Jumat, 2 Juli 2021

Ribuan Unit Rusun Bakal Dibangun Lagi Di Yogyakarta


Pembangunan proyek Rusun terus diperbanyak di berbagai wilayah Indonesia. Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 823 unit Rusun di Yogyakarta pada tahun lalu dan dilanjutkan tahun ini untuk sebanyak 9.779 unit yang diperuntukan bagi berbagai kalangan seperti ASN, TNI-Polri, mahasiswa, hingga santri.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan pembangunan hunian bagi masyarakat melalui program rumah susun (Rusun). Untuk wilayah Yogyakarta misalnya, pada tahun 2020 lalu telah dibangun sebanyak 823 unit Rusun dan tahun ini dilanjutkan lagi untuk sebanyak 9.799 unit.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimujono, pembangunan fasilitas hunian berupa Rusun ini menjadi salah satu bukti perhatian pemerintah terkait penyediaan hunian yang layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyediaan hunian yang baik juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan selanjutnya bisa lebih produktif dalam menjalankan berbagai aktivitasnya.

“Kementerian PUPR menyediakan banyak program pembangunan Rusun yang diperuntukkan bagi berbagai kalangan mulai TNI-Polri, aparatur sipi negara (ASN), hingga kalangan mahasiswa maupun santri pondok pesantren. Penyediaan hunian diharapkan bisa terus meningkatkan produktivitas pekerja maupun semangat belajar para mahasiswa,” ujarnya.

Untuk wilayah Yogyakarta, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan proyek lima Rusun. Empat diantaranya diperuntukan untuk lembaga pendidikan yaitu Rusun Asrama Mahasiswa Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum, Rusun Pondok Pesantren Mualimim Muhammadiyah, dan Rusun Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Satu Rusun lainnya untuk ASN Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Rusun Asrama Mahasiswa PIAT UGM dibangun satu tower yang terdiri dari 43 unit. Pekerjaan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan diselesaikann April 2021 dengan biaya Rp14,4 miliar. Rusun ini diperuntukan bagi mahasiswa dan peneliti PIAT UGM. Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum dibangun dengan model barak sebanyak satu tower yang terdiri delapan unit.

Pekerjaan pembangunan fisiknya dilakukan sejak September 2020 hingga Maret 2021 dengan biaya mencapai Rp7,95 miliar. Rusun ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal atau hunian bagi santri pondok pesantren sehingga memudahkan mereka dalam mengikuti proses belajar.

Rusun lainnya yang selesai dibangun di Yogyakarta adalah Rusun Pondok Pesantren Mualimin Muhammadiyah sebanyak satu tower yang tediri atas 86 unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Mei 2021 dengan biaya Rp22,83 miliar.

RumahCom – Pembangunan proyek Rusun terus diperbanyak di berbagai wilayah Indonesia. Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 823 unit Rusun di Yogyakarta pada tahun lalu dan dilanjutkan tahun ini untuk sebanyak 9.779 unit yang diperuntukan bagi berbagai kalangan seperti ASN, TNI-Polri, mahasiswa, hingga santri.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan pembangunan hunian bagi masyarakat melalui program rumah susun (Rusun). Untuk wilayah Yogyakarta misalnya, pada tahun 2020 lalu telah dibangun sebanyak 823 unit Rusun dan tahun ini dilanjutkan lagi untuk sebanyak 9.799 unit.

Jababeka industrial Estate

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimujono, pembangunan fasilitas hunian berupa Rusun ini menjadi salah satu bukti perhatian pemerintah terkait penyediaan hunian yang layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyediaan hunian yang baik juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan selanjutnya bisa lebih produktif dalam menjalankan berbagai aktivitasnya.

“Kementerian PUPR menyediakan banyak program pembangunan Rusun yang diperuntukkan bagi berbagai kalangan mulai TNI-Polri, aparatur sipi negara (ASN), hingga kalangan mahasiswa maupun santri pondok pesantren. Penyediaan hunian diharapkan bisa terus meningkatkan produktivitas pekerja maupun semangat belajar para mahasiswa,” ujarnya.

Untuk wilayah Yogyakarta, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan proyek lima Rusun. Empat diantaranya diperuntukan untuk lembaga pendidikan yaitu Rusun Asrama Mahasiswa Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum, Rusun Pondok Pesantren Mualimim Muhammadiyah, dan Rusun Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Satu Rusun lainnya untuk ASN Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Rusun Asrama Mahasiswa PIAT UGM dibangun satu tower yang terdiri dari 43 unit. Pekerjaan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan diselesaikann April 2021 dengan biaya Rp14,4 miliar. Rusun ini diperuntukan bagi mahasiswa dan peneliti PIAT UGM. Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum dibangun dengan model barak sebanyak satu tower yang terdiri delapan unit.

Pekerjaan pembangunan fisiknya dilakukan sejak September 2020 hingga Maret 2021 dengan biaya mencapai Rp7,95 miliar. Rusun ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal atau hunian bagi santri pondok pesantren sehingga memudahkan mereka dalam mengikuti proses belajar.

Rusun lainnya yang selesai dibangun di Yogyakarta adalah Rusun Pondok Pesantren Mualimin Muhammadiyah sebanyak satu tower yang tediri atas 86 unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Mei 2021 dengan biaya Rp22,83 miliar.

Penting sebelum beli rumah, pahami 5 hal yang penting perlu dipertimbangkan saat membeli rumah agar tak salah pilih. Selengkapnya lihat di video berikut ini.

Kemudian Rusun lembaga pendidikan yang juga sudah selesai dibangun di Yogyakarta yaitu Rusun Asrama Mahasiswa UNY sebanyak satu tower terdiri atas 43 Unit. Pembangunan fisiknya dimulai sejak Februari 2020 dan selesai pada Maret 2021 dengan biaya sebesar Rp15.79 miliar.

Terakhir, rusun yang juga telah selesai dibangun adalah Rusun ASN BBWS Serayu Opak sebanyak satu tower terdiri atas 68 Unit yang ditujukan untuk para ASN yang bertugas dari luar daerah dan belum memiliki tempat tinggal. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Juli 2021 dengan biaya sebesar Rp52,86 miliar.

Setiap unit rusun juga telah dilengkapi dengan furnitur seperti tempat tidur utama, tempat tidur susun, sofa, lemari, meja, dan kursi. Pada setiap Rusun juga menyediakan berbagai sarana seperti ruang serbaguna, ruang pengelola, dan mushola.

Sumber : Rumah.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT