Jumat, 15 Oktober 2021

Bendungan Leuwikeris Punya 4 Manfaat, Kurangi Banjir 25 Tahunan


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengerjakan pembangunan Bendungan Leuwikeris yang lokasinya berada di dua kabupaten di Jawa Barat yakni, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Bidang Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Sugeng Harianto mengatakan, progres konstruksi bendungan senilai Rp 2,8 triliun tersebut mencapai 82 persen.

“Sampai saat, ini progres bendungan sudah mencapai 82 persen kurang lebih,” ujar Sugeng Harianto dalam press tour di Tasikmalaya, Rabu (13/10/2021). Jika pembangunannya tuntas nanti, bendungan tersebut memiliki empat manfaat bagi masyarakat. Leuwikeris dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) seluas 11.216 hektar untuk menyuplai air Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara di Ciamis seluas 6.000 hektar dan DI Manganti di Cilacap seluas 4.616 hektar. Selain itu, terdapat potensi air baku sebesar 845 liter per detik untuk melayani Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, serta Kota Banjar. “Ketiga, manfaatnya untuk mereduksi banjir atau mengurangi banjir 25 tahun yang biasa terjadi di daerah hilir wilayah Ciamis dan Pangandaran,” lanjut Sugeng.

Reduksi banjir ini mengalami peningkatan 11,7 persen atau semula 507 meter kubik per detik menjadi 450,02 meter kubik per detik dengan adanya bendungan itu. Sementara potensi keempat yaitu berpotensi menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 2 x 10 megawatt (MW) dari pengalirann air irigasi dan air baku, dan manfaat lain berupa pariwisata, perikanan, maupun konservasi tanah. Bendungan yang dibangun sejak tahun 2016 ini terbagi dalam lima paket pekerjaan, baik utama dan lanjutan.

Paket 1 senilai Rp 867 miliar dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Bahagia Bangun nusa dengan skema kerja sama operasi (KSO).

Lingkup pekerjaan paket 1 adalah bendungan utama (main dam) dan fasilitas dengan masa pekerjaan 1.848 hari kalender. Progres konstruksi paket 1 telah mencapai 55,57 persen atau mengalami deviasi positif dari yang direncanakan 52,08 persen. Kemudian, paket 2 digarap oleh KSO PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 461,8 miliar. Pekerjaan paket 2 ini telah tuntas dilakukan berupa bangunan pelimpah, hidromekanikal dan elektrikal, pengelak, access road dan saluran u-dith dengan masa pelaksanaan 752 hari kalender. Sama halnya paket 2, paket 3 juga selesai dikerjakan dengan lingkup terowongan pengelak dan jalan akses senilai Rp 385,2 miliar oleh PT Hutama Karya (Persero).

Selanjutnya, paket 4 dengan lingkup pekerjaan access road, plugging terowongan pengelak, hidromekanikal dan elektrikal, instrumentasi, dan peralatan penunjang sudah mencapai progres 87,27 persen. Paket ini dikerjakan oleh tiga kontraktor yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta PT Basuki Rahmanta Putra dengan anggaran Rp 804,3 miliar. Sementara progres konstruksi paket 5 sudah mencapai 98,78 persen dengan lingkup terowongan pengelak, bangunan pengambilan, hidromekanikal, dan jembatan Cikembang. Paket ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp 289,7 miliar.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT