kedatangan Wakil Eksekutif Trump Organization itu dalam rangka kerja sama dengan Grup MNC untuk pembangunan dua proyek di Bali dan Lido.

Trump Jr bilang, kedua proyek di Bali dan Lido merupakan bagian dari sejumlah proyek yang telah didaftarkan Trump Organization sebelum ayahnya dilantik menjadi presiden negara Paman Sam. Sementara resort di dua lokasi itu akan dikembangkan secara bertahap dalam waktu tiga tahun, dengan nilai investasi mencapai US$1,7 miliar atau sekitar Rp24 triliun.

Ketua dan CEO Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo sebelumnya mengatakan bahwa sebagai mitra bisnis Trump, dia meyakini kerja sama ini bisa membantu hubungan antarkedua negara. Dan sebagai mitra bisnis, keduanya dikenal sebagai pengusaha sukses dengan bisnisnya di mana-mana. Di antara kedua taipan itu, siapa yang lebih tajir, Hary Tanoe atau Donald Trump?

Diolah dari berbagai sumber, simak yuk ulasan singkat tentang kekayaan dua orang tajir ini.

Hary Tanoe

Berdasarkan data Forbes terbaru, Hary Tanoe mengantongi kekayaan sebesar US$1,1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Hal itu membuat namanya berada di urutan ke-20 orang terkaya negeri ini. Bahkan, pria 52 tahun itu merupakan miliarder termuda dari Indonesia dalam daftar Forbes.

Kekayaan pria yang akrab dengan panggilan HT itu didapat dari kerajaan bisnisnya yang menggurita. Grup MNC yang memiliki tiga bisnis utama: media, jasa keuangan dan properti menjadi kontributor kekayaannya.

Dia merajai bisnis media di Tanah Air. Melalui MNC media, HT punya RCTI TV, MNC TV, Global TV, iNews TV, radio, tiga media online, koran dan sejumlah majalah nasional. Dia juga memiliki banyak saluran tv lokal dan beberapa televisi berlangganan.

Sementara melalui MNC Kapital Indonesia, HT punya bank, perusahaan leasing, sekuritas, asuransi hingga manajer investasi. Di sektor properti, melalui MNC Land, proyek bersama Trump merupakan segelintir proyek yang tengah dikerjakan. HT baru-baru ini juga membeli rumah mewah milik Donal Trump di Beverly Hills, Los Angeles senilai Rp193 miliar.

Dibanding HT, sebenarnya kekayaan Donald Trump jauh di atasnya. Dalam daftar miliarder dunia Forbes, Trump tercatat memiliki kekayaan senilai US$3,1 miliar atau sekitar Rp43,8 triliun. Peringkatnya naik dari posisi 766 ke 715 sebagai orang paling tajir di bumi.

Kekayaan pengusaha 73 tahun ini didapat dari warisan perusahaan real estate milik ayahnya, Elizabeth Trump & Son. Dalam perjalanannya, dia mengubah nama persahaan itu menjadi Trump Organization, yang bergerak di bisnis real estate dan properti. Bisnisnya kemudian merambah ke bidang kuliner.

Tak cuma itu, pencipta ajang Miss Universe ini juga mendapatkan penghasilan dari sejumlah aset yang dimilikinya, seperti Trump Tower, lapangan golf dan kasino. Bahkan, lelang namanya ke sejumlah perusahaan, seperti restoran, label fesyen dan sebagainya termasuk investasi saham menambah pundi-pundi kekayaannya.

Investasi

Bagaimana Dampak Revisi UU KPK ke Iklim Investasi di Indonesia?

Published

on

By

Meski menuai pro dan kontra, DPR bersama pemerintah telah merevisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Keputusan yang sudah disahkan DPR ini dianggap sejumlah pihak sebagai upaya melemahkan KPK dalam memberangus tindak pidana korupsi.

Poin yang disebut akan melemahkan itu yakni keberadaan Dewan Pengawas KPK, aturan penyadapan, kewenangan penghentian penyidikan perkara (SP3), dan status pegawai KPK yang menjadi ASN.

Lalu, apakah revisi UU tersebut berpengaruh terhadap perekonomian khususnya investasi?
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan langkah yang diambil DPR dan pemerintah dengan merevisi UU KPK malah membawa dampak buruk dari segi investasi.

“Dampaknya justru negatif ke kepercayaan investor yang mau masuk ke Indonesia. Masalah utama daya saing di Indonesia itu kan soal pemberantasan korupsi di dalam ranking daya saing global,” kata Bhima saat dihubungi kumparan, Rabu (18/9).

Bhima merasa para investor sebelum berinvestasi tentu akan melihat kepastian hukum yang ada. Ia mengungkapkan bisa saja investor enggan masuk ke Indonesia karena khawatir biayanya yang mahal karena ada praktik korupsi.

“Investor mau masuk ke suatu negara mempertimbangkan biaya-biaya silumannya. Kalau korupsinya marak terjadi artinya investasi lebih mahal, karena harus suap oknum pejabat sana sini,” ujar Bhima.

Hal itu, kata Bhima, yang membuat Incremental Capital Output Ratio atau ICOR Indonesia berada di atas angka 6 yang berarti tidak efisien. Selain itu, Bhima mencontohkan dampak secara nyata buruknya investasi karena revisi UU KPK terlihat dari larinya dana asing sampai Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir.

“Sekarang pemberantasan korupsi malah mau dilemahkan. Reaksi investor sudah jelas tidak setuju, dan terlihat larinya dana asing Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir, salah satunya karena polemik KPK,” tutur Bhima.

Sementara itu, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menganggap dampak revisi UU KPK lebih bergantung kepada bagaimana sikap masyarakat menanggapi perubahan tersebut. Ia merasa investasi tidak akan terganggu kalau masyarakat tidak gaduh.

“Kalau kita menyikapinya dengan tenang tidak muncul kegaduhan. Mencari solusi terbaik tanpa kegaduhan, saya kira investasi tidak akan terpengaruh signifikan,” terang Piter.

Menurutnya, permasalahan revisi ini adalah internal di Indonesia. Sehingga tidak begitu berpengaruh sepanjang tidak ada permasalahan seperti demonstrasi yang membuat gaduh. Kegaduhan tersebut, kata Piter, adalah yang bisa membuat pengaruh buruk terhadap investasi.

“Tapi kalau response masyarakat sangat negatif, memunculkan berbagai demo yang cenderung tidak produktif bahkan anarkis, tidak hanya memunculkan riak di tataran politik tetapi juga ketidaknyamanan bisnis, maka investasi otomatis akan terganggu,” ungkap Piter.

Continue Reading

Business

Biayai Wahana Baru, PT Jaya Ancol Dapat Kucuran Pinjaman Rp300 Miliar

Published

on

Finroll.com — Gunakan untuk membiayai proyek wahana baru. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PPIA) mendapatkan pinjaman dari Bank DKI sebesar Rp 300 miliar. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu 24 bulan, terhitung sejak jatuh tempo pinjaman sebelumnya, yakni pada 20 September 2019.

Corporete Secretary Division Head  Pembangunan Jaya Ancol Agung Praptono mengatakan, kredit tersebut akan digunakan sebagai sumber dana capital expenditure (capex) dan operational expenditure (opex) perusahaan di sisa tahun ini.

“Capex akan digunakan untuk membiayai proyek wahana baru, diantaranya adalah Haunted Coaster di Dunia Fantasi, Ancol Bird Park, serta revitalisasi restoran, bangket, dan kolam di Putri Duyung Ancol.

“Capex juga digunakan untuk merancang Masjid Apung serta perbaikan-perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung,” katanya dilansir dari Kontan, Rabu (18/9/2019).

Dana opex sementara akan digunakan untuk membiayai kegiatan dan acara yang akan berlangsung pada kuartal IV-2019. Pelaksanaan kegiatan mingguan dan akhir tahun di unit-unit rekreasi ini dijalankan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Pasalnya, per Juni 2019, pendapatan tiket pintu gerbang PJAA menurun 8,06% secara tahunan menjadi Rp 148,19 miliar, dari sebelumnya Rp 161,19 miliar. Menurut Agung, menurunnya pemasukan tiket pintu gerbang pada semester I-2019 adalah efek tsunami pada penghujung 2018.

Oleh karena itu, PJAA mengadakan kegiatan Music Special tiap minggunya sejak  Mei 2019. “Saat ini kegiatan tersebut sudah membentuk awareness   pengunjung. Harapannya, pendapatan dari tiket pintu gerbang bisa naik dibanding tahun lalu pada kuartal III-2019,” ucap dia.(red)

Continue Reading

Business

Bank Mandiri Mencatat Lebih Dari 12 Juta Transaksi Daring Melalui Layanan Dagang-el

Published

on

Finroll.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan kinerja gemilang dari trasnsaksi belanja daring.

Laporan catatan per Agustus 2019, BMRI sudah mencatatkan lebih dari 12 juta transaksi daring melalui layanan dagang-el. Sementara itu,  sales volume  yang dicatat naik 38% secara tahunan ( year-on-year /yoy) menjadi lebih dari Rp10 triliun.

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales BMRI Thomas Wahyudi, perseroan melihat hal ini sebagai kegiatan belanja daring melalui ragam penawaran yang menarik.

“Dengan adanya kegiatan promo belanja online, masyarakat akan terdorong untuk mencoba melakukan pembelian barang di  e-commerce  hingga melakukan pembayaran secara  online ,” ujarnya seperti dikutip Bisnis, Selasa (17/9/2019).

Sementara Thomas juga menyebut sejak gencarnya promo belanja daring bulanan pada akhir 2018 lalu seperti promo 10.10, 11.11, hingga 12.12 pada transaksi dagang-el, membuat perseroan mencatatkan peningkatan hingga 45% dibanding rerata transaksi bulanan pada semester I/2018.

Pada tahun ini diharapkan ada peningkatan transaksi daring menjadi sebesar 49% dibanding 2018 atau sebesar 23 juta transaksi.

Lebih lanjut Thomas menyebut sebagian besar pembayaran transaksi daring melalui
BMRI masih dilakukan menggunakan sumber kartu kredit. Perbandingan penggunaan kartu kredit dibanding debit mandiri yaitu 70 : 30.

Terkait layanan terbaru,
BMRI bersama Himpunan Bank Negara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan Telkomsel, serta beberapa perusahaan BUMN lainnya, telah berkolaborasi untuk mendukung Finarya dalam pengembangan aplikasi LinkAja.

LinkAja merupakan uang elektronik berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan isi saldo dan menggunakannya untuk berbagai transaksi baik untuk tenan luring maupun daring.Ke depannya aplikasi ini juga akan berfungsi sebagai dompet elektronik.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending