Selasa, 29 Juni 2021

4 Fakta Teranyar Ibu Kota Baru RI yang Ditarget Rampung 2024


Pemerintah Indonesia berencana memiliki ibu kota baru, di mana pembangunan dan operasional tahap awal ditargetkan rampung pada 2024. Kawasan ibu kota baru ini berada di wilayah Kalimantan Timur.
Berdasarkan data perencanaan pembangunan IKN dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), tercatat total lahan ibu kota baru sebesar 256.142,74 hektare (Ha). Sedangkan untuk kawasan inti ibu kota baru akan dibangun di atas lahan seluas 56.189,87 Ha.

Lalu, apa saja yang akan dibangun di ibu kota baru? Berikut informasi selengkapnya:

  1. Mampu Menampung 38 ribu jiwa
    Ibu kota baru yang ditargetkan selesai untuk beroperasional pada 2024 ditargetkan dapat menampung 38 ribu orang. Perhitungan populasi penduduk ini disebut akan mempengaruhi jumlah hunian dan fasilitas yang akan dibangun.

“Data ini masih sementara, dan saat ini terus diperhitungkan berapa kira-kira populasi yang akan dikejar ada di 2024, dan target ini cukup ofensif, walaupun kami masih terus menghitung,” kata Direktur Bina Penataan Bangunan (BPB) Cipta Karya, Boby Ali Azhari, Kamis (17/6/2021).

  1. 12 Ribu Rumah Dibangun
    Di ibu kota baru, pemerintah mencanangkan akan membangun 12 ribu hunian di atas luas lahan 101 hektare (Ha). Nantinya, jumlah hunian yang disediakan akan menentukan jumlah populasi.

Jumlah tower, apartemen atau hunian yang akan dibangun di IKN masih terus diperhitungkan. Kemudian total fasilitas juga menjadi catatan penting kita di IKN ini,” sambung Boby.

  1. Fasilitas yang Tersedia
    Sejumlah fasilitas umum dan sosial di Ibu kota baru juga ditargetkan akan dimiliki pada 2024. Rencananya pemerintah menyediakan 8 hektar untuk fasilitas tersebut.

Lahan kebun raya dan Taman Riparian juga disediakan seluas 300 hektar. Kemudian, ada lahan untuk alun-alun, Bukit Bendera dan Sumbu Kebangsaan tahap 1 seluas 26 hektar.

Sumbu Tripraja atau lahan untuk gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif ditargetkan seluas 10 hektar. Tak lupa akan ada Istana Negara hingga gedung-gedung pemerintahan.

  1. Ada Jalan Raya dan Tol
    Pembangunan jalan raya dan koneksi jalan tol tak lupa juga masuk dalam rencana pembangunan tahap awal. Pemerintah menargetkan koneksi dari ibu kota baru ke Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan dibangun sepanjang 30 km.

Selain itu, jaringan jalan ke kawasan inti pusat pemerintah (KIPP) di ibu kota baru ditargetkan sepanjang 44 km. “Untuk koneksi jalan, Kita ketahui dari Balikpapan menuju KIPP ini kan 1,5 jam. Ada harapan dari bapak presiden apakah waktu tempuh itu bisa menjadi 30 menit. Dan ini Bina Marga sedang mencari alternatif jalan untuk mencapai area sana,” jelasnya.

Sumber ; Detik.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT