Senin, 19 Juli 2021

Ini Berbagai Target Proyek Infrastruktur Hingga Tahun 2024


Kementerian PUPR terus menggenjot berbagai proyek infrastruktur khususnya jalan tol, jalan provinsi, jembatan, flyover-underpass, dan lainnya. Berbagai infrastruktur ini untuk mengejar indeks daya saing selain mengoneksikan antar kawasan dan meningkatkan potensi daerah-daerah sehingga menjadi kawasan yang lebih baik.

Pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional merupakan faktor pendorong penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian baik secara nasional maupun regional terlebih saat pandemi Covid-19. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) misalnya, dalam rangka mengejar kelayakan investasi dan indeks daya saing infrastruktur.

Menurut Pejabat Utama Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga, dari data Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index/GCI) dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami kenaikan dari peringkat ke-47 pada tahun 2017 menjadi peringkat ke-45 tahun 2018. Namun peringkat ini kembali turun jadi ke-50 pada 2019 disebabkan oleh turunnya kapasitas adopsi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang cukup drastis.

“Indikator lain yang perlu kita perhatikan adalah Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada tahun 2018 yang berada di peringkat ke-46, menempati ranking tertinggi sejak dimulainya pengukuran pada tahun 2010 yang saat itu berada di peringkat ke-75. Namun demikian skor GCI kita pada tahun 2019 sebesar 67,7, lebih baik dari Vietnam dan di bawah Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” katanya.

Karena itu untuk mendukung sistem logistisk nasional, Kementerian PUPR terus melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan untuk peningkatan konektivitas. Sejauh ini Indonesia telah menghasilkan infrastruktur konektivitas yang memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional dan menstimulasi pembangunan di daerah-daerah.

Untuk terus meningkatkan kelancaran logistik, saat ini telah beroperasi jalan tol sepanjang 2.386 km dan pada tahun 2024 nanti ditargetkan panjang tol di Indonesia akan menjadi 5.103 km. Pembangunan jalan tol sendiri juga dikaitkan dengan pengembangan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, pelabuhan untuk meningkatkan kelancaran logistik dan mendorong minat investasi.

Sebagai contoh jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan Kawasan Industri (KI) dengan pelabuhan diantaranya Kawasan Lampung Industrial Park dengan Pelabuhan Panjang, Lampung, dan Bakauheuni. Tol Trans Jawa yang menghubungkan KI Jababeka, Karawang, KI Subang di Jawa Barat, dan KI Batang di Jawa Tengah dengan pelabuhan seperti Pelabuhan Merak dan Tanjung Priok.

Selain itu pemerintah juga tetap memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan dengan target antara lain sepanjang 3.000 km jalan nasional baru, sepanjang 38.726 meter jembatan dibangun, dan sepanjang 31.053 meter flyover dan underpass, serta sepanjang 2.500 km jalan tol baru dan pemeliharaan.

“Dari target tersebut pada tahun 2020 telah direalisasikan antara lain sepanjang 463 km jalan baru, 16.923 meter jembatan, dan 987 meter fly over dan underpass, serta 246 km pembangunan jalan tol baru dan pemeliharaan yang telah beroperasi. Pada tahun 2021, sebanyak 19 ruas tol akan diselesaikan sepanjang 406 km dan saat ini sebagian telah dioperasikan sebanyak 7 ruas sepanjang 52 km, antara lain Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,2 km,” beber Danis.

Sumber : Rumah.com

Jababeka industrial Estate

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT