Siapa Nyana, Masyarakat Indonesia Paling Bahagia Tinggal di Rumah Dinas

  • Bagikan
siapa nyana masyarakat indonesia paling bahagia tinggal di rumah dinas
siapa nyana masyarakat indonesia paling bahagia tinggal di rumah dinas

Rumah merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan semua orang. Bahkan, rumah menjadi salah satu aspek yang memengaruhi kebahagiaan. Kondisi dan fasilitas rumah yang baik diharapkan memberi kepuasan dan kebahagiaan pada hidup seseorang. Termasuk tentang status kepemilikan rumah.

Sebagaimana dilansir dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Indeks Kebahagiaan 2021, kondisi rumah menjadi salah satu variabel yang diukur untuk dapat mengetahui tingkat kebahagiaan masyarakat.

Sementara dalam variabel kondisi rumah, terdapat beberapa komponen yang menjadi survei penilaian. Salah satunya yakni status penguasaan bangunan rumah yang ditinggali masyarakat. Pada komponen ini, terdapat empat status kepemilikan rumah; meliputi rumah dinas, sewa atau kontrak, milik sendiri, dan bebas sewa. Hasil sigi BPS menunjukkan, masyarakat yang tinggal di bangunan berstatus rumah dinas memiliki nilai kepuasan terhadap kondisi dan fasilitas rumah tertinggi, yaitu sebesar 79,95.

Urutan kedua, penduduk yang tinggal di bangunan dengan status milik sendiri memiliki nilai kepuasan terhadap kondisi dan fasilitas rumah senilai 74,01. Selanjutnya, masyarakat yang tinggal di rumah berstatus kontrak atau sewa senilai 71,48 dan pada urutan terakhir penduduk yang tinggal di bangunan berstatus bebas sewa dengan nilai 70,48.

Berdasarkan indeks tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat lebih puas dan bahagia bila tinggal di rumah dinas. Hal ini seiring kondisi dan kelengkapan fasilitas rumah. Dengan demikian, status bangunan hasil beli milik sendiri masih kalah memuaskan soal kondisi dan fasilitas rumahnya dibanding yang berlabel dinas.

Perlu diketahui, selain status penguasaan bangunan yang ditinggali, BPS juga mengukur komponen lain dalam variabel kondisi rumah. Kondisi tersebut meliputi jenis lantai terluas, jenis dinding terluas, jenis atap terluas, sumber penerangan utama yang digunakan, bahan bakar energi utama yang digunakan untuk memasak.

Kemudian, penggunaan fasilitas tempat buang air besar yang digunakan, sumber air untuk minum yang digunakan, kondisi kerusakan rumah, serta kepemilikan atau penguasaan terhadap fasilitas rumah. Untuk diketahui, survei ini dilakukan BPS serentak pada 75.000 tumah tangga di seluruh kabupaten atau kota di 34 provinsi se-Indonesia. Mulai 1 Juli 2021 sampai 27 Agustus 2021.

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->