Senin, 22 November 2021

Diguyur Hujan Sirkuit Mandalika Tergenang, Siapa Bertanggung Jawab?


Hujan deras yang mengguyur kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (20/11/2021) membuat sejumlah titik di area sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit, tergenang air. Hujan tidak hanya menggenangi area sirkuit, namun juga menyebabkan air di luar sirkuit meluap.

Akibatnya Race 1 World Superbike (WSBK) Indonesia yang rencananya digelar Pukul 15.00 WITA pada hari tersebut pun terpaksa ditunda menjadi Minggu (21/11/2021). Padahal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 telah membangun drainase atau saluran pengendali banjir di KEK Mandalika

Saluran drainase utama di area sirkuit dibangun sepanjang 7.221 meter. Tujuannya untuk mencegah Pertamina Mandalika International Street Circuit terendam banjir. Lalu, mengapa area sirkuit masih tergenang air dan bagaimana fungsi saluran pengendali banjir yang dibangun Kementerian PUPR?

PPK Sungai dan Pantai Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 Kementerian PUPR Sonny Iswanto mengatakan hingga saat ini saluran pengendali banjir di KEK Mandalika sudah beroperasi secara normal. Saluran tersebut dibangun untuk mencegah limpasan air kali yang terdapat di kawasan permukiman warga untuk tidak mengalir dan membanjiri area sirkuit.

“Pekerjaan kami, saluran dari arah Timur 2020 ke Barat 2021. Saat ini aman dan berfungsi baik. Banjir di area sirkuit bukan dari limpasan jalan sebelah Utara, tapi murni tangkapan hujan di area sirkuit,” kata Sonny saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/11/2021). Adapun genangan yang terjadi di sejumlah titik area sirkuit, menurut Sonny, murni dipicu oleh hujan deras yang mengguyur cukup lama di kawasan tersebut.

Dia menjelaskan, area sirkuit juga memiliki sistem drainasenya sendiri yang merupakan wewenang Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). “Posisi sirkuit berada di selatan jalan dan mempunyai sistem drainase sendiri yang sudah diprogramkan dan merupakan kegiatan ITDC. Hanya mungkin pihak IDTC belum tuntas melaksanakannya,” terang dia.

Sonny memastikan saluran pengendali banjir yang telah beroperasi siap melayani limpasan air permukiman. Sejumlah petugas pun telah disiagakan selama event berlangsung untuk mengantisipasi cuaca buruk yang terjadi di kawasan tersebut. “Saluran pengendali banjir siap melayani limpasan. Tapi dalam hal wilayah kerja dalam area sirkuit merupakan kewenangan ITDC. Dan justru kami yang siaga selama event ini dan memantau terus perkembangan cuaca dan hujan di lokasi,” pungkasnya. Untuk diketahui, saluran pengendali banjir KEK Mandalika menghubungkan (sodetan) beberapa anak sungai seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Tobelo, Ngolang, dan Balak yang selanjutnya dialirkan ke tampungan air Lagoon Triputri. Kapasitas saluran total maskimum drainase pengendali banjir KEK Mandalika yaitu 78 meter kubik.

Akan tetapi Kementerian PUPR menambah sedikit kapasitas yang telah ditentukan sebagai upaya peningkatan keamanan. Pwmbangunan drainase menelan anggaran total sebesar Rp 85,9 miliar dengan dua tahun anggaran. Rinciannya, untuk tahun 2020 nilai kontraknya sebesar Rp 57.6 miliar yang dilaksanakan konstruksinya oleh PT Mari Bangun Nusantara dan PT Bangun Mitra Anugerah Lestari KSO dan konsultan supervisi oleh PT Purnatama Kondoteknik KSO dan CV Kekalik Multi Cipta. Sementara untuk anggaran tahun 2021 yaitu mencapai Rp 28.2 miliar yang konstruksinya dilaksanakan oleh PT Citra Putera La Terang. Sementara konsultan supervisi dipegang oleh PT Bagastama Persada dan CV Kekalik Multi Cipta KSO.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT