Connect with us

Pasar Modal

IHSG Dibuka Melemah Akibat Aksi Ambil Untung Investor

Published

on


IHSG Dibuka Melemah Akibat Aksi Ambil Untung Investor

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini dibuka melemah. Hal ini diakibatkan oleh aksi ambil untung oleh investor.

Pagi ini, IHSG dibuka melemah 6,54 poin atau 0,11 persen menjadi 6.108,95. Indeks LQ 45 juga turun 1,63 poin menjadi 975,34.

“Laju IHSG secara tren kembali melanjutkan pelemahan seiring dengan masih adanya aksi ambil untung,” ujar analis senior CSA Research Insitute, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/12).

Meski begitu ia berharap, masih ada sejumlah sentimen positif dari makro ekonomi dalam negeri yang diiringi sejumlah berita positif dari emiten, sehingga bisa menahan pelemahan yang terjadi dan menemukan momentum kenaikannya.

Baca Lainnya: Harga Emas Naik Tipis Saat Dolar AS Melemah

Reza memprediksi, IHSG bisa bertahan di atas level dukungan 6.065-6.095 dan level resisten diharap mampu menyentuh kisaran 6.135 – 6.153.

Sementara itu, masih terdapatnya sejumlah aksi jual pada sehari sebelumnya dari investor asing, menjadikan laju IHSG menembus level 6.100 hingga mencatat posisi tertinggi di angka 6.131,63.

Kemudian adanya sentimen global, mengakitbatkan pertumbuhan PDB di Asia Tenggara bisa melambat 5,3 persen tahun ini. Serta 5 persen pada tahun depan yang turut di respon negatif, meski ada optimisme pemerintah yang menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen yang bisa diraih tahun ini.

Sumber: Antara

Pasar Modal

Pada Akhir Perdagangan Sesi I Hari Ini, IHSG pertahankan penguatan ke level 4.639

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 41,97 poin atau 0,91% ke 4.639,40 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (11/5).

Sebanyak 224 saham naik, 138 saham turun dan 146 saham stagnan.

Hanya satu sektor saham yang berada di zona merah yakni sektor pertambangan yang turun 0,13%. Sedangkan sembilan sektor saham lainnya berhasil menjadi penopang penguatan IHSG.

Sektor-sektor saham dengan kenaikan tertinggi adalah sektor konstruksi yang naik 2,62%, sektor aneka industri naik 2,14% dan sektor perkebunan naik 1,34%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 3,33 miliar saham dengan total nilai Rp 2,92 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

  • PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) naik 19,20%
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 7,05%
  • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 5,88%

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 0,97%
  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) turun 0,63%
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 0,56%

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 182,28 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 50,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 47,9 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 26,4 miliar.

 

Sumber : Kontan

Continue Reading

Keuangan

Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pelonggaran Aktivitas Masyarakat

Published

on

By

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.912 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Senin (11/5). Mata uang Garuda ini menguat 7,5 poin atau 0,05 persen dari Rp14.912 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Rupiah terlihat bergerak menguat bersama beberapa mata uang lainnya di Asia. Tercatat, Won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand 0,21 persen, dan peso Filipina 0,23 persen.

Sementara, sejumlah mata uang Asia lain berada di teritori negatif. Misalnya, Ringgit Malaysia terkoreksi 0,24 persen dan yuan China 0,03 persen.

Kemudian, mata uang utama negara maju kompak menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Australia menguat 0,38 persen, rubel Rusia 0,25 persen, poundsterling Inggris 0,17 persen, dolar Kanada 0,14 persen, euro Eropa 0,08 persen, dan franc Swiss 0,1 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp14.800-Rp15.150 per dolar AS har ini.

Menurutnya, rupiah akan menguat lantaran pasar merespons positif kegiatan ekonomi yang kembali bergerak di sejumlah negara setelah kasus virus corona mulai melandai.

“Dengan aktifnya kembali perekonomian diharapkan kondisi ekonomi bisa segera membaik,” tutur Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Walaupun begitu, bukan berarti situasi ini akan berlangsung permanen. Ariston menilai pasar masih terus mewaspadai perkembangan kasus penyebaran virus corona di global.

“Pasar juga melihat dampak buruknya terhadap kondisi ekonomi yang bisa kembali menekan harga aset berisiko,” pungkas Ariston.

Continue Reading

Pasar Modal

Lion Air Tunda IPO $500 Juta Gara-Gara Bursa Global Anjlok

Published

on

By

Lion Air Indonesia telah menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) lantaran terjadi pelemahan tajam bursa global, sumber mengatakan pada Jumat (28/02), di kala penyebaran virus covid-19 memicu kekhawatiran pandemi global.

FINROLL.COM —Dilansir Reuters Jumat (28/02) petang, keputusan IPO senilai $500 juta dari salah satu maskapai bertarif rendah terbesar di Asia ini diharapkan bakal diketahui nasibnya pada akhir Februari setelah bank-bank terkait menyelesaikan pemaparan rencana kepada investor di pusat keuangan global awal bulan ini.

Dua sumber mengatakan Lion Air, yang akan meluncurkan IPO pada awal Maret, akan mempertimbangkannya kembali hanya ketika pasar dalam keadaan stabil.

Maskapai penerbangan ini telah merencanakan IPO selama sekitar lima tahun.

Minggu ini, harga saham global anjlok parah di tengah kekhawatiran dampak ekonomi global yang berkelanjutan ketika virus covid-19 menyebar ke luar Cina. Sekitar 12 negara melaporkan kasus virus pertama dalam 24 jam terakhir.

Maskapai ini telah memangkas kapasitas penerbangan karena lemahnya permintaan diterpa gangguan virus pada pembatasan perjalanan internasional yang menghambat sektor ini.

Lion Air adalah bagian dari Lion Air Group, yang memiliki perusahaan patungan maskapai penerbangan di Malaysia dan Thailand, fasilitas pemeliharaan pesawat dan bisnis pengiriman. (INVENSTING.COM)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending