Connect with us

Automotive

Honda Sudah ‘Aspalkan’ PCX Electric, Yamaha Kapan Nih?

Published

on


Honda Sudah Keluarkan PCX Electric, Yamaha Kapan Nih?

Finroll.com – Beberapa waktu lalu, PT Astra Honda Motor (AHM) sudah memulai komersialiasi motor listriknya yaitu PCX Electric.

Mengingat regulasi kendaraan listrik yang belum keluar dari pemerintah, AHM pun tidak menjual unitnya secara ritel, namun disewakan ke perusahaan-perusahaan.

Meski tidak di jual ke masyarakat langkah Honda untuk membawa line up motor listriknya mengaspal di Tanah Air tetap di apresiasi publik.

Sementara itu pesaing utama Honda di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) merasa masih membutuhkan waktu untuk menerapkan teknologi sepeda motor listrik ke pasar otomotif  Indonesia.

Mereka mengaku masih mengevaluasi ekspektasi masyarakat di Indonesia soal motor listrik, meski Honda sudah lebih dulu terjun di pasar motor listrik komersil.

Baca Lainnya: Pelaku Industri Motor Listrik Mulai Pamerkan Produknya ke Depan Publik

Ditemui wartawan seusai peluncuran MX150 dan MT 15 di Jakarta baru-baru ini, Presiden Direktur YIMM Minoru Morimoto mengaku enggan mengomentari langsung hairnya PCX Electric.

Kendati demikian dirinya menegaskan kajian salah satu motor listrik Yamaha yaitu E-Vino di Indonesia masih dilakukan.

Produk ini sebetulnya lebih dulu ada di Indonesia, namun Yamaha meminjamkannya ke sejumlah pihak. Berbeda dengan Honda yang menyewakan PCX Electric ke perusahaan

seharga Rp2 juta per bulan.

Pihak yang dipinjamkan E Vino diketahui yakni Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Universitas Pelita Harapan, The Breeze, dan Kebun Raya Bogor.

“Yamaha sudah mengetes pasar dengan E-Vino, menginvestigasi banyak soal pasar Indonesia. Tapi saya mau bilang evolusi baterai itu sangat penting, dari berat, masa pakai sebentar, dan juga mahal,” ujarnya.

“Mungkin bukan hanya Yamaha, tetapi juga kompetitor, bahkan industri mobil, bekerja keras menjadikannya lebih baik,” sambungnya.

Baca Lainnya: Super Irit, Skutik Baru Suzuki per Liter Tembus 63 KM

Morimoto lantas menyebut tidak mudah meluncurkan motor listrik. Terlebih pihak pabrikan harus bekerja dengan banyak rekanan di luar perusahaan.

“Kami bukan pabrik baterai, kami harus bekerja dengan rekanan, itu tidak begitu mudah,” imbuhnya.

Ia menambahkan pihak pabrikan utama di Jepang saat ini sedang bekerja keras meracik kendaraan listrik yang terbaik. Selain soal baterai, Yamaha juga sedang meramu bodi motor yang tepat.

“Kami perlu kesana (motor listrik), tetapi kadang kami pikir itu masih terlalu dini. Maksud saya soal teknologi,” ucapnya.

“Yamaha mengobservasi situasinya, tetapi baterai itu mahal. Kompetitor kami bila menjualnya tentu sangat mahal, tidak bagus dalam hal pemasaran. Banyak faktor, performa dan biaya yang perlu diobservasi,” paparnya.

Sumber: CNN Indonesia

Automotive

Hadapi Rush cs, DFSK Glory 560 Punya Modal Apa ?

Published

on

By

Finroll.com – Glory 560 jadi mobil kedua yang diboyong DFSK ke Indonesia pasca mereka meluncurkan Glory 580. Dibanding Glory 580, Glory 560 memiliki desain yang lebih otentik dengan tawaran harga menarik. Glory 560 menyasar segmen mid SUV yang di dalamnya ada nama Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V, dan model lainnya.

Lalu modal apa yang dimiliki mobil berharga tertinggi Rp 239 juta ini? Pertama, dari desain, DFSK Glory 560 punya tampilan Sporty, Tangguh, dan Atraktif. Mobil ini memiliki dimensi 4.515mm x 1.815mm x 1.735mm (PxLxT), cukup untuk memberikan kesan tangguh.

Masih bicara desain, garis bodi pada sisi Glory 560 membentuk lekuk yang memberikan grille sporty dengan bentuk sayap yang memaksimalkan aliran udara ke dalam kompartemen mesin. Lampu utama Eagle Lamp dengan lampu LED daytime running juga memastikan mobil ini punya penerangan maksimum. Kemudian perhatikan juga detailnya, Glory 560 sudah antena shark fin modern, dan pelek 17-inci yang sporty.

Interior yang nyaman dalam kabin DFSK Glory 560 dirancang dengan desain soft touch yang menawarkan kesan mewah dan modern untuk kenyamanan dan kemewahan.

Tidak hanya itu, bagian konsol tengah dilengkapi dengan layar sentuh 8 inci dan memiliki berbagai fungsi, seperti menjalankan radio, koneksi bluetooth, navigasi GPS, interkonektivitas smartphone (iOS dan Android), sensor parkir belakang, modernisasi juga dibuktikan dengan penerapan smart button yakni one-push start button.

Selama berkendara, penumpang tidak perlu khawatir membawa terlalu banyak barang, karena Glory 560 dilengkapi dengan hingga 29 ruang penyimpanan. Bahkan baris kedua dan ketiga kursi dapat dilipat untuk memberikan ruang bagasi yang lebih besar dan mampu menampung lebih banyak barang bawaan.

DFSK Glory 560 memiliki kinerja yang kuat, ditenagai oleh mesin 1.500 cc turbocharger dengan 150 PS pada 5.600 rpm dan 230 nm pada 1.800-4.000 rpm. Konsumen tidak perlu khawatir dengan mesin ini karena tenaganya setara dengan mesin naturally aspirated lebih dari 2.000 cc dan memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Sementara untuk fitur penunjang keselamatan, sudah mulai dari Electric Parking Brake (EPB) untuk memudahkan pengoperasian rem parkir, sistem pengereman cakram di keempat roda yang memberikan stabilitas ketika melakukan pengereman, Anti-Lock Braking System (ABS) yang ditunjang dengan Electronic Brake Distribution (EBD) untuk memberikan pengereman yang presisi, Emergency Brake Assist (EBA) yang bisa diandalkan ketika melakukan pengereman mendadak, Hill Hold Control (HHC) yang bisa menjaga mobi! di posisi tanjakan, kemudian ada juga Electronic Stability Control (ESP) dan Traction Control System yang menjaga kestabilan mobil ketika menikung, sampai dual bag airbag system, yang siap memberikan perlindungan ketika mobil mengalami kecelakaan.

Touring Kemerdekaan

Test drive ini digelar DFSK untuk meramaikan hari kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan 17 unit DFSK Glory 560 menuju Sukabumi.

Sebanyak 17 unit mobil DFSK Giory 560 dipersiapkan untuk meramaikan konvoi 17 unit DFSK Glory 560 dan menyemarakkan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2019.

“Momen test drive DFSK Glory 560 ini berdekatan dengan momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2019 pada Sabtu kemarin. DFSK tidak ingin ketinggalan untuk menyemarakkan hari penting ini dengan mengadakan kegiatan konvoi 17 unit DFSK Glory 560 bersama rekan-rekan media.” kata Sales and marketing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Alex Pan.

Acara konvoi kali ini digelar untuk membuktikan ketangguhan dan melengkapi animo positif dari konsumen di tanah air akan permintaan DFSK Glory 560. Penerimaan positif oleh konsumen terhadap DFSK Glory 560 tercermin dari jumlah SPK hingga Juli 2019 sudah mencapai lebih dari 2.000 unit secara nasional.

Hasil yang dicapai DFSK Glory 560 ini membuatnya menjadi tulang punggung utama penjualan kendaraan penumpang DFSK. SUV tangguh rakitan Cikande, Serang, Banten sudah mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi mulai dari Best Low SUV serta Most Tested Choice Car di ajang bergengsi IIMS 2019.

“Kami sangat yakin bahwa DFSK Glory 560 akan semakin mendapatkan kepercayaan dan diterima oleh masyarakat Indonesia. DFSK Glory 560 didukung dengan tampilan eksteriornya yang menarik, pengalaman berkendara yang nyaman, dan power yang kuat, serta garansi 7 tahun/150.000km tentunya akan menarik perhatian dari konsumen untuk memilih Glory 560,” pungkas Alex.

Continue Reading

Automotive

Saingi Kawasaki H2, BMW Siapkan Superbike Bermesin Turbo

Published

on

By

Finroll.com –  Sebuah paten yang dilayangkan BMW yaitu dengan judul sepeda motor dengan mesin pembakaran internal supercharged terungkap di media maya. Paten ini kemungkinan merupakan pengembangan dari superbike BMW S1000RR dengan supercharger bertenaga listrik. Motor ini bisa menjadi pesaing bagi Kawasaki H2.

Gagasan supercharger listrik bukan yang baru. Faktanya, teknologi ini telah mendapatkan reputasi buruk berkat mur dan baut yang tidak efektif pada kit supercharger listrik. Jika pemasangan dilakukan dengan benar, dengan motor listrik yang kuat untuk menggerakkan kompresor, akan menawarkan potensi keuntungan baik dibandingkan supercharger yang digerakkan mesin lewat knalpot.

Seperti supercharger yang digerakkan mesin, supercharger listrik tidak membuat penyumbatan dalam sistem pembuangan seperti halnya turbocharger, dan masalah turbo lag – penundaan antara menerapkan throttle dan mendapatkan daya – tidak akan terjadi.

Dibandingkan dengan supercharger yang digerakkan secara mekanis, yang secara konstan menyedot tenaga mesin, kompresor listrik bergantung pada baterai yang kecil namun kuat. Sehingga ketika throttle terbuka lebar dan supercharged bekerja dengan baik, tidak akan menyerap tenaga dari mesin.

Paten BMW menunjukkan bahwa sistem tersebut dapat menjadi cara untuk menghindari kebutuhan putaran mesin yang semakin tinggi, yang merupakan cara lawas untuk mendapatkan lebih banyak tenaga dari mesin kecil. Putaran mesin tinggi itu menimbulkan masalah khusus dalam menjaga emisi rendah.

Akankah BMW benar-benar membuat S1000RR supercharged listrik? Agak terlalu dini untuk memastikan, tetapi pada tahun 2015 perusahaan Jerman itu mematenkan gagasan S1000RR menggunakan serat karbon, sesuatu yang secara resmi diluncurkan 18 bulan kemudian dalam bentuk Balap HP4. Jika perusahaan ingin membuat demonstran teknologi yang sama eksotiknya di masa depan, versi S1000RR yang ditenagai secara elektrik bisa jadi kenyataan.

Continue Reading

Automotive

Mobil Saingan Avanza dari Renault Siap Diproduksi

Published

on

By

Finroll.com – Saat gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019, PT Maxindo Renault Indonesia membuka selubung mobil baru. Kendaraan yang dimaksud adalah Triber, dan disebut-sebut sebagai pesaing dari Toyota Avanza.

Alasan Triber menjadi rival dari mobil sejuta umat itu, karena mobil tersebut masuk ke dalam segmen multi purpose vehicle dengan kapasitas tujuh penumpang. Meski tidak disebutkan saat peluncuran, namun banderolnya diklaim lebih murah dari saudara kembar Daihatsu Xenia itu.

Chief Operating Officer MRI, Davy J. Tuilan mengatakan, surat pemesanan kendaraan yang diterima selama 11 hari pameran di ICE, BSD, Tangerang, mencapai seribuan unit.

“Total pemesanan Renault di GIIAS itu 1.386 unit. Untuk detailnya saya harus cek, tetapi yang paling banyak itu Triber,” ujarnya belum lama ini.

Meski sudah mengantongi ribuan SPK, pemesan Triber harus bersabar. Sebab, mobil baru akan tiba di Tanah Air paling cepat Desember 2019 untuk versi manual, dan yang menggunakan transmisi otomatis akan dikirim tahun depan.

Waktu tunggu yang begitu lama, ternyata dikarenakan pabrik Renault yang memproduksi Triber di India, baru saja memulai proses produksi. Seperti dilansir dari Indianautosblog, Rabu 14 Agustus 2019.

Davy mengaku yakin, konsumen tidak akan membatalkan pesanan dan memutuskan untuk membeli produk merek lain. Sebab, mereka yang sudah SPK memberi uang Rp3 juta sebagai tanda jadi.

“Mereka mau SPK, padahal sudah tahu baru dapatnya di 2020. Lalu, booking fee Rp3 juta. Artinya, konsumen percaya,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending