Senin, 18 Oktober 2021

Digitalisasi Buka Peluang Baru Bagi Pasar Properti


pengguna internet, yang mencapai 202,6 juta orang pada tahun 2021 Indonesia memasuki periode ideal untuk mewujudkan aspirasi menjadi raksasa ekonomi digital Asia. Hal ini sejalan dengan prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan perhatian khusus pada ekonomi digital dengan adanya aspirasi untuk menjadikan Indonesia dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Upaya untuk mencapai aspirasi ini tentunya bukan tugas pemerintah saja. Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa peran swasta sangatlah penting dalam transformasi Indonesia menjadi ekonomi digital yang mumpuni. Berlandaskan fakta ini, perusahaan teknologi di Indonesia memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif pada era digitalisasi ekonomi. Sinergi ini sangat diperlukan demi mencapai keinginan memajukan sektor ekonomi prioritas yang tercantum dalam skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024. Skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 menggarisbawahi sektor ekonomi prioritas pemerintah untuk transformasi digital. Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate memaparkan bahwa 10 sektor ekonomi tersebut adalah pariwisata, perdagangan, keuangan, media dan hiburan digital.

Kemudian pertanian dan perikanan, real estat dan perkotaan, pendidikan, kesehatan, perindustrian dan pemerintahan. Tentunya untuk mengalihkan sektor prioritas ke ranah digital bukanlah pekerjaan mudah, karena adanya unsur ketakutan dari masyarakat. Ketakutan itu adalah tentang kemungkinan pengalihan industri dari sektor padat karya menjadi berbasis teknologi dan kurangnya edukasi mengenai keunggulan pemanfaatan teknologi itu sendiri.

Selain mengedepankan inovasi dan efisiensi, perusahaan teknologi haruslah peka terhadap kekhawatiran masyarakat akan disrupsi digital dan membangun kepercayaan untuk meyakinkan bahwa tidak semua disrupsi bersifat negatif. Sebagai contoh inovasi dari sektor properti di daerah digital, PropTech atau property technology hadir sebagai sarana yang bersifat simbiotik terhadap sektor properti.

Ekspansi PropTech di Pasar Properti Tanah Air

Hadirnya PropTech di Indonesia bukanlah hal baru. Seiring meningkatnya permintaan akan properti, PropTech hadir untuk mempermudah pencarian properti bagi para penggunanya. Sebelum hadirnya PropTech, ada anggapan bahwa proses pembelian rumah adalah hal yang sulit dan memakan waktu, dan umumnya orang memiliki persepsi bahwa properti harus dapat dilihat secara fisik proses pembangunannya. PropTech hadir untuk menjawab tantangan ini dengan memberikan layanan dari proses pencarian, penjualan hingga pembelian. Keberhasilan dalam mempermudah proses pembelian properti ini mendapatkan respon positif dari kalangan milenial dan generasi Z. Menurut laporan Tren Pasar Pasar Properti Lamud Indonesia pada semester I-2021, tingkat penjualan properti mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 36,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya meski terimbas oleh pandemi Covid-19.

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pencari properti yakni 36,7 persen berada di dalam kisaran umum 18-35 tahun, dan PropTech dapat menstimulasi penjualan properti dengan memikat para pembeli baru. Tentunya PropTech membawa dampak positif bagi para pengembang. Dengan adanya pukulan terhadap pendapatan masyarakat Indonesia di tengah Pandemi Covid-19, pengembang menemukan teman terpercaya melalui keberadaannya PropTech untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Indonesia merupakan pasar properti yang sangat besar, oleh karena itu kerja sama antara pengembang dan PropTech memungkinkan pengembang menjangkau ribuan pasar baru di seluruh pelosok Indonesia melalui jaringan internet. Data Bank Indonesia memperlihatkan, bahwa pada tahun 2020 sektor properti telah berkontribusi sebesar 3,02 persen atau senilai Rp 324,3 triliun pada perekonomian Indonesia.

Tentunya penggabungan kedua sektor krusial teknologi dan real estat dapat memberikan dampak yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Ikang Fawzi menyatakan bahwa pertumbuhan pada sektor properti dapat mempercepat pulihnya perekonomian Indonesia, dan dengan pemanfaatan teknologi, tentunya pemulihan itu akan terlaksana lebih cepat. Untuk tetap kompetitif, sumber daya manusia Indonesia tentu harus dilengkapi dengan kecakapan di bidang teknologi. Wacana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi digital terbesar di dunia tidak dapat terlepas dari kemampuan sumber daya manusianya. Oleh karena itu perusahaan teknologi Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam membantu mewujudkan sumber daya manusia yang kompetitif.

Di sinilah PropTech hadir untuk mengedukasi para agen dalam penggunaan teknologi dengan mengintegrasikan kemampuan sales dengan pemanfaatan teknologi dan big data. Ini tentunya memiliki dampak positif untuk prospek para agen itu sendiri karena memungkinkan mereka mencapai target sales dan meningkatkan taraf kehidupan mereka. Ciptakan Ekosistem Digital Bagi Sektor Properti Kehadiran PropTech memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan semua bagian di dalam sektor properti itu, REI menyatakan bahwa sektor properti memiliki hubungan dengan 174 sektor lain dan 350 industri terkait berskala kecil.

Jababeka industrial Estate

Untuk menjembatani teknologi dan sektor properti, PropTech memiliki peran strategis sebagai fasilitator dan penghubung segala aspek perjalanan pembelian properti yang menjadikannya tonggak utama dalam transformasi digital properti. Sektor properti sendiri telah memiliki sebuah jaringan yang sudah lama terbentuk, PropTech hadir di sini bukan untuk mengganti jaringan tersebut tetapi membantu menghubungkan jaringan tersebut menjadi sebuah ekosistem yang bersifat simbiotik.

Hal ini tentunya hanya dapat terjadi bila ada rasa keterbukaan para pemangku kepentingan di sektor properti terhadap teknologi. Seperti perusahaan digital lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan usaha mikro kecil menengah (UMKM), PropTech hadir untuk menjadi pendukung bangkitnya sektor properti Indonesia pada era digitalisasi. Penggabungan antara sektor teknologi yang kini berkontribusi 4 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp 632 triliun, sektor properti berdampak besar untuk kas negara. Tentunya perjalanan digital Indonesia masih panjang dan perusahaan Proptech memiliki kesempatan untuk membenahi layanan dan meyakinkan para pemangku kepentingan properti bahwa PropTech adalah komplementer positif bagi sektor properti yang ada di Indonesia. Yang perlu ditekankan sekarang ini adalah bahwa kepercayaan sangatlah penting untuk dibangun, terutama antara sektor ekonomi yang sudah ada dengan perusahaan berbasis teknologi.

Seperti rumah menjadi atap bagi seluruh rakyat Indonesia, PropTech hadir sebagai wadah dan pendukung terjalinnya hubungan harmonis antara para pemangku kepentingan properti.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT