Harga Kebutuhan Pokok Melambung, Kenaikan Tarif KRL Dikaji Ulang

  • Bagikan
<p>PT Kereta Commuter Indonesia bersiap mengoperasikan lintas Jakarta Kota - Cikarang pada 8 Oktober nanti.  --  PT Kereta Commuter Indonesia (dulu dikenal dengan nama PT KAI Commuter Jabodetabek) adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia yang mengelola KRL Commuter Line.</p>

Pasca momen Lebaran 2022, Kemenhub melakukan kajian ulang tentang rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan menaikan tarif KRL Jabodetabek dalam waktu dekat. Kendati sebelumnya Kemenhub telah membuat kajian tentang penyesuaian tarif KRL Jabodetabek dan direncanakan berlaku pada April 2022. “Kami aja melakukan kajian ulang usai masa mudik Lebaran 2022 ini. Mengingat terjadi juga kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang mempengaruhi daya beli masyarakat,” kata Adita dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (13/05/2022).

Seperti diketahui, wacana kenaikan ini mencuat pada awal 2022. Kemenhub berencana menaikkan tarif KRL dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per 25 kilometer pertama. Meski untuk saat ini Kemenhub masih mengkaji ulang dan mempertimbangkan waktu yang tepat terkait rencana kenaikan tarif KRL.

“Meski begitu, kami tidak akan melakukan penyesuaian tarif perjalanan KRL Jabodetabek dalam waktu dekat ini,” jelasnya. Menurut Adita, nanti pihaknya akan segera menyampaikan ke masyarakat apabila ada penyesuaian tarif. “Namun, untuk penerapannya akan mempertimbangkan berbagai kondisi yang berkembang saat ini,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->