Selasa, 6 Juli 2021

Oasis Central Sudirman, Ambisi Mitsubishi-Taspen Bangun Supertall Tertinggi di Indonesia


BUMN dana pensiun PT Taspen (Persero) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Mitsubishi Estate Co Jepang dan PT Benhil Property dalam sebuah konsorsium untuk bersama membangun Oasis Central Sudirman. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Direktur Utama Taspen A N S Kosasih, President Director Mitsubishi Estate Indonesia Hiroshi Kato, dan Direktur Utama Taspen Properti Indonesia Bayu Utomo.

Erick mengapresiasi kolaborasi yang akan menghadirkan properti kelas dunia di jantung ibu kota Jakarta. “Saya menyambut baik dan sangat mendukung kolaborasi ini dalam mengembangkan properti berstandar internasional dengan konsep green-energy building, di mana di properti ini juga akan dibangun gedung tertinggi di Jakarta,” ujar Erick dalam siaran pers, Selasa (29/06/2021).

Dia berharap, Mitsubishi Estate Co sebagai salah satu pengembang properti terbesar di dunia akan mampu mewujudkan rencana ini menjadi kenyataan. Menurut Erick, ini merupakan bukti BUMN memiliki kapasitas untuk berkolaborasi dengan mitra internasional dalam menghadirkan bisnis dan properti berkelas dunia di tanah air.

Direktur Utama Taspen A N S Kosasih menambahkan, Taspen Group bangga dapat menggandeng Mitsubishi Estate Co untuk bersama-sama mengembangkan lahan di area terbaik Jakarta. “Kami yakin, kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Taspen Group dan Mitsubishi Estate Co, tetapi juga memperkuat peran BUMN sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia melalui peningkatan Foreign Direct Investment (FDI),” ungkap Kosasih. Menempati area seluas 3,3 hektar di Jalan Jenderal Sudirman Kavling 2, Jakarta Pusat, megaproyek dengan estimasi nilai investasi puluhan triliun ini, dirancang dengan konsep one stop service property.

Oasis Central Sudirman mencakup dua menara yang dihubungkan dengan ruang ritel. Salah satu menara direncanakan memiliki ketinggian lebih dari 340 meter yang terdiri dari 75 lantai.

Menurut Direktur Utama Taspen Properti Indonesia Bayu Utomo, gedung ini masuk kategori supertall, mengacu pada kriteria Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH). Perancangan Oasis Central Sudirman saat ini masih dalam konsep desain, dan akan disempurnakan dalam proses pengembangan desain. “Berdasarkan konsep desain ini jumlah lantai gedung tertingginya adalah 75 lantai. Dengan demikian diperkirakan pada saat desain final ketinggiannya akan jauh melebihi 340 meter, dan akan menjadi gedung tertinggi di Jakarta,” tutur Bayu kepada Kompas.com, Jumat (02/06/2021). Bayu mengungkapan alasan di balik pemilihan rancangan supertall Oasis Central Sudirman, adalah mengoptimalkan KLB yang ada, serta menciptakan bangunan tinggi yang ikonik, multi-fungsi yang terintegrasi, dengan suasana ramah lingkungan dan sehat untuk menciptakan oasis di tengah kota Jakarta. Pada saat gedung beroperasi, diharapkan memperoleh sertifikat green building dan well building. Hal ini sekaligus mengantisipasi kebutuhan konsumen properti pasca-pandemi Covid-19. Selain itu, membangun supertall dengan konsep bangunan hijau juga diharapkan lebih efisien dalam hal perawatan, dan ongkos operasional, Menara pertama Oasis Central Sudirman akan dimanfaatkan sebagai perkantoran sewa, serviced apartments, serta lifestyle retail.

Sementara gedung kedua akan dibangun setinggi 65 lantai yang diperuntukkan bagi strata-title condominiums. Mempertimbangkan lokasi premium dan tingginya harga lahan di Jalan Jenderal Sudirman, Bayu menyebutkan, kondominium yang akan dilempar ke pasar akan dibanderol puluhan juta per meter persegi. Selain itu, lokasi proyek jumbo ini juga diklaim sangat strategis karena berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang sangat dekat dengan beberapa stasiun moda transportasi massal seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, Sky Train Bandara, KRL Jabodetabek, dan BRT TransJakarta.

Lalu, berjarak sangat dekat dari pusat bisnis, perdagangan, dan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Satu dekade Sebelum konstruksi Oasis Central Sudirman direalisasikan, konsorsium terlebih dahulu akan membongkar gedung Taspen lama yang sudah berusia 40 tahun. Pembongkaran ini dilakukan karena gedung Taspen lama atau yang dahulu dikenal sebagai gedung Arthaloka sudah tidak bisa lagi direkabarukan atau up grade.

Rencananya gedung lama akan dibongkar pada awal 2022 mendatang,” imbuh Bayu. Sementara proses konstruksi fisik Oasis Central Sudirman diperkirakan memakan waktu paling lama sekitar satu dekade atau 10 tahun.

Namun demikian, Bayu mengaku, konsorsium belum memilih perusahaan konstruksi sebagai kontraktor pelaksana untuk membangun mixed use development ini.

Jababeka industrial Estate

Satu hal yang pasti, perusahaan konstruksi yang ditunjuk nantinya harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya adalah berpengalaman membangun supertall, reputasi baik, kualifikasi internasional, dan mampu men-deliver tepat waktu dan berkualitas. Adapun skema pengembangan Oasis Central Sudirman yakni Bangun Guna Serah atau Build Operate Transfer (BOT). Untuk selanjutnya, pengelolaan akan dilakukan oleh konsorsium Mitsubishi Estate Co selama 50 tahun.

Betulkah Supertall Tertinggi di Indonesia? Mengutip Nikkei, Oasis Central Sudirman dirancang oleh firma arsitektur NBBJ yang berkantor pusat di Seattle, Washington DC, Amerika Serikat. Firma ini telah menghasilkan sejumlah karya terkenal di dunia seperti Alibaba Headquarters di China, Gedung Sains dan Metallurgi Universitas Cambridge di Inggris, Dubai Mall Medical Centre di Uni Emirat Arab (UEA), dan masih banyak lagi.

Namun demikian, desain arsitektur gedung tertinggi di Oasis Central Sudirman ini dinilai mirip King Power of MahaNakhon, Thailand, yang tuntas dibangun Tahun 2016. Gedung setinggi 314 meter ini didesain oleh perusahaan arsitektur asal Jerman milik Ole Scheeren yakni, Buro Ole Scheeren. MahaNakhon terletak di dekat Stasiun BTS Chong Nonsi, dan dekat pusat bisnis Sathorn, Bangkok, Thailand. Gedung yang dibangun setinggi 78 lantai ini berisi apartemen, hotel, pusat ritel, serta kafe. Pada lantai pertama hingga 18 difungsikan sebagai bagian dari King Power Hotel.

Sementara lantai 23 sampai 73 digunakan sebagai apartemen dengan jumlah 209 unit. Apartemen ini dioperasikan oleh Ritz-Carlton. Terkait hal ini, Bayu memastikan, konsep desain dekonstruksi MahaNakhon sangat berbeda dengan Oasis Central Sudirman. Namun, terkait klaim sebagai supertall tertinggi di Indonesia jika kelak terbangun, Bayu menjelaskan, dalam proses pengembangan desain, umumnya akan ada perubahan-perubahan. Antara lain pada ketinggian bangunan, setelah integrasi desain arsitektur, struktur, mekanikal elektrikal.

Jadi, ketinggian Oasis Central Sudirman akan jauh melebihi 340 meter,” imbuh Bayu. Dalam catatan Kompas.com, hingga saat ini rekor gedung tertinggi masih dipegang Gama Tower di Jl Rasuna Said, Kuningan, yang dibangun Gama Land. Gama Tower menjulang 282 meter. Selain struktur yang dimanfaatkan sebagai perkantoran dan hotel mewah The Westin ini, juga terdapat pengembangan lainnya yang saat ini menuju rekor baru. Proyek tersebut adalah Autograph Tower di kompleks Thamrin Nine milik PT Putragaya Wahana. Proyek ini mengangkasa 382,9 meter dan tengah dalam proses penyelesaian tahap akhir. Peruntukannya adalah perkantoran dan hotel mewah. Dengan demikian rekor gedung tertinggi di Indonesia akan terpecahkan seiring pengoperasian Autograph Tower pada tahun ini.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT