Senin, 8 Februari 2021

Terpukul Pandemi, Marak Hotel Dijual Murah


Akhir-akhir ini, sejumlah hotel dijual secara terang-terangan melalui platform jual-beli online. Dilansir dari beberapa marketplace, hotel dijual dengan harga yang beragam.

Bisnis hotel babak-belur oleh pandemi virus Corona (COVID-19). Bahkan pengusaha yang tak mampu bertahan membuka opsi untuk menjual hotel miliknya.

Salah satunya sebuah otel bintang 3 yang terletak di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat itu dijual seharga Rp 90 miliar melalui platform lamudi.co.id.

Kemudian juga terdapat hotel yang terletak di Jalan Petojo Utara, Jakarta Pusat. Budget hotel dengan 87 kamar itu dijual seharga Rp 110 miliar.

Dilansir dari platform lainnya, yakni olx.co.id, terdapat sebuah hotel yang dibanderol seharga Rp 270 miliar. Hotel yang terletak di Kemang Jakarta Selatan itu memiliki luas tanah 2.700 meter persegi, dengan 76 kamar hotel.

Tidak sampai disitu, di Olx juga terlihat penjualan hotel bintang 5 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Hotel mewah dengan lebih dari 300 kamar itu, dijual dengan harga Rp 2,7 triliun.

Merespons maraknya penjualan hotel secara online, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta menyatakan, sejauh ini asoisiasi tidak menerima laporan terkait penjualan-penjualan tersebut.

“Kalau di OLX kita tidak tahu ya, itu urusan mereka sendiri dan hubungan dengan hotel langsung,” kata Ketua PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, pihaknya tidak mewajibkan hotel untuk melaporkan aksi penjualan, baik secara langsung atau secara online.

“Tidak ada kewajiban itu dan tentu kami tidak kami wajibkan juga karena masalah internal,” ucapnya.

Jababeka industrial Estate

Ditempat terpisah, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda pun mengungkapkan fenomena hotel-hotel dijual sudah terjadi sejak pertengahan 2020.

“Sebetulnya kan hotel-hotel dijual itu kan mulai dari pertengahan 2020 sudah mulai banyak isu-isu dijual, jual, jual kan karena pastinya kan persaingan ketat, terus omzet pun nggak ada,” kata dia.

Lantas, apakah ada orang berduit yang tertarik membeli hotel yang dijual di tengah pandemi COVID-19 ini? Di situasi pandemi ini harga hotel sedang murah-murahnya dan tentu menguntungkan bagi calon pembeli.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda

Sebab, di tengah sepinya tingkat keterisian (okupansi rate) hotel saat pandemi COVID-19 membuat harga jual hotel jatuh.

“Kalau si pembeli itu membeli saat ini sebetulnya bargaining-nya (posisi tawarnya) luar biasa saat ini, diskon sampai 50%-60% karena penilaian hotel saat ini pun kalau kita anggap rata-rata okupansi rate bisa sampai 3% sampai 5% malah kayak yang di Bali segala macam, tapi di Jakarta masih 20% 30% itu penilaiannya bisa jatuh sampai 60% sebetulnya, harga jualnya,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bisnis hotel masih menjanjikan untuk jangka panjang, apalagi yang lokasinya dekat tempat wisata.

“Kalau kita ngomong jangka panjang, hotel masih bagus khususnya di daerah wisata. Maka saya lihat sebetulnya hotel-hotel yang saat ini dijual karena memang secara operasional si pemiliknya itu tidak mau penyertaan lagi karena mungkin sudah rugi nih,” jelas Ali.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran juga menyatakan bahwa hotel-hotel yang dijual saat pandemi harganya miring. Tapi, belum tentu ada yang beli.

“Yang dijual itu pun belum tentu ada upaya orang bisa membeli karena situasi seperti ini, kan belum tentu juga. Dan penjualan itu bukan penjualan normal, penjualan yang memang benar-benar yang harganya sangat-sangat murah karena kondisinya sudah kepepet,” tambahnya.

BACAAN TERKAIT