Connect with us
[adrotate group="1"]

International

Indonesia Jabat Presiden DK PBB, ‘Penjaga Perdamaian’ Jadi Tema yang Diangkat

Published

on


Indonesia Jabat Presiden DK PBB, 'Penjaga Perdamaian' Jadi Tema Yang Diangkat

Finroll.com – Indonesia memilih tema penjagaan perdamaian atau peacekeeping saat menjalankan mandat sebagai presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) pada Mei mendatang.

“Selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020, Indonesia akan memiliki dua kali kesempatan menjadi presiden Dewan Keaman, yakni pada Mei 2019 dan Agustus 2020. Kepemimpinan Indonesia akan berlangsung selama satu bulan. Ada beberapa langkah namun kami telah memilih tema mengenai peacekeeping,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian A. Ruddyard dalam temu media di Jakarta, Kamis (28/3).

Indonesia telah menyiapkan sejumlah agenda untuk mengisi masa kepemimpinan di DK PBB, di antaranya debat terbuka pada 7 Mei 2019 mengenai operasi penjagaan perdamaian. Selain agenda tersebut, Indonesia juga memprakarsai debat terbuka mengenai perlindungan warga sipil dari konflik bersenjata. Debat tersebut akan dilaksanakan pada 23 Mei 2019 serta berbareng dengan peringatan 20 tahun sejak resolusi PBB dikeluarkan mengenai perlindungan warga sipil dari konflik bersenjata

Isu Palestina tidak luput disertakan Indonesia dalam agenda kepemimpinan di DK, yaitu melalui penyelenggaraan diskusi informal mengenai permukiman ilegal, khususnya pada aspek hukum dan kemanusiaan. Agenda itu akan dilaksanakan pada 9 Mei 2019. Pada akhir kepemimpinan, Indonesia akan mengadakan resepsi. Dalam kesempatan tersebut, akan ditampilkan pula sejumlah pentas budaya sebagai ajang promosi.

Kursi kepresidenan merupakan jabatan yang dipegang secara bergilir sesuai urutan abjad 15 negara anggota DK PBB. Untuk Maret ini, kursi kepresidenan dipegang oleh Prancis dan akan disusul dengan Jerman pada April mendatang. Setelah Mei tahun ini, Indonesia diperkirakan akan kembali menjabat posisi presiden DK PBB pada Agustus 2020. Untuk periode kedua itu, Indonesia mengusung tema penanggulangan terorisme.

source: Antara

International

Mengapa Luhut Temui Trump di Gedung Putih

Published

on

FINROLL.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (17/11) kemarin.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (18/11) ini, Luhut menjelaskan pertemuan dilakukan untuk menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Jokowi atas dukungan Trump terhadap kerja sama RI dan AS selama ini.

“Saya atas nama Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Donald Trump. Apapun hasil resmi pemilu AS, pertemanan tetap perlu dijaga,” katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (18/11).

Selain itu, pertemuan juga dilakukan untuk menyampaikan terima kasih pemerintah Indonesia terhadap pemberian fasilitas pembebasan bea masuk atau GSP atas beberapa produk ekspor Indonesia ke AS.

Sebagai informasi, AS melalui Kantor Perwakilan Dagang mereka (USTR) beberapa waktu lalu memutuskan memperpanjang pemberian fasilitas pembebasan bea masuk atas produk asal Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan keputusan itu diambil setelah USTR melakukan peninjauan terhadap fasilitas GSP selama 2,5 tahun sejak Maret 2018. Peninjauan dilakukan sejak pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Retno mengatakan sejak diberlakukan pada 1980, sudah ada 3.572 pos yang diklasifikasi oleh US Customs and Border Protection (CBP) pada level Harmonized System (HS) 8-digit yang mendapatkan pembebasan tarif melalui skema GSP 3.572 pos tarif.

Menurutnya ini merupakan bukti konkret dari komitmen pemerintah terhadap hubungan bilateral dan perdagangan Indonesia-AS. AS sendiri, sambungnya, merupakan negara tujuan ekspor non migas terbesar Indonesia kedua setelah China.

Selain dengan Trump, dalam lawatan itu,Luhut juga bertemu dengan

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di kantornya. Dalam pertemuan itu, Pence menawarkan kerja sama produksi vaksin bersama antara perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia.

Luhut juga bertemu dengan National Security Advisor (NSA) Robert O’ Brien. Dalam pertemuan itu Luhut melakukan pembahasan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang. (CNN INDONESIA.COM)

Continue Reading

International

Harapan Presiden Jokowi untuk Kemitraan ASEAN – Selandia Baru di Pasifik

Published

on

Presiden Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN yang digelar secara virtual, Kamis (12/11). Biro Pers Sekretariat Presiden

FINROLL.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong adanya penguatan kemitraan ASEAN – Selandia Baru di kawasan Pasifik. Hal itu disampaikan Presiden Ketujuh RI ini ketika mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN – Selandia Baru yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11).

Di awal sambutannya, Kepala Negara mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Jacinda Ardern sebagai Perdana Menteri (PM) Selandia Baru.

“Saya ingin mulai dengan menyampaikan ucapan selamat atas mandat baru PM Jacinda sebagai PM Selandia Baru,” kata Jokowi. Selanjutnya saat memberikan sambutan di forum itu, Presiden Jokowi mendorong penguatan kemitraan ASEAN-Selandia Baru dalam beberapa isu. Terlebih, pada hari ini ASEAN – Selandia Baru merayakan 45 tahun kemitraannya.

“Ke depan, saya ingin kemitraan kita dapat diperkuat terutama di beberapa isu,” ucap suami Iriana itu. Baca Juga: Begini Nasib 24 Moge Milik Pengeroyok Anggota TNI di Bukittinggi Pertama, Jokowi mendorong penguatan kemitraan di Pasifik.

Dia menilai hubungan Selandia Baru dengan negara-negara Pasifik Selatan cukup kuat. Untuk itu, Indonesia dan ASEAN juga ingin memperkuat kemitraan dengan negara-negara Pasifik Selatan.

Hubungan baik kita dapat kita gunakan untuk perkuat kemitraan dengan Pasifik Selatan termasuk di bidang perikanan dan perubahan iklim,” kata Jokowi.

“ASEAN Outlook on the Indo – Pacific tentunya dapat dijadikan pijakan bagi pengembangan kerja sama dengan Pasifik Selatan,” lanjut mantan gubernur DKI Jakarta itu. Kedua, Jokowi memandang ASEAN – Selandia Baru perlu memperkuat kerja sama untuk penguatan multilateralisme. Hal itu dinilai penting dilakukan bersama-sama.

“Kita harus pastikan, multilateralism delivers for all,” imbuhnya. Terakhir, sebagai salah satu perwujudan multilateralisme, maka ASEAN – Selandia Baru perlu memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, Indonesia menyambut baik keputusan Selandia Baru untuk menandatangani Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). (tan/jpnn)

Continue Reading

International

Meeting Dengan Prabowo, Menhan Australia Dikritik

Published

on

FINROLL.COM – Pertemuan secara virtual antara Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Jumat (6/11/2020), masih menyisakan cerita.

Pertemuan yang dipublikasikan akun Twitter resmi Linda, @LindaReynoldswa, menuai kritik dari sejumlah kalangan. Mereka mempertanyakan apa manfaat yang diperoleh Linda dari pesamuhan tersebut.

Menurut Linda, pertemuan itu membahas pendalaman kerja sama pertahanan antara kedua negara. Ia bilang kemitraan antara Australia dan Indonesia membantu mendukung keamanan dan ketahanan regional.

Ketua sekaligus pendiri Indonesia Institute Ross B Taylor menilai nuansa pragmatis nyata dalam menggambarkan pertemuan itu.

“Dan dalam situasi ini, ini adalah posisi yang masuk akal, meskipun ada kekhawatiran dari kelompok hak asasi manusia,” ujar Ross via akun Twitter-nya @indorosstaylor seperti dikutip Minggu (8/11/2020).

Ia pun menambahkan posisi Indonesia sekarang lebih krusial bagi Australia. Apalagi di tengah ketidakpastian hubungan dengan China.

Sementara Timor Sea Justice Forum mengingatkan kalau Prabowo merupakan sosok yang bertanggung jawab terhadap serangkaian kekerasan saat bertugas di Timor Leste pada kurun waktu 1976, 1978, dan 1983-1984.

“Seberapa hangat dan produktif yang bisa Anda peroleh (dari pertemuan itu)?,” tanya Timor Sea Justice Forum di akun Twitter resmi mereka @TSJForum.

Hal senada disampaikan seorang warganet @scotiaforever5. Menurut mereka, Prabowo bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi selama bertugas, tidak hanya di Timor Leste, melainkan juga Jakarta dan Papua.

“Seharusnya Anda dan pemerintah malu karena menutup mata terhadap genosida yang dilakukan terhadap orang Papua oleh militer Indonesia yang dipimpin oleh menteri pertahanan,” tulis @scotiaforever5

Terakhir kali Prabowo dan Linda berjumpa secara fisik tahun lalu di Bali. Saat itu, turut serta pula Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Australia Marise Payne. Di bidang pertahanan dan keamanan, Prabowo mengatakan Indonesia dan Australia sepakat bersama-sama memerangi illegal fishing dan kejahatan trans-nasional.

“Kita juga sepakat untuk kerja sama dalam bidang maritim juga. Australia akan menawarkan kerja sama terutama di bidang pertukaran informasi dan intelijen, khususnya menghadapi illegal fishing dan kejahatan transnasional di perairan Indonesia,” kata Prabowo setelah melakukan pertemuan 2 2 Indonesia-Australia di gedung BNDCC Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12/2019), seperti dikutip detik.com.

Untuk itu, menurut Prabowo, saat ini tengah dirintis kerja sama dengan Australia di bidang peace keeping operation. Ia berharap rencana itu akan bisa terlaksana dalam waktu dekat.

“Kita juga membahas kemungkinan pertama kali co-deployment dalam peace keeping operation untuk PBB. Jadi ini sesuatu yang baru akan kita rintis mudah-mudahan kita akan mencapai hal itu,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo mengatakan militer Australia akan mengundang prajurit RI untuk pendidikan dan latihan bersama sehingga kedua negara sepakat untuk melakukan lebih banyak latihan militer bersama.

“Saya kira secara rinci banyak bidang yang akan kita memulai. TNI diundang untuk ikut serta dalam latihan lebih banyak di Australia. Kemudian saya terima kasih ada undangan untuk lebih banyak untuk perwira-perwira kita, bahkan taruna kita untuk ikut serta dalam pendidikan di akademi militer Australia,” katanya.

Sementara itu, Linda mengatakan pertemuan ini bertujuan agar hubungan pertahanan Indonesia dan Australia semakin kuat. Menurut dia, sudah ada 150 prajurit Indonesia melakukan pendidikan dan pelatihan di Australian Defence Force di tahun ini.

“Pertemuan hari ini menguatkan bahwa hubungan pertahanan kita akan terus tumbuh dan semakin kuat. TNI dan ADF melakukan lebih dari 20 kali komunikasi bilateral dan latihan bersama setiap tahunnya. Tahun ini, Australia menerima 150 pelajar Indonesia untuk pendidikan dan pelatihan dengan ADF,” kata Linda. (CNBC INDONESIA)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending