Sabtu, 13 Juli 2019

Asuransi Barang Milik Negara Diperkirakan Akan Berpengaruh Terhadap Bisnis Asuransi Properti


Finroll.com — Pada tahap pertama Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2019.

Dimana Konsorsium ABMN ini akan mengkover aset Kementerian Keuangan (Kemkeu) senilai Rp 11,4 triliun.

Dody A.S Dalimunthe selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan kehadiran ABMN akan berpengaruh terhadap lini bisnis asuransi properti karena aset yang dikover adalah gedung dan bangunan milik Kemenkeu.

“Lini bisnis yang akan berpengaruh adalah asuransi properti. Tapi secara umum, kami memang berharap ada pertumbuhan signifikan pada asuransi properti dan kendaraan bermotor karena kedua bisnis itu berkontribusi terhadap premi asuransi umum secara nasional," kata Dody, di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Namun Dody belum bisa memproyeksi berapa kontribusi program asuransi ini terhadap bisnis industri. Yang jelas, pertumbuhan total premi asuransi umum sebesar 10% di sepanjang tahun 2019.

Sementara itu, bisnis asuransi properti semakin menggeliat seiring meningkatnya penjualan perumahan dan kenaikan harga.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan premi bruto dari asuransi properti meningkat 26,3% menjadi Rp 4,66 triliun per Maret 2019.

Lebih lanjut menurut Dody, pertumbuhan penjualan properti perusahaan mencapai 23,77%, sedangkan harga rumah naik 0,49%.

Selain itu, pertumbuhan asuransi properti juga didukung oleh penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tempat tinggal yang meningkat karena objek tersebut akan dijamin asuransi.

Dody memperkirakan lini bisnis properti tetap tumbuh di tahun 2019 dengan pertimbangkan pembangunan fisik properti mengalami pertumbuhan, terutama dari sektor industri.(red)

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT