Connect with us

Sepakbola

Ini Alasan Zinedine Zidane Berteriak pada Akhir Laga Granada Vs Real Madrid

Published

on


Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memperharikan pemainnya saat melawan Granada pada laga lanjutan La Liga pekan ke-36 di di Estadio Nuevo Los Carmenes, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB. Real Madrid menang 2-1 atas Granada. (AP/Jose Breton)

Finroll.com, Jakarta – Ada sebuah pemandangan yang menarik saat Real Madrid bertemu Granada dalam laga lanjutan La Liga hari Selasa (14/7/2020). Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, tampak berteriak pada akhir pertandingan.

Pertandingan yang berlangsung di Los Carmenes itu berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk kemenangan Real Madrid. Kedua gol dari klub berjuluk Los Merengues tersebut dicetak oleh Ferland Mendy dan Karim Benzema.

Mendy dan Benzema mencetak gol saat pertandingan baru berjalan selama 16 menit. Namun, jantung Madrid sempat dibuat berdegup kencang lantaran pemain Granada, Darwin Machis, mencetak gol di menit ke-51.

Beruntung, Granada gagal menambah koleksi golnya sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk Real Madrid. Hasil ini membuat Madrid menambah jarak dengan Barcelona di klasemen menjadi empat poin lagi.

Pertandingan kali ini cukup menegangkan. Bahkan Zidane, yang biasanya tenang di pinggir lapangan, sampai berteriak saat wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

“Saya berteriak karena senang dan penderitaan di sepak bola,” ucap Zidane kepada awak media usai pertandingan, seperti yang dikutip dari Marca.

“Wajar untuk berteriak, sebab tiga poin ini sangat penting. Saya berteriak untuk memberitahu pemain bahwa mereka tampil impresif. Saya merasa senang,” lanjutnya.

Soal Pertandingan

Zidane kemudian beralih mengomentari pertandingan yang berlangsung dini hari tadi WIB. Ia mengatakan bahwa Real Madrid tampil impresif pada babak pertama, namun menurun di 45 menit kedua.

“Kami tampil dengan sangat baik di babak pertama, impresif saat menguasai bola. Babak kedua tidak begitu bagus, namun itu karena permainan lawan kami,” tambahnya.

“Untuk bisa mencapai suatu tempat di La Liga, anda harus merasakan sedikit penderitaan dan kami bisa melaluinya sebagai sebuah tim,” pungkasnya.

Setelah ini, Real Madrid bakalan bertemu Villarreal yang sekarang menempati peringkat ke-5 pada Jumat (17/7/2020) dini hari nanti. Jika mampu meraih kemenangan, maka Los Merengues dipastikan menjadi juara La Liga musim ini. (Bola.com)(GE)

Sepakbola

Mauricio Pochettino Tergoda Melatih Barcelona, Padahal Dulu Lebih Memilih Jadi Petani di Argentina

Published

on

By

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino merayakan kemenangan timnya 3-2 atas Ajax Amsterdam pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. (AP Photo/Peter Dejong)

Finroll.com, Jakarta –  Mauricio Pochettino mengungkapkan bahwa ia tidak menutup kemungkinan menukangi Barcelona suatu saat nanti. Ia mengatakan bahwa masa depan tak ada yang tahu.

Saat ini, Mauricio Pochettino masih berstatus tanpa klub setelah kontraknya diputus manajemen Tottenham Hotspur pada November 2019. Padahal, musim sebelumnya ia sukses membawa klub berjulukan The Lilywhites itu melenggang ke partai final Liga Champions.

Ketika masih menangani Spurs, Pochettino sebetulnya pernah diisukan bakal melatih Real Madrid atau Barcelona. Namun manajer asal Argentina itu memilih memperpanjang kontrak di Tottenham Stadium.

Jauh sebelumnya, tepatnya pada 2018, Pochettino mengatakan “Lebih baik saya jadi petani di Argentina daripada melatih Barcelona”.

Pernyataan itu diungkapkan karena kecintaannya terhadap Espanyol, klubnya ketika aktif sebagai pemain dan tim pertama di mana ia memulai karier kepelatihannya.

Kini, Pochettino justru mengatakan bahwa melatih Barcelona adalah sebuah kemungkinan. Terlebih ketika kans itu terbuka menyusul masa depan tak menentu yang dihadapi Quique Setien.

“Waktu saya bilang itu (enggan melatih Barcelona), saya ada di Barcelona dan bertemu dengan Jose Maria Bartomeu. Lokasinya di sebuah bar. Kami berbicara mengenai anak kami yang kebetulan ada di sekolah yang sama,” kata Pochettino.

“Pertemuan itu memicu rumor antara saya dengan Barcelona. Jadi waktu dia tanya saya soal melatih Barcelona, saya cuma mau memberikan penegasan saja, bahwa saya adalah manajer Tottenham Hotspur.”

“Bukannya saya mau mengecilkan Barcelona, Anda (wartawan) boleh-boleh saja membuat berita seperti itu. Espanyol yang membentuk saya, tapi saya tidak arogan. Mungkin sekarang (melatih Barcelona) mustahil, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti,” kata Mauricio Pochettino.

Butuh Tantangan

Mantan manajer Tottenhan Hotspur, Mauricio Pochettino, mengisyaratkan bakal melatih klub di luar Premier League. Pochettino mengaku tertarik pada tantangan dan cakrawala baru di luar Inggris.

“Premier League memiliki keunggulan komersial, tetapi La Liga, Serie A, Ligue 1 dan Bundesliga juga kuat,” katanya kepada surat kabar El Pais di Spanyol.

“Saya cocok dengan Premier League, tetapi saya terbuka untuk tantangan baru dan bekerja dengan cakrawala baru dapat meningkatkan saya sebagai pelatih.”

“Orang-orang bertindak seolah-olah para pelatih menginginkan sebuah proyek, tetapi kenyataannya adalah kami hanya ingin menemukan sebuah klub dan presiden yang ide-idenya secara bertahap dapat membawa kami menuju kesuksesan.

“Ketika tawaran itu tiba, maka saya akan mengatakan ya.” (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Dua Pemain Chelsea Jadi Tumbal untuk Laga Kontra Bayern Munchen di Liga Champions

Published

on

By

Pemain Chelsea, Christian Pulisic, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arsenal pada laga final Piala FA di Stadion Wembley, London, Sabtu (1/8/2020). Arsenal menang 2-1 atas Chelsea. (Adam Davy/Pool via AP)

Finroll.com, Jakarta – Apes benar nasib Chelsea. Setelah kalah 1-2 dari Arsenal pada babak final Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (1/8/2020), tim berjulukan The Blues itu juga harus kehilangan dua pemainya untuk babak 16 besar Liga Champions.

Manajer Chelsea, Frank Lampard, mengonfirmasi bahwa tiga pemainnya, Christian Pulisic, Cesar Azplicueta, dan Pedro Rodriguez tidak akan sembuh dalam waktu dekat. Ketiganya dibekap cedera ketika The Blues tunduk di tangan Arsenal.

Chelsea akan menantang Bayern Munchen pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena pada 8 Agustus 2020. Pada pertemuan pertama, The Blues dihajar 0-3 di Stamford Bridge.

“Saya tidak tahu betul mengenai detail cedera keduanya. Tetapi saya tahu keduanya mengalami hamstring dan harus diobservasi selama beberapa hari ke depan,” kata Lampard dinukil dari Sky Sports.

“Mereka jelas tidak akan fit untuk minggu depan melawan Bayern Munchen,” jelas pelatih berusia 42 tahun tersebut.

Partai Perpisahan Pedro Rodriguez

Berbeda dengan Pulisic dan Azplicueta, Pedro mengalami diskolasi bahu. Partai melawan Arsenal pun menjadi pertandingan perpisahan bagi winger berusia 33 tahun tersebut.

Pasalnya untuk musim depan, Pedro akan bergabung dengan AS Roma setelah kontraknya bersama Chelsea rampung.

“Ini akan menjadi akhir yang mengecewakan baginya sebab melawan Arsenal akan menjadi penampilan terakhirnya dengan Chelsea,” tutur Lampard. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Demi Aubameyang, Juara Piala FA Harga Mati Arsenal

Published

on

By

Aubameyang berpotensi hengkang jika Arsenal gagal juara Piala FA. (AP/Richard Heathcote)

Finroll.com, Jakarta –  Arsenal wajib mengalahkan Chelsea untuk mengangkat trofi Piala FA di Stadion Wembley, London, Sabtu (1/8). Hal ini harus diwujudkan agar Pierre Emerick-Aubameyang tetap bersama The Gunners musim depan.

Piala FA jadi satu-satunya trofi yang bisa diraih The Gunners musim ini. Pasalnya, Arsenal sudah tersingkir di Liga Europa dan hanya finis di posisi ke-8 Liga Inggris.

Kegagalan mengangkat trofi Piala FA bisa berdampak negatif buat pemain seperti Aubameyang. Penyerang asal Gabon itu jelas tak ingin bertahan lebih lama di Stadion Emirates tanpa garansi meraih gelar dalam waktu dekat.

Dengan usianya saat ini yang menginjak 31 tahun, Aubameyang tak punya banyak waktu lagi untuk menunggu. Ia butuh tim yang bisa menggaransi minimal satu gelar tiap musimnya.

Klub yang berminat pada kemampuan Aubameyang juga nyaris tak pernah sepi. Pemain yang terikat kontrak hingga 30 Juni 2021 itu sempat dikaitkan dengan dua tim raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona.

Madrid dan Barcelona saat ini berada di level yang lebih baik ketimbang Arsenal. Selain rutin bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol, Madrid dan Barcelona selalu tampil di Liga Champions.

Dua nilai plus yang jelas tidak dimiliki Arsenal. Bahkan, bisa atau tidaknya tim London Barat tampil di pentas Eropa akan bergantung pada hasil melawan Chelsea. Jika kalah, maka skuad asuhan Mikel Arteta harus melupakan keinginan bermain di pentas Liga Europa.

Kegagalan itu juga berarti tidak ada pemasukan sebesar 30 juta poundsterling karena bisa berlaga di pentas Eropa. Hal itu bisa berdampak pada perpanjangan kontrak Aubameyang yang akan habis musim depan.

Sesuai kontrak Aubameyang mendapatkan gaji 250 ribu poundsterling per pekan. Besaran gaji yang tidak kecil bagi Arsenal di tengah persoalan finansial karena dampak virus corona.

Aubameyang sendiri tetap produktif meski Arsenal kesulitan bersaing di papan atas Liga Inggris dan meraih gelar bergengsi lainnya. Ia berhasil mencetak 27 gol dari 43 pertandingan di semua ajang.

Dalam perebutan sepatu emas Liga Inggris, Aubameyang hanya berselisih satu gol dari bomber Leicester City, Jamie Vardy yang mengoleksi 23 gol dalam semusim.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending