Connect with us

News

Heboh! Pasutri Gelar Adegan Mesum Depan ABG di Tasikmalaya

Published

on


Finroll.com –  Masyarakat Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tengah meradang, setelah pasangan suami istri, warga mereka, terbongkar melakukan adegan ranjang secara live di depan Anak Baru Gede (ABG), seharga goceng alias Rp5.000.

Untuk menghindari amukan massa, Polresta Tasikmalaya langsung mengamankan pasangan suami istri (pasutri) E, (25) dan L, (24), warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Keduanya diketahui kabur, setelah tontonan berbayar hubungan seks di depan ABG yang dilakukan keduanya, terbongkar publik. Keduanya tanpa ragu mempertontonkan adegan suami istri tersebut kepada anak-anak berusia 11 tahunan, hingga membolehkan merekamnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKB Febry Kurniawan Ma’ruf mengatakan, pengungkapan kasus itu berasal laporan warga termasuk Komisi Perempuan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

“Akhirnya kita cek ke rumahnya dan meminta saksi hingga pengejaran dan akhirnya pasangan itu ditangkap,” ujarnya Selasa, 18 Juni 2019.

Menurutnya, kelakuan kedua pasutri itu terbilang berani, tanpa sungkan keduanya menggelar adegan ranjang di depan ABG dengan bayaran Rp5.000, atau barang lain seperti rokok atau mi instan.

“Anak-anak melihat adegan seks secara live itu berada di jendela rumah milik pasutri,” kata dia.

Dalam keterangan awal seluruh saksi yang kebanyakan ABG mengakui kelakuan bejat yang dilakukan pasutri itu, hingga akhirnya menjadi bahan pertama untuk melakukan penyelidikan.

“Keduanya telah menyangkal atas perbuatan yang dilakukannya,” kata dia.

Namun, untuk kepentingan penyelidikan lanjutan, lembaganya akan terus mengorek sejumlah keterangan termasuk, dari para orangtua saksi mengenai kasus adegan ranjang pasutri tersebut. “Nanti kita lanjutkan, keduanya itu sudah berhasil ditangkap setelah melarikan diri,” kata dia.

Advertisement

Nasional

Jokowi Minta Aparat yang Tak Bisa Atasi Karhutla; Kata KSAD Semua Sudah Berusaha Maksimal

Published

on

By

Presiden Jokowi meminta pucuk pimpinan TNI dan Polri mencopot jajarannya yang tak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Bagaimana tanggapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa?

Ditemui wartawan usai ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, Andika tak bisa berkomentar banyak. Ia hanya menyebut seluruh jajaran TNI di lokasi sedang bekerja keras untuk memadamkan api.

“Wah kalau itu (perihal sanksi kepada yang gagal memadamkan api) saya tidak tahu, tidak tahu. Tapi yang jelas semua sudah berusaha maksimal Mas. Semua di wilayah nggak ada yang tidak serius, semua berusaha keras,” katanya, Kamis (19/9/2019).

“Tapi memang api kan sudah terlanjur ya, sudah terlanjur meluas. Ya sekarang ini menurut saya fokusnya adalah bagaimana membuat api itu kemudian padam,” sambungnya.

Terlepas dari persoalan sanksi ke jajarannya, Andika menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Dalam penanganan Karhutla ini pihaknya bekerjasama dengan Polri.

“Memang salah satu tugas (aparat) bagaimana harus ada pelajaran bagi mereka yang memang kemudian terbukti membakar (hutan dan lahan) ya memang harus ada proses hukum. Itu (penindakan) pasti akan terus dilakukan Mas,” pungkas Andika.

Continue Reading

International

Ketika Obama “Nyinyir” Kepada Trump

Published

on

By

Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barrack Obama memberi tips bagaimana seharusnya menjadi sosok seorang presiden. Obama menyarankan agar Presiden menghindari menonton TV dan bermain media sosial.

Hal ini dikatakan Obama di sela-sela diskusi yang diselenggarakan sebuah perusahaan perangkat lunak, Splunk. Ketika dirinya ditanya bagaimana mengurai informasi saat masih menjadi presiden AS periode Januari 2009 – Januari 2017.

“Kepresidenan itu seperti minum dari selang kebakaran, kamu tidak akan bisa menyerap informasi itu sendiri,” katanya dikutip dari The Guardian, Kamis (19/9/2019).

“Kamu harus memastikan memiliki tim yang menyaring informasi seefektif mungkin sehingga bisa mendapatkan kerangka dasar apa masalah sebenarnya.”

“Hal lain yang membantu adalah tidak menonton TV atau membaca media sosial,” tambah Obama.

“Itu adalah dua hal yang saya sarankan, jika Anda presiden, bukan untuk dilakukan,”.

Meski tidak menyebut nama Presiden AS Donald Trump secara langsung, sebagian pihak percaya bahwa saran ini sebetulnya secara implisit ditujukan Obama pada Trump, penerusnya itu.

Trump kerap mengkritik saluran TV yang tidak sepaham dengannya dan terus berkomentar pada banyak hal termasuk kenegaraan, dalam akun Twitter pribadinya.

Obama mengatakan terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dan menonton TV, bisa membuat penyelenggaraan negara tidak berjalan efektif.

“Itu akan menciptakan banyak kebisingan dan mengaburkan penilaian [presiden],” tegasnya.

“Kamu akan mulai salah mengira intensitas atau hasrat sekelompok kecil orang dengan perasaan yang lebih luas tentang bagaimana perasaan suatu negara. Itu akan mempengaruhi keputusan dengan cara yang tidak sehat.”

Dalam laporan CNBC International, selama 2018, setidaknya ada 4000 cuitan langsung dan bukan re-tweet dari akun pribadi Trump selama jam perdagangan pasar. Sebanyak 146 cuitan terbukti telah menggerakkan pasar.

Cuitan Trump sangat berpengaruh ketika ia menulis tentang kebijakan perdagangan dan kebijakan keuangan. Terutama jika ada kata “China”, “miliar”, dan “produk”.

Continue Reading

Peristiwa

Breaking News : Gempa M 5,6 Terjadi di Tuban Jatim

Published

on

By

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang kawasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 14.06 WIB.

Titik gempa berada di 58 km barat laut Tuban atau pada koordinatl 6.4 lintang selatan (LS)-111.84 bujur timur (BT).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya menyatakan, gempa dengan kedalaman 656 km itu tidak berpotensi.

Hingga berita ini ditulis belum diketahui dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending