Connect with us
[adrotate group="1"]

Automotive

Harus Mengemudi Malam? Berikut Tips Aman dari Chevrolet

Published

on


Mengemudi Malam

Indonesia dilaporkan masih menjadi salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Menurut data yang dipublikasikan oleh Korlantas Polri, terdapat rata-rata lebih dari 1.000 kecelakaan terjadi setiap hari.

Finroll.com – Menurut data yang dipublikasikan oleh Korlantas Polri, pada tahun 2018 bahkan menunjukkan trend jumlah kecelakaan yang meningkat dan telah merengut nyawa korban lebih dari 25.000 orang. Oleh karena itu pemerintah terus melakukan berbagai upaya guna mengurangi angka kecelakaan yang terjadi, termasuk di jalan bebas hambatan (tol) yang sering kali menjadi titik-titik kecelakaan fatal.

Salah satu upaya tersebut adalah baru-baru ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian telah sepakat untuk membentuk tim kelompok kerja (Pokja) untuk memperbaiki aspek keselamatan di jalan tol. Tim pokja ini memiliki peran penting untuk mengevaluasi dan memetakan data, penyebab, serta titik rawan kecelakaan di jalan tol.

Namun di sisi lain, para pengguna jalan pun harus tetap waspada dan memperhatikan setiap aspek keselamatan saat mengemudi, mengingat data menunjukkan, bahwa mobil merupakan kontributor kecelakaan lalu lintas nomor dua setelah sepeda motor. Kewaspadaan sangat dituntut terutama ketika mengemudi di malam hari.

Berkendara di malam hari seringkali tidak bisa kita hindari meskipun memiliki potensi bahaya lebih besar. Menunggu kemacetan berkurang atau harus bekerja hingga larut merupakan faktor-faktor yang biasanya memaksa kita mengemudi di malam hari. Pakar keselamatan memaparkan bahwa jarak pandang, kemacetan saat jam pulang kerja dan kondisi badan yang tidak fit merupakan faktor terbesar terjadinya risiko kecelakaan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Chevrolet telah melengkapi Trailblazer, Trax dan pickup truck Colorado LTZ dengan lampu rem belakang yang menggunakan teknologi LED (light-emitting diode), serta lampu LED DRL (Daytime Running Light) untuk memaksimalkan kebutuhan pencahayaan di mana dapat memberikan efek cahaya terang terbaik untuk berkendara pada siang ataupun malam hari.

Lampu LED rem belakang berperan sangat penting dalam risiko tabrakan dari arah belakang, apalagi data mengatakan bahwa tabrakan beruntun menempati urutan kedua dalam jenis kecelakaan lalu lintas. Dengan pencahayaan penuh dalam waktu dua persepuluh detik lebih cepat dari lampu pijar standar, potensi jenis kecelakaan ini dapat dikurangi secara signifikan.

Ketika seseorang mengemudi dengan kecepatan normal di jalan raya, kira-kira dibutuhkan lebih dari 60 meter untuk melakukan pengereman, dengan penggunaan lampu rem LED pada kendaraan, Anda dapat memberikan peringatan lebih cepat dengan jarak berhenti sepanjang 6 meter kepada pengemudi di belakang Anda. Menurut National Highway Traffic Safety Administration, jarak tersebut sudah cukup untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan berkendara secara signifikan.

Selain memiliki kendaraan yang dilengkapi lampu rem LED, Chevrolet Indonesia membagikan 9 tips lainnya untuk mengemudi secara aman saat malam hari:
1. Redupkan Lampu Indikator/Speedometer dan Lampu Dasbor Anda

Jika kendaraan Anda memiliki fitur dimmer switch, redupkan lampu dashboard dan instrument mobil karena cahaya terang dari lampu LED dasbor dan layar infotainment dapat menciptakan pencahayaan yang tidak perlu dan dapat mengganggu fokus mata Anda. Meredupkan lampu dashboard dapat menghilangkan pantulan cahaya di kaca depan dan memungkinkan mata Anda untuk menyesuaikan penglihatan ketika mengemudi dalam keadaan gelap.

Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan visibilitas, terutama apabila Anda melewati wilayah yang minim lampu penerangan seperti di daerah pedesaan. Kemudian, penerangan pada interior lainnya seperti lampu kabin (dome light) juga dapat mengalihkan perhatian pengemudi, jadi hal yang terbaik untuk dilakukan adalah mematikan lampu-lampu tersebut pada saat mengemudi.

2. Gunakan Lampu Utama (Headlights) dengan Bijak

Ketika mengemudi di daerah yang minim penerangan seperti di daerah pedesaan, pengemudi akan tergoda untuk tetap menyalakan lampu sorot jauh (high beams), tetapi jangan lupa untuk mengalihkannya ke sorot rendah (low beams) ketika ada kendaraan yang mendekat.

Selain itu, tetap gunakan lampu sorot rendah (low beams) ketika mengikuti kendaraan lain dan jangan menggunakan lampu sorot jauh (high beams) sehingga Anda tidak menyilaukan pandangan kaca spion pengemudi di depan Anda.

3. Pakailah Kacamata Anti-Reflektif

Pilihlah kacamata yang tepat sehingga Anda dapat meningkatkan visibilitas dan penglihatan yang lebih baik saat mengemudi di malam hari. Pilihan terbaik adalah menggunakan lensa kacamata sesuai rujukan dokter yang memiliki lapisan anti-reflektif. Lapisan ini dapat meredam cahaya tambahan yang tidak perlu sehingga memungkinkan lebih banyak cahaya untuk membantu penglihatan.

4. Jaga Kebersihan

Bersihkan lampu depan, lampu belakang, lampu sein, jendela dan cermin setidaknya seminggu sekali, atau lebih sering jika diperlukan. Kaca depan yang tampak bersih pada siang hari bisa saja memiliki goresan atau garis-garis yang dapat menyebabkan silau pada malam hari. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyimpan kain microfiber atau koran di dalam mobil untuk membersihkan residu dari kaca depan dan jendela jika diperlukan.

Hindari menyentuh permukaan bagian dalam kaca depan, jendela samping, atau cermin dengan tangan secara langsung, karena minyak dari kulit Anda akan mengotorinya, dan cahaya dari luar ataupun dari dalam kendaraan akan membuat silau pada daerah-daerah yang sebelumnya Anda sentuh.

5. Sesuaikan Headlight (Lampu Depan Kendaraan) & Kaca Spion

Meskipun lampu depan umumnya telah diarahkan dengan benar oleh pabrik perakitan, ada baiknya jika teknisi servis yang berkualifikasi memeriksa kembali arah lampu depan mobil Anda untuk memastikannya akan menerangi jalan dengan tepat tanpa menyilaukan pengemudi lain dari arah berlawanan. Demikian juga, agar Anda terhindar dari cahaya silau lampu mobil belakang Anda, maka arahkan kaca spion luar mobil sedikit ke bawah. Kemudian alihkan kaca spion bagian dalam Anda ke pengaturan Night atau Auto Dim, yang dapat mencegah silau.

6. Kurangi Kecepatan dan Berikan Jarak Berhenti

Mengurangi kecepatan dan memberikan jarak berhenti lebih panjang di depan sangat penting saat kita berkendara di malam hari, karena depth perception (kemampuan mata untuk mengenali sesuatu dalam bentuk tiga dimensi & penilaian terhadap jarak suatu objek), pengenalan warna, dan peripheral vision (penglihatan seseorang di sekeliling benda utama yang ia lihat atau penglihatan selain dari penglihatan fokus) akan terganggu setelah gelap.

Sedangkan di sisi lain 90% dari reaksi pengemudi bergantung pada penglihatan. Perlu diingat, sinar low beams hanya mampu menjangkau sekitar 50 hingga 75 meter dari depan kendaraan Anda dan sinar high beams sekitar 100 hingga 150 meter di depan. Ketika Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi, dibutuhkan lebih dari 60 meter untuk berhenti. Oleh sebab itu, memperhatikan jarak dengan kendaraan di depan Anda menjadi hal yang sangat krusial.

7. Waspadalah pada Kehadiran Hewan di Jalan

Pada saat kita berkendara, hewan seperti anjing dan kucing sering kita jumpai melintasi jalan raya. Oleh karena itu, sebaiknya kita perlu sangat waspada, karena sorot lampu high beams Anda bisa gagal menerangi jalan sehingga membahayakan Anda pada saat melakukan mengereman pada saat dibutuhkan.

Untuk menghindari tabrakan, Anda perlu memperhatikan cahaya dari lampu headlights (lampu depan) yang terpantul dari mata hewan tersebut. Bintik terang pantulan cahaya yang muncul tersebut memungkinkan Anda memiliki waktu untuk melakukan pengereman sehingga Anda dapat menghindari tabrakan.

8. Jangan Mengemudi Ketika Anda Dalam Kondisi Tidak Fit

Mengkonsumsi alkohol atau beberapa obat resep dokter dan obat herbal dapat merusak kemampuan mengemudi. Bahkan meneguk satu gelas alkohol saja dapat menyebabkan kelelahan. Alkohol merupakan salah satu penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas dan oleh sebab itu banyak negara yang menerapkan sanksi keras atas konsumsi alkohol sesaat sebelum dan ketika mengemudi.

Selain itu, hindari merokok saat Anda mengemudi. Merokok menyebabkan perubahan fisik pada mata Anda yang dapat mengancam fokus penglihatan. Salah satu efek nikotin dari rokok yakni membatasi kemampuan tubuh yang Anda perlukan untuk melihat di malam hari. Sebuah studi menunjukkan bahwa karbon monoksida dari asap rokok juga dapat merusak penglihatan.

9. Hindari Berkendara Ketika Anda Sedang Lelah

Para ahli mengatakan mengemudi dalam keadaan mengantuk menjadi penyebab utama lebih dari 20% pada peristiwa kecelakaan yang berakhir dengan kematian di jalan. Sebagian besar kecelakaan berhubungan dengan kelelahan yang terjadi di malam hari dan kelelahan adalah faktor yang mungkin terjadi dalam pada hampir 1/3 kecelakaan kendaraan tunggal di daerah pedesaan.

Berikut ini merupakan panduan yang dapat membantu Anda tetap terjaga:
  1. Miliki waktu tidur dengan baik sebelum mengemudi.
  2. Jangan mengemudi lebih dari 8 jam dalam sehari.
  3. Beristirahat secara teratur, misalnya setiap 2 jam sekali.
  4. Apabila Anda berkendara bersama seseorang, buat giliran untuk bergantian mengemudi.
  5. Jangan mengemudi di jam-jam di mana menjadi waktu tidur Anda.
  6. Jika mengantuk, segera parkirkan mobil di tempat aman. Lalu tidurlah minimal 15 menit.
  7. Minumlah yang cukup dan konsumsi camilan yang berenergi.
Advertisement Valbury

Automotive

Pasar Mobil RI ‘Meregang Nyawa’ Usai Pajak 0 Persen Ditolak

Published

on

FINROLL.COM – Harapan perbaikan industri mobil di Tanah Air lenyap usai usulan pajak 0 persen mobil baru yang diupayakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ditolak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menolak usulan tersebut dengan mengungkap sejumlah alasan pada Senin (19/10) untuk menanggapi usulan yang sudah disampaikan sejak pertengahan September.

Kemenperin menjelaskan usulan itu punya efek bukan hanya pada pergerakan industri otomotif, namun juga bisa membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia yang sama-sama terganggu pandemi Covid-19.

Pajak 0 persen yang diusulkan misalnya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPn), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Bea Balik Nama (BBN). Tanpa pengenaan pajak-pajak itu harga mobil baru bakal terpangkas kemudian menarik minat masyarakat untuk membeli.

Rangsangan itu dipercaya akan menggerakkan mekanika industri otomotif, mulai dari meningkatkan volume produksi mobil dan suplai komponen, dealer lebih aktif, aktivitas leasing, serta membuat 1,5 juta orang yang terlibat di dalamnya bekerja sebagaimana mestinya.

Ada pro dan kontra terkait usulan pajak 0 persen mobil baru. Selama menggantung berbagai pihak juga sudah menyatakan mengalami efek negatif misalnya dealer yang menyebut ada kecenderungan masyarakat menahan membeli mobil baru dan bahkan mobil bekas.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudhistira berpendapat keputusan menolak yang diambil Kemenkeu tepat. Pada satu sisi, kata Bima, industri mobil sudah banyak memperoleh insentif sehingga usulan itu wajar diabaikan.

Kemenperin diketahui tidak hanya sekali mengusulkan insentif yang ditujukan mengurangi dampak pandemi bagi industri. Pada April Kemenperin pernah mengusulkan tiga poin stimulus fiskal, nonfiskal, dan moneter yang jika dirinci berupa insentif atau relaksasi PPh Pasal 21, 22, 25 selama enam bulan.

Kemudian insentif atau restitusi PPN dipercepat selama enam bulan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 23 tahun 2020, hingga memberikan pengurangan bea masuk impor.

Bima juga mengatakan ada banyak sektor yang harus diperhatikan pemerintah jika berbicara mengenai stimulus ekonomi selama pandemi.

“Jadi sebetulnya industri otomotif sudah banyak mendapatkan insentif dan kalau dikhusus pada sektor otomotif, nanti sektor lain bakal minta stimulus yang lebih besar. Padahal banyak sektor yang lebih diprioritaskan seperti kesehatan,” kata Bima saat dihubungi, Selasa (20/10).

Menurut Bima sudah sepatutnya usulan ditolak karena itu menjadi momentum mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan yang menghasilkan polusi.

“Justru sekarang momentum mengurangi ketergantungan terhadap mobil berbahan bakar,” ucap dia.

“Karena ke depan banyak investasi menghendaki Indonesia mengarah ke green economy atau ekonomi yang pro terhadap lingkungan. Jadi kita menangkap peluang tersebut. Jadi kita harus mendorong menstimulus sektor yang ramah lingkungan,” sambung Bima kemudian.

Bima juga berpendapat pada masa sulit pandemi sekarang, pajak nol persen mobil baru tidak akan terlalu berpengaruh pada penjualan.

“Masyarakat saat ini cenderung menabung. Apalagi situasi lagi tidak kondusif dan berisiko buat kemana-mana,” kata Bima.

Andai Pajak 0 Persen Disetujui

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan usulan pajak 0 persen mobil baru menjadi harapan pihaknya untuk memperbaiki hasil penjualan yang merosot.

Kata Nangoi sejak wabah virus corona ada di Indonesia, Maret- September, penjualan mobil susut hingga 50 persen dibanding periode sama tahun lalu. Gaikindo juga telah merevisi target penjualan tahun ini menjadi 600 ribu unit padahal tahun lalu tembus 1,1 juta unit.

Mengutip data Gaikindo, penjualan retail atau dari dealer ke konsumen Januari- September hanya mencapai 407.396 unit. Sedangkan periode yang sama tahun lalu 762.390 unit.

“Karena dengan kapasitas produksi saat ini dan jualan di bawah 500 ribu unit ya kami susah ya. Kalau ada relaksasi bisa lebih baik,” kata Nangoi.

Nangoi juga mengatakan ketika penjualan mobil terus menyusut itu berarti kontribusi perpajakan yang disetor ke pemerintah juga mengecil. Jika relaksasi pajak disetujui, dia bilang setidaknya kontribusi pajak bisa meningkat karena penjualan diyakini bakal terus bertambah.

Pajak mobil baru terdiri dari beberapa komponen, di antaranya PPn 10 persen, PPnBM 10-125 persen dan pajak daerah yakni PKB sekitar dua persen serta BBN 10-12,5 persen tergantung daerah.

Nangoi memberi contoh singkat soal potensi kehilangan pendapatan pajak. Misalnya saat situasi sulit penjualan mobil hanya 10 unit per bulan, jika total pajak yang harus disetor Rp1.000 per unit maka uang yang masuk ke pemerintah sebesar Rp10 ribu.

Bila pajak 0 persen mobil baru disetujui, lantas volume penjualan meningkat, itu diyakini akan meningkatkan pendapatan perpajakan buat pemerintah.

“Terus sekarang misal [pajak] diturunkan jadi Rp500, tapi kami kontribusi dari 10 unit jadi 40 unit. Itu berarti kami bayar ke pemerintah Rp20 ribuan, jadi double dari normalnya,” kata Nangoi.

Efektivitas Insentif

Bima menilai cara paling efektif secara logika untuk memulihkan industri otomotif pada masa pandemi yakni melalui penanganan optimal Covid-19. Bima menekankan industri tidak pasti pulih seketika jika hanya mengandalkan stimulus.

“Yang harus diperhatikan ya penanganan Covid-19, yang ujungnya akan ada pemulihan daya beli. Kalau sudah gitu otomatis situasi akan stabil dan ekonomi naik. Jika seperti itu ya otomotif akan ikutan naik,” kata Bima.

Bima juga menyarankan kepada Kemenperin dan Gaikindo mengoptimalkan segala bentuk insentif yang sudah tersedia, ketimbang mengusulkan pajak nol persen bakal mobil baru.

“Ya efektifkan dulu insentif yang ada sekarang. Kenapa tidak itu yang dioptimalkan dahulu dari pada meminta insentif baru,” ucap Bima.

Minta Diskon Jika 0 Persen Ditolak

Nangoi mengatakan pihaknya tak punya alternatif lain kepada pemerintah selain usulan stimulus atau relaksasi pajak ini. Menurut Nangoi jika itu ditolak, upaya lain yang akan dilakukan hanya mencoba bertahan.

“Tidak ada [alternatif]. Kami kan kan hanya meminta pemerintah, boleh dong yang namanya anak ke orang tua dan pelindung supaya kami dikasih sesuatu relaksasi. Jadi yang biasanya kami menyumbang pajak dalam jumlah besar, nah hal ini tolong ya kami minta bayarnya setengah saja. Tapi kalau tidak dikasih ya sudah,” kata Nangoi.

“Ya pokoknya kami akan mencoba menyelamatkan diri sendiri dan mudah-mudahan kami bisa melewati hal ini dan industri otomotif tidak terganggu,” kata Nangoi lagi. (CNN Indonesia)

Continue Reading

Automotive

Sri Mulyani Tolak Insentif Pajak 0% Mobil Baru

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan tidak mempertimbangkan usulan insentif pajak 0% untuk mobil baru seperti yang diajukan Kementerian Perindustrian.

Published

on

FINROLL.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani menolak usulan Kementerian Perindustrian terkait insentif pajak hingga 0% untuk mobil baru. Dukungan kepada industri sektor otomotif akan diberikan dalam bentuk insentif yang sudah disediakan pemerintah kepada industri secara keseluruhan.

“Kami saat ini tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru 0% seperti yang diusulkan industri maupun Kementerian Perindustrian,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (19/10).

Sri Mulyani menjelaskan, dukungan akan diberikan pemerintah kepada sektor otomotif dalam bentuk insentif yang sudah disediakan untuk seluruh industri. Ia juga memastikan seluruh insentif yang dibeirkan pemerintah akan dievaluasi secara lengkap. “Jadi jangan sampai memberikan dampak negatif ke yang lain,” katanya.

Pemerintah telah memberikan sejumlah insentif pada perusahaan dalam bentuk perpajakan melalui UU Nomor 2 Tahun 2020 maupun UU Cipta Kerja yang akan segera berlaku. Salah satu insentif yang diberikan adalah pemangkasan tarif pajak badan dari 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021, serta menjadi 20% pada 2021.

Pengamat Pajak Institute For Development of Economics and Finance Nailul Huda menilai pembebasan PPnBM mobil baru merupakan kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir orang. “Seperti pengusaha otomotif dan orang-orang dengan berpendapatan menengah ke atas,” ujar Huda kepada Katadata.co.id, Kamis (1/10).

Saat ini, menurut dia, hanya masyarakat kalangan atas yang mampu dan mau mengeluarkan uang, sedangkan kelas menengah lebih memilih untuk menyimpan uangnya. Di sisi lain, pembebasan PPnBM akan menciutkan penerimaan negara karena porsi PPN dan PPnBM dalam penerimaan negara termasuk besar.

Maka dari itu, usulan tersebut akan semakin menurunkan penerimaan negara dimana saat ini sedang tertekan akibat Covid-19. “Jadi saya rasa kebijakan ini sungguh tidak tepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA David Sumual sebelumnya menilai insentif pajak dapat mendorong pemulihan ekonomi. Apalagi, jika diberikan pada sektor industri yang memiliki efek berganda tinggi seperti perumahan atau otomotif. Kementerian Perindustrian pada bulan lalu mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru hingga 0% pada tahun ini. Relaksasi pajak ini diharapkan mampu mendorong penjualan mobil, yang lesu di masa pandemi Covid-19.

“Industri otomotif itu turunan begitu banyak. Tier 1 dan tier 2 banyak, sehingga perlu diberi perhatian agar daya beli masyarakat meningkat. Sehingga bisa membantu pertumbuhan industri manufaktur di bidang otomotif tersebut,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang pada pertengahan bulan lalu.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat 48.554 unit mobil terjual di dalam negeri pada September 2020. Jumlah tersebut naik 30,3% dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga masih melanjutkan kenaikan penjualan sejak Juni 2020.

Continue Reading

Automotive

Gaikindo Masih Berharap Pajak 0 Persen Mobil Baru Dikabulkan

Published

on

FINROLL.COM — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih berharap usulan pajak 0 persen mobil baru dikabulkan pemerintah. Menurut asosiasi masih ada waktu untuk memperbaiki penjualan mobil yang ambruk karena pandemi Covid-19 kemudian menyegarkan industri otomotif di dalam negeri.

Kukuh Kumara, Sektretaris Umum Gaikindo, mengaku hingga saat ini belum mendapat informasi baru terkait usulan yang disampaikan Kementerian Perindustrian ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pertengahan September itu. Sejauh ini Kemenkeu diketahui belum memberikan sinyal bakal disetujui.

Kukuh menilai meski waktu terus berkurang sampai tutup tahun, tepatnya tinggal dua setengah bulan, bantuan seperti pajak 0 persen tidak akan percuma jika ditetapkan sebelum pergantian tahun.

“Belum dapat [informasi baru]. Engak juga, kita enggak melihat percuma. Kita berharap itu salah satu, kalau tidak kita perlu cari strategi baru,” ujar Kukuh kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/10).

Kukuh mengapresiasi pemerintah yang sudah memperhatikan industri otomotif sampai usulan pajak 0 persen mobil baru menjadi salah satu ide perbaikan. Menurut dia ide itu muncul sendiri dari pemerintah.

Pajak 0 persen yang diusulkan Kemenperin yakni pembebasan pajak-pajak yang dipungut pemerintah seperti PPnBM dan PPn serta yang dipungut pemerintah daerah misalnya PKB dan BBN.

Sejauh ini Kukuh bilang Gaikindo yang beranggotakan 47 perusahaan masih berharap pajak 0 persen itu bakal dipenuhi.

“Kita posisinya begitu, tapi kami tidak mau menyudutkan pemerintah. Ini muncul dari pemerintah saja sudah luar biasa, pemerintah mengusulkan itu sudah luar biasa, kita terima kasih,” katanya.

Meski begitu Gaikindo menilai keputusan soal usulan itu semestinya cepat, iya atau tidak. Salah satu prediksi efek negatif jika terus menggantung yaitu masyarakat jadi menunda pembelian mobil karena berharap harga mobil akan murah.

“Tapi bisnis butuh kecepatan sama tepat waktu, kalau iya ya iya, kalau enggak ya enggak. Supaya strateginya berubah, supaya ada keputusan,” ucap Kukuh. (hdyt/cnn)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending