Rabu, 27 Oktober 2021

Strategi Astra Property Hadapi Tantangan Tahun 2022


Hanya tinggal kurang lebih dua bulan, kita sudah memasuki tahun 2022. Tentu tahun baru nanti akan memiliki tantangan baru terutama bagi para pengembang properti. Bukan hanya masalah pandemi Covid-19 yang belum juga tuntas, namun juga tuntutan digitalisasi di semua lini dan modal lintas negara.

Menurut riset dari Knight Frank, tahun depan para investor dan pengembang properti dari China dan Singapura serta Jepang akan semakin agresif melakukan ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini mau tidak mau akan mendorong kompetisi semakin ketat terutama bagi pengembang lokal seperti Astra Property.

Namun hal ini tidaklah menjadi halangan untuk melangkah karena Astra Property telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasinya. CEO PT Menara Astra Djap Tet Fa mengatakan, perusahaan akan terus mengembangkan proyek-proyek baru di sejumlah wilayah strategis dan prospektif.

“Setelah Jakarta, kami juga akan melakukan perluasan pasar dan ekspansi bisnis wi wilayah Jabodetabek,” ujar Tet Fa menjawab Kompas.com. Rencana ke depan, selain menyelesaikan proyek yang sedang berjalan, Astra Property juga akan merilis proyek-proyek baru residensial dan komersial. Untuk merealisasikan rencana ini, perusahaan telah dan akan bekerja sama kembali dengan mitra internasional yakni Hongkong Land, yang merupakan investor asing asal China, di bawah naungan Astra Land Indonesia (ALI). Adapun konsep pengembangan residensial ke depan tetap mengutamakan kualitas, desain berkelas, dan juga mengadopsi tren terbaru.

“Tiga prinsip yang kami pertanahankan dalam membangun properti adalah desain berkualitas, aksesibilitas-konektivitas, dan kenyamanan-keamanan,” imbuh Tet Fa. Head of Corporate Communications PT Menara Astra Demmy Indranugroho menambahkan, kian ketatnya kompetisi membawa sisi positif yakni dapat menggairahkan industri properti di Indonesia. “Dengan ketatnya persaingan, tentu akan membuat industri properti dalam negeri semakin baik serta menimbulkan supply dan demand baru. Secara keseluruhan, kondisi ini akan menciptakan tingkat kepercayaan diri di pasar,” jelas Demmy kepada Kompas.com, Selasa (26/10/2021). Agar tetap mengikuti dinamika yang terjadi, Astra Property selalu mencermati perilaku pasar dari waktu ke waktu. Hasil pengamatan ini pun menjadi bahan pertimbangan untuk strategi pengembangan serta inovasi dari produk-produk Astra Property.

“Salah satunya adalah GENOVA, yakni konsep waterfront commercial di kawasan Asya, Jakarta Timur. Ini merupakan salah satu inovasi produk kami untuk menjawab tuntutan lifestyle yang berkembang di masyarakat,” tegas Demmy. Selain mengerjakan berbagai proyek hunian dan area komersial, kini Astra Property juga telah terjun ke pembangunan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) di jalan tol. Salah satu proyek yang sudah tuntas pengerjaannya dan operasional adalah RESTA Pendopo KM 456 di ruas Tol Semarang-Solo. “RESTA Pendopo ini memadukan fasilitas jalan tol sekaligus menjadi destinasi kuliner dimana pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam sekitar,” tandas Demmy. Astra Property merupakan Divisi Properti PT ASTRA International Tbk yang diluncurkan sebagai pilar bisnis lini ke-7 pada tahun 2016. Kendati masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Astra Property mencatat pertumbuhan signifikan dari segmen net income operation tahunan sebesar 51 persen per September 2021. Kinerja positif dibuktikan melalui proyek Arumaya Residences di Kawasan TB Simatupang yang telah melakukan topping off pada bulan Maret 2021. Kemudian proyek Asya yang berlokasi di Mega Kawasan Jakarta Garden City yang telah diserahterimakan kepada konsumen.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT