Rabu, 8 September 2021

Marketing Sales Modernland Realty Naik 21% Ditopang Penjualan Residensial


Emiten properti PT Modernland Realty Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2021. Pertumbuhan tersebut didorong dari sejumlah faktor seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) serta beberapa promo dari Perseroan.

Modernland Realty mencatat penjualan sektor residensial menjadi kontributor utama dalam transaksi perusahaan meski di tengah pandemi. Terlihat dari proyek-proyek Perseroan seperti Jakarta Garden City, Kota Modern dan ModernHill yang telah membukukan marketing sales sekitar 37% dari total marketing sales Modernland Realty hingga Juni 2021.

Investor Relations and Budgeting Director PT Modernland Realty Tbk, Bobby Heryunda menyampaikan bahwa sepanjang semester I-2021, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp821 miliar atau meningkat 21% dibanding periode yang sama tahun 2020.

“Untuk segmen residensial, proyek Jakarta Garden City masih menjadi kontributor utama penjualan,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Selasa (7/9).

Kemudian segmen hospitality juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar Rp74 miliar atau naik sebesar 71%. Adapun untuk segmen industrial mencatat marketing sales sebesar Rp64 miliar atau terkoreksi sebesar 52% dibanding tahun 2020.

“Segmen industrial mengalami penurunan seiring dengan iklim investasi yang belum menunjukkan pemulihan dan investor masih memilih untuk wait and see,” imbuh Bobby.

Restrukturisasi Obligasi

Sebelumnya, pada awal pekan lalu, Pengadilan Tinggi Singapura telah menyetujui permohonan restrukturisasi Guaranteed Senior Notes 2021 senilai USD150 juta dan Guaranteed Senior Notes 2024 PT Modernland Realty Tbk senilai USD 240 juta melalui proses Scheme of Arrangement yang digelar pada 30 Agustus 2021 lalu.

“Perseroan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh para Pemegang Obligasi serta kerjasama yang baik dari pihak-pihak terkait karena turut terlibat dalam penyelesaian restrukturisasi obligasi tersebut,” tutur Bobby.

Perseroan juga berupaya merampungkan seluruh rangkaian proses agar restrukturisasi menjadi efektif sesuai dengan long-stop date yang disepakati bersama para pemegang obligasi paling lambat tanggal 31 Desember 2021.

CIMB NIAGA

Sumber : Propertiindonesia.id

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT