Kamis, 1 Juli 2021

Properti Masih Jadi Primadona Investasi, Ini Cara Dapatkan Aset dengan Harga Menarik


Selain sebagai rencana mempersiapkan keuangan masa depan, berinvestasi juga menjadi cara jitu mengembangkan kekayaan yang telah dimiliki.

Saat ini, tersedia banyak jenis investasi dengan risiko dan tujuan berbeda. Agar memberikan manfaat, pemilihan instrumen harus tepat. Salah satu instrumen investasi yang dianggap relatif minim risiko dan cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang adalah properti. Hal itu karena properti adalah aset yang tahan terhadap fluktuasi. Nilainya pun cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Bukan itu saja, investasi properti dapat berfungsi sebagai sumber passive income jika pemilik menyewakannya kepada pihak lain. Bahkan, pendapatan dari sewa dapat membantu meringankan beban cicilan bila aset dibeli secara kredit.

Apabila cicilan telah selesai, pendapatan sewa dapat dialokasikan untuk keperluan lain. Misalnya, membeli unit properti baru atau sebagai “pegangan” ketika tidak memiliki active income lagi. Kemampuan properti dalam melestarikan kekayaan tidak perlu diragukan lagi. Dalam pemberitaan CNBC, Selasa (1/10/2019), sembilan penasihat The Oracles, sebuah grup untuk pengusaha dan chief of executive (CEO) top dunia, sepakat mengaku properti merupakan kendaraan paling tepat untuk melestarikan kekayaan. Kemudian, taipan industri baja pada abad ke-19 asal Amerika Serikat (AS) Andrew Carnegie sempat mengatakan bahwa hampir 90 persen orang kaya di dunia memperoleh dan mempertahankan harta mereka lewat investasi properti.

Waktu tepat beli properti Sejumlah pakar keuangan maupun pengamat properti sepakat bahwa masa pandemi Covid-19 menjadi waktu yang tepat untuk membeli properti. Salah satunya, Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong. Ia menilai, harga properti saat ini tidak lagi memberatkan alias relatif murah dibanding biasanya. Kondisi ini dilatarbelakangi banyak pengembang yang menggelar promo keringanan harga. “

Salah satu program keringanan pembelian properti yang bisa jadi pertimbangan adalah Wish From Home (WFH) besutan Sinar Mas Land. Program ini terbagi menjadi tiga periode, yakni 6 Maret-30 Juni, 1 Juli-30 September, dan 1 Oktober-31 Desember 2021.

Mengenai keringanan, periode pertama WFH menawarkan benefit paling tinggi dibandingkan dengan dua periode lainnya. Sebut saja keringanan pembiayaan sampai dengan 15 persen, insentif bangunan hingga 10 persen, subsidi uang muka sampai 15 persen, dan subsidi cicilan kredit pemilikan rumah (KPR). Kemudian, gratis Bea Perolehan Hak atas Tanah Bangunan (BPHTB), biaya pengalihan, dan biaya KPR/kredit pemilikan apartemen (KPA). Ada pula tambahan diskon untuk beberapa produk properti Sinar Mas Land, seperti kaveling dan apartemen yang tersebar di daerah tertentu di Indonesia. Bukan itu saja, konsumen juga berhak mendapatkan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) dari Pemerintah yang berlaku hingga akhir Desember 2021.

Adapun skema pemberian insentif PPN terbagi menjadi dua, yaitu 100 persen untuk properti di bawah Rp 2 miliar dan 50 persen untuk properti di atas Rp 2 miliar-5 miliar. Managing Director Corporate Services and Mice Sinar Mas Land Alim Gunadi mengatakan, promo insentif PPN tersebut berlaku untuk semua produk properti Sinar Mas Land yang siap huni, mulai dari non-kaveling, apartemen, dan ruko. “Unit-unit tersebut nantinya akan diserahkan secara fisik kepada pembeli yang melakukan transaksi pada periode pemberian insentif, yaitu Maret hingga Desember 2021,” jelasnya. Karena itu, bagi yang sedang mengincar properti untuk sarana investasi maupun sebagai hunian, sebaiknya segera manfaatkan penawaran dalam program WFH periode pertama.

Hal yang perlu diperhatikan saat hendak membeli properti Agar investasi properti dapat memberikan keuntungan maksimal, terdapat beberapa hal yang perlu diperhitungkan oleh konsumen. Investasi properti secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan membeli produk real estate, seperti rumah, tanah, rumah toko (ruko), atau tanah, untuk mendapatkan return of investment (ROI) alias laba. Pertama, konsumen sebaiknya tak hanya mempertimbangkan faktor visual saat membeli properti, tapi juga lokasi. Unit yang akan dibeli harus berada di lokasi strategis. Sebab, faktor inilah yang akan menentukan harga sewa. Semakin strategis, semakin mahal harganya.

Selain strategis, pastikan juga lokasi properti berada di lingkungan yang aman dari kriminalitas, bebas banjir, dan minim kebisingan. Kedua, ketersediaan fasilitas penunjang yang memudahkan hidup para penghuninya, seperti transportasi, sekolah, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit. Terakhir, reputasi pengembang. Sepak terjang Sinar Mas Land tak perlu diragukan lagi. Perusahaan properti yang berdiri sejak 1987 ini sukses mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia. Bukan itu saja, Sinar Mas Land juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan berskala internasional dalam kurun lima tahun ke belakang.

Jababeka industrial Estate

Sebut saja FIABCI Golden Award di Andorra (2017), MIPIM di Hong Kong (2017), MIPIM Award di Perancis (2018), Asia Pacific Property Awards 2018 di Thailand (2018), dan Best Developer dari Indonesia Property Award 2020. Kemudian, Property Guru Asia Property Awards 2020, World Branding Awards 2021, FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2021, Global Good Governance Awards 2021, BCI Asia Awards 2020/2021, dan Asia Pacific Property Awards 2021. Untuk memudahkan pelanggan mengikuti program WFH, Sinar Mas Land telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank, seperti Bank Mandiri, CIMB Niaga, Permata Bank, Maybank, BCA, BNI, BRI, BTN, UOB, Danamon, OCBC NISP, CCB, Bank Panin, Commonwealth, dan BSI. Informasi lebih lanjut mengenai program Wish From Home bisa ditemukan dengan mengunjungi laman www.sinarmasland.com atau menghubungi nomor telepon 021-53159000.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT