简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Progres Terkini Preservasi Jalintim, Jalur Mudik Palembang-Jambi

  • Bagikan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan. Mengutip Twitter Kementerian PUPR @Kemen_PU, preservasi jalan sepanjang 29,87 kilometer ini telah mencapai progres fisik 40,7 persen. Adapun pekerjaan ini dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai inovasi peningkatan kualitas layanan jalan nasional. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam tinjauan langsungnya pada Jumat (14/4/2022) berharap preservasi Jalintim Sumatera yang turut menghubungkan Palembang-Jambi ini bisa melayani arus mudik Lebaran tahun ini dengan maksimal. “Tidak hanya jalan tol, jalan nasional juga kita cek karena perannya juga penting sebagai jalur logistik. Jalan Lintas Timur ini sekitar 30 kilometer sedang kita perbaiki dan ditata lagi untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penggunanya,” ujar Basuki.

Untuk diketahui, proyek preservasi jalan yang dilakukan sejak Maret 2021 tersebut berupa pemeliharaan rutin, berkala, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Secara keseluruhan, terdapat enam ruas Jalintim Sumsel yang dilakukan preservasi dengan target penyelesaian pada tahun 2023. Keenamnya adalah Jalan Srijaya Raya sepanjang 6,3 kilometer, Jalan Mayjen Yusuf Singadekane sepanjang 5,2 kilometer, dan Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawiranegara sepanjang 3,15 kilometer. Lalu, Jalan Soekarno-Hatta sepanjang 8,32 kilometer, Jalan Akses Terminal Alang-Alang Lebar sepanjang 4 kilometer, dan Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II sepanjang 2,9 kilometer. Proyek ini merupakan usaha patungan antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) melalui PT Jalintim Adhi-Abipraya.

Dalam kerja sama tersebut, Adhi Karya memiliki porsi sebesar 60 persen, sedangkan 40 persen lainnya dimiliki oleh PT Brantas Abipraya. Adapun investasi proyek preservasi Jalintim Sumatera Selatan ini hampir Rp 1 triliun atau tepatnya senilai Rp 982,4 miliar dengan masa konsesi selama 15 tahun. Rinciannya, 3 tahun masa konstruksi, dan 12 tahun masa layanan.

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->