Senin, 11 Oktober 2021

Bakal Diresmikan Akhir Oktober, Bendungan Ladongi Tengah Diisi Air


Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), tengah dilakukan impounding atau pengisian air awal sejak akhir September lalu. Sementara proses konstruksinya menyentuh tahap finishing.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) IV Kendari Agus Safari mengatakan, bendungan ini memiliki kapasitas tampung 45,945 juta meter kubik dengan fungsi utama yaitu memenuhi kebutuhan irigasi masyarakat sekitar. Terutama Daerah Irigasi (DI) Ladongi yang merupakan daerah irigasi premium dengan luas layanan 3.604 hektar. Sehingga ini dapat meningkatkan produksi pertanian DI Ladongi. Manfaat lainnya yang akan dirasakan masyarakat dari Bendungan Ladongi di antaranya dapat memenuhi kebutuhan air baku sebanyak 120 liter per detik dan memiliki potensi pembangkit energi listrik 1,3 megawatt.

Bendungan yang dibangun sejak 2016 ini, progresnya telah mencapai 98 persen. Saat ini tengah difokuskan pada tahap finishing.

Penyelesaian crest dam dan bangunan fasilitas bendungan,” katanya dikutip dari laman Ditjen SDA Kementerian PUPR, Minggu (10/10). Agus menyampaikan, selama proses penggenangan ini, BWS Sulawesi IV Kendari telah menyiapkan sistem pengairan. Sehingga para petani tetap dapat melaksanakan kegiatan tanam. “Meskipun dalam masa transisi pola tanam akan mengalami sedikit perubahan,” imbuhnya. Sementara itu, Humas BWS Sulawesi IV Kendari Rahmat Sanusi menambahkan. peresmian Bendungan Ladongi rencananya dilakukan pada akhir Oktober 2021.

“Tersisa dua persen dari pembangunan bendungan itu, tinggal sisa taman dan juga satu helipad yang belum jadi,” kata Rahmat, dilansir dari TribunnewsSultra. Menurut Ramhat, saat ini tengah dilakukan proses impounding. Keterisian air bendungan secara penuh diperkirakan membutuhkan waktu hingga lima bulan ke depan.

“Dalam impounding tentunya tidak langsung terisi satu kali, pastinya membutuhkan waktu empat hingga lima bulan,” ujarnya. Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Ladongi bersumber dari APBN melalui skema kontrak tahun jamak tahun 2016-2021 senilai Rp 1,14 triliun. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT