Kamis, 5 September 2019

PT Wika Gedung (WEGE) Kejar Nilai Kontrak Baru Rp 7 Triliun


Finroll.com — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) akan mengejar kontrak baru senilai Rp 7 triliun pada sisa akhir tahun ini.

Nur Al Fata, Direktur Human Capital dan Pengembangan Investasi WEGE mengatakan nilai kontrak tersebut akan dikejar melalui proyek pasar mix, pemerintah, BUMN dan swasta. Menurutnya, beberapa calon proyek dengan nilai besar merupakan proyek lanjutan.

“Ada yang WEGE ikut share minoritas, ada yang kami tahu proyek tersebut sudah harus ditunjuk sebelum akhir tahun,” jelas Nur Al Fata kepada Kontan.co.id, Kamis (5/9/2019).

WEGE atau yang dikenal juga WIKA Gedung sebenarnya baru saja mendapatkan kontrak baru senilai Rp 4,08 triliun. Kontrak tersebut berupa kontrak pekerjaan jasa konstruksi rancang dan bagun pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Kontrak tersebut diperoleh dari PT Jakarta Propertindo selaku pemilik.

Dalam proyek ini, WIKA Gedung menjadi pemimpin dengan porsi 51% dalam skema kerja sama operasi (KSO). Nantinya anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini akan bekerja dengan PT PP Tbk (PTPP) dan PT Jaya Konstruksi.

Sementara Nur Al Fata sendiri menjelaskan hingga saat ini keseluruhan kontrak baru yang sudah diperoleh sejak awal tahun sebesar Rp 4,4 triliun. Sedangkan targetnya sebesar Rp 11,9 triliun.

Meski dalam tiga bulan ini WEGE harus mengejar Rp 7 triliun, Nur optimistis nilai tersebut akan terealisasi. Sehingga sampai saat ini perusahaan belum merivisi target tersebut.

“Sampai saat ini optimistis diraih. Mudah-mudahan tidak ada pergeseran waktu pengumuman pemenang,” jelas dia.

Asal tahu saja, WEGE juga belum banyak merealisasikan belanja modal. Di tahun ini, WEGE sebenarnya menganggarkan belanja modal Rp 1,13 triliun namun baru terkaia Rp 23,7 miliar.

Realisasi mini tersebut akibat tertundanya pembelian IT Sistem yang dinamakan building information modeling (BIM). WEGE memang merencanakan belanja modal tahun ini untuk pembelian sistem guna efisiensi operasional.

FHI indonesia 2021

WEGE menganggarkan dana sekitar Rp 132 miliar untuk belanja sistem tersebut. Sisanya, belanja modal akan digunakan untuk pengembangan lahan, peralatan, workshop dan teknologi informasi.(red)

BACAAN TERKAIT