Connect with us

Business

Ini Daftar 11 Perusahaan Indonesia Terbaik se-Asia Pasifik

Published

on


Finroll.com –  Majalah Forbes merilis daftar 200 perusahaan terbaik di Asia Pasifik 2019 dengan pendapatan di atas 1 miliar dolar AS, kemarin. Sebanyak 11 perusahaan asal Indonesia masuk dalam daftar tersebut.

Seperti dikutip dari laman resmi Forbes, Senin (9/9), daftar perusahaan terbaik yang diberi nama “Best Over A Billion” itu merupakan kategori baru yang dirilis Forbes untuk melengkapi “Best Under A Billion” atau perusahaan-perusahaan kecil dan menengah dengan pendapatan di bawah 1 miliar dolar AS.

Sebanyak 200 perusahaan itu terpilih dari sebanyak 3.200 korporasi di Asia-Pasifik yang telah melantai di pasar modal. Mereka dipilih berdasarkan sejumlah kriteria, yakni tingkat rata-rata penjualan selama lima tahun terakhir, pertumbuhan pendapatan operasional, pengembalian modal, hingga proyeksi pertumbuhan selama satu atau dua tahun ke depan.

Terdapat 11 perusahaan Tanah Air yang masuk dalam daftar itu, yaitu Adaro Energy, Bank Central Asia (BCA), Bayan Resources, Chandra Asri Petrochemical, Gudang Garam, dan Indah Kiat Pulp & Paper. Selain itu, ada Indofood Sukses Makmur, Japfa, Kalbe Farma, Mayora Indah, dan Sumber Alfaria Trijaya.

Direktur Utama Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengaku bangga perusahaannya bisa masuk ke dalam daftar Forbes. Jahja mengatakan, hal tersebut semakin memotivasi BCA untuk terus melakukan perbaikan kinerja.

Menurut dia, perusahaan selama ini sangat gencar mengembangkan teknologi. “Kami senang masuk Forbes. Semoga lebih banyak perusahaan Indonesia yang masuk agar pasar modal semakin berkembang,” ucap Jahja.

BCA telah menganggarkan cost and capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar Rp 5,2 triliun untuk mengembangkan digitalisasi. Besaran angka tersebut naik 24 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Belanja modal itu dianggarkan untuk peningkatan sistem keamanan, perangkat lunak, dan perangkat keras. Namun, kendati perusahaan gencar mengembangkan digitalisasi, kata Jahja, perusahaan tetap mempertahankan fasilitas konvesional. Itu karena tidak semua nasabahnya melek teknologi.

Adapun dari sisi kinerja, BCA pada semester I 2019 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,9 persen menjadi Rp 12,9 triliun dari Rp 11,4 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Sementara itu, Forbes mencatat BCA meraup laba 5,2 miliar dolar AS dengan total aset 57,4 miliar dolar AS pada 2018.

Peningkatan inovasi juga menjadi komitmen Kalbe Farma sebagai salah satu perusahaan RI yang masuk ke dalam daftar 200 perusahaan terbaik di Asia-Pasifik. Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, perusahaan akan terus meningkatkan kemampuan inovasi melalui sumber daya manusia (SDM) unggul dan riset terapan secara efektif.

Selain itu, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun nilai perusahaan. Dia menegaskan, inovasi harus terus dilahirkan agar bisnis perusahaan tetap sesuai dengan perkembangan zaman. “Kemampuan inovasi terus kami pupuk melalui SDM yang unggul dan riset terapan efektif. Perusahaan ingin perkembangan zaman dan perkembangan digitalisasi,” kata dia.

Kalbe Farma merupakan salah satu perusahaan bidang farmasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan keuangannya, perusahaan mampu membukukan laba bersih Rp 1,25 triliun pada semester I 2019. Jumlah laba tersebut naik 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, 11 perusahaan RI yang masuk dalam daftar 200 perusahaan terbaik Asia-Pasifik menandakan bahwa tak semua perusahaan terdampak tekanan ekonomi global, terutama perusahaan yang mengandalkan permintaan pasar domestik.

“Mungkin yang berbasis komoditas tertekan, tetapi kalau yang market base domestik bisa tumbuh,” kata Andry, menilai. Dia melanjutkan, perusahaan Indonesia harus mampu mematangkan strategi di tengah tekanan ekonomi dalam negeri dan global. Sebab, apabila perusahaan tersebut tidak mampu mempertahankan kinerja, mereka akan mengalami kemunduran.

Business

Awal Tahun Ini, Proyek Jasa Migas Radiant Utama Interinsco (RUIS) di Meliwis Bakal Rampung

Published

on

Finroll.com — Tahun 2020, perusahaan jasa minyak dan gas (migas) PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tak hanya disibukkan mencari kontrak baru. RUIS juga tengah menyelesaikan proyek  Mobile Offshore Production Unit  (MOPU) di lapangan Meliwis.

Sebagai informasi, RUIS melakukan proyek kegiatan operasional berupa penyambungan ladang minyak Meliwis dengan MOPU milik perusahaan yang berada di Sumur Maleo.

Direktur Utama RUIS Sofwan Farisyi menyampaikan, pengerjaan proyek MOPU sudah hampir rampung.Ia juga memastikan proyek tersebut akan selesai secara bertahap di awal kuartal pertama 2019 dan kemudian terakhir di kuartal kedua tahun ini.

Untuk menggarap proyek MOPU di sumur Meliwis, RUIS mengucurkan  capital expenditure  (capex) atau belanja modal sekitar US$ 17,2 juta. Belum disebutkan realisasi penyerapan capex hingga akhir tahun kemarin, namun perusahaan sudah menggunakan dana belanja modalnya sebanyak US$ 13,5 juta per September lalu.

“Kami juga tidak menyediakan tambahan capex untuk proyek sumur Meliwis tersebut,” ujar dia, Senin (27/1).Yang pasti, RUIS akan memperoleh manfaat besar ketika proyek MOPU telah selesai.

Hitungan Sofwan, berkat keberadaan proyek tersebut, RUIS akan meraih tambahan pendapatan sekitar US$ 7 juta untuk 3 tahun ke depan.

Di luar itu, Sofwan mengaku RUIS masih mengerjakan sejumlah proyek di sektor jasa penunjang operasi pada tahun ini. Namun, ia tidak menjabarkan proyek-proyek yang dimaksud. Ia bilang, pihakRUIS tidak mengalokasikan capex khusus untuk proyek tersebut.

RUIS juga mengupayakan peningkatan kinerja pada tahun ini. Perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 20%-30% pada tahun ini.

Selain mengandalkan hasil dari proyek-proyek yang ada, RUIS juga akan mencari kontrak-kontrak baru yang ditargetkan sekitar Rp 2 triliun guna mendongkrak kinerja di tahun ini. Jumlah tersebut lebih rendah ketimbang target kontrak baru perusahaan di tahun lalu di kisaran Rp 3,5 triliun.

Manajemen RUIS tidak ingin gegabah dalam mencari kontrak baru jasa migas sepanjang tahun ini. Adapun kontrak baru yang hendak diprioritaskan RUIS di tahun ini berasal dari sektor bisnis jasa inspeksi dan jasa penunjang konstruksi.”Kedua sektor ini dipilih dengan pertimbangan bahwa perusahaan mencari marjin keuntungan yang lebih tinggi,” ungkap Sofwan.(red)

Continue Reading

Business

Kemenkop dan UKM Bersama Kementan Sepakat Bangun Korporatisasi Petani Berbasis Koperasi

Published

on

Finroll.com — Salah satu syarat utama terwujudnya korporatisasi petani adalah adanya kelembagaan ekonomi petani yang kuat. Tidak lagi individualistik dan tidak lagi sendiri-sendiri.

“Karenanya, kita harus mendorong petani berkoperasi. Koperasilah yang akan menjaga setiap anggota mendapatkan keuntungan yang sama, dan bilamana rugi resikonya dibagi ke seluruh anggota sehingga ruginya tidak terasa”, kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, usai penandatanganan MoU dengan Kementerian Pertanian terkait pengembangan Korporasi Petani Berbasis Koperasi Dalam Rangka Industrialisasi Pertanian, dalam siaran pers, pada acara Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020, di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Menurut Teten, koperasi menjadi instrumen yang paling mungkin mengkonsolidasikan lahan-lahan yang kecil-kecil menjadi berskala. Mengkonsolidasikan pembiayaan, dan melakukan kemitraan dengan usaha besar, bahkan mengakses pasar dalam porsi lebih berkeadilan.

“Tak ada jalan lain, percepatan agenda korporatisasi petani harus sama-sama kita lakukan dengan berbasis koperasi”, tegas Teten.

Untuk itu, lanjut Teten, Kementan dan Kemenkop dan UKM dapat berkolaborasi mengawalnya.

“Kami usul, agar lebih konkrit, kita perlu membuat pilot project perberasan di Koperasi Citra Kinaraya, Mlatiharjo, Demak Jawa Tengah”, ungkap Menkop dan UKM.

Jika dapat disepakati, menurut Teten, ada empat pekerjaan rumah yang akan dilakukan bersama. Yaitu, pertama, memperluas inisiatif dari saat ini 100 hektar menjadi 1.000 hektar.

Kedua, memperkuat koperasi primer petani di Demak, Sragen, Grobogan dan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang ingin diintegrasikan. Ketiga, pembesaran RMU. Keempat, skema pembiayaan.

Teten mencontohkan, pertanian di negara-negara lain. Diantaranya, Malaysia dengan Felda dan Felcra-nya. Atau, koperasi pertanian di Belanda yang berkembang pesat.

“Intinya, konsolidasi lahan yang kecil-kecil harus dilakukan, begitu juga konsolidasi komoditi melalui clustering pertanian dan perkebunan harus dilakukan.

Termasuk konsolidasi program lintas KL harus dilakukan. “Sehingga, pada akhirnya pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan menjadi lebih berskala dan efisien”, papar Teten.

Teten mengakui, inisiatif semacam itu mudah ditemukan dalam manajemen korporasi. Tapi, petani tak harus menjadi korporasi untuk memiliki manajemen semacam itu. Cukup, perkuat koperasinya sehingga memiliki manajemen usaha berskala seperti korporasi. “Inilah yang yang disebut korporatisasi petani”, tandas Menkop dan UKM.

Terlebih lagi, di mata Teten, iklim politik kebijakan nasional saat ini memungkinkan untuk korporatisasi petani diterapkan secara luas dalam empat tahun ke depan. “Kita sudah punya kebijakan Perhutanan Sosial sebagai afirmasi akses petani terhadap lahan. Kita sudah punya BLU, KUR dan ragam fintech pertanian untuk afirmasi akses pembiayaan bagi petani”, ungkap Teten.

Selain itu, Teten menambahkan, pihaknya juga sudah memiliki berbagai platform digital untuk menghubungkan langsung antara petani dengan konsumen.”Bahkan, kita sedang menyiapkan Rumah Produksi Bersama dan Rumah Ekspor untuk produk-produk pertanian yang hendak masuk ke pasar global”, ucap Teten.

Komitmen Bersama

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya komitmen bersama lintas sektoral dan kementerian agar pertanian nasional bisa maju dan mandiri. “Perintah Presiden Jokowi sudah jelas, yaitu membangun pertanian yang mandiri dan maju. Kita harus berkolaborasi mewujudkan itu dalam meningkatkan produktifitas sektor pertanian”, tandas Mentan.

Mentan pun menegaskan bahwa dirinya bersama Menkop dan UKM akan terus mendorong program ekspor sektor pertanian.

“Hampir seluruh dunia membutuhkan komoditas pertanian. Dan sebagai negeri tropis, kita memiliki semua komoditas yang dibutuhkan, dari mulai sayur-sayuran hingga buah-buahan”, kata Mentan.

Terkait program korporasi petani, Mentan Syahrul mengungkapkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dijadikan satu kekuatan utama untuk mewujudkan itu.

“Saya yang akan langsung mengontrol KUR di sektor pertanian bersama para Gubernur, ketika ada penyaluran KUR untuk petani sebesar Rp1 triliun untuk satu provinsi”, ucap Mentan.

Mentan berharap, petani yang akan mendapatkan KUR, minimal sebesar Rp50 juta per petani, harus sudah terdaftar dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan.

“Gapoktan itu merupakan bentuk sharing company, yang di dalamnya ada UKM-nya”, pungkas Mentan.(red)

Continue Reading

Business

7 Keuntungan Yang Diperoleh Pemberi Pinjaman di Cashwagon

Published

on

Finroll.com — Cashwagon memberikan 7 (tujuh) Keuntungan yang dapat diperoleh pemberi pinjaman. Ketujuh keuntungan tersebut antara lain adalah, dapat memulai dengan uji coba (trial) hanya dengan Rp 500.000 selama 10 hari. Dapat meraih bunga sampai 30% per tahun. Jangka waktu pendanaan yang bervariasi dari 10 sampai 360 hari. Interface platform yang mudah digunakan. Selain itu Cashwagon juga memberikan Permohonan pinjaman hanya dapat diperoleh oleh peminjam yang sudah dievaluasi oleh sistem teknologi berbasis A.I (Artificial Intelligence).

Penyaluran dana dari pemberi pinjaman diatur secara cermat menjadi sejumlah besar pinjaman jangka pendek. Serta semua detail, syarat dan ketentuan dibuka secara transparan, sehingga tak ada biaya dan klausul yang merugikan.

Demikian hal tersebut diungkapkan CEO PT. Kas Wagon Indonesia, Asri Anjarsari dalam acara Talk Show Cashwagon The Rich Club, di The Maj, Senayan Jakarta, Senin (20/1/2020).

Asri menjelaskan, Cashwagon (Kas Wagon) Indonesia yang diluncurkan pada November 2017, muncul sebagai platform P2P (Peer-to-Peer) inovatif, yang mengubah cara orang memperoleh dana tambahan dan mengakses cicilan jangka pendek secara online.

Platform ini membantu menghubungkan para pemberi pinjaman, yang dapat meraih keuntungan minimal Rp 500.000, dengan para peminjam yang sudah diverifikasi oleh sebuah software peniliaian berbasis Artificial Intelligence yang dimiliki Cashwagon,” jelasnya.

Selain sebagai platfotm P2P yang inovatif lanjut Asri, Cashwagon juga ingin memberikan kontribusi positif dengan memberikan edukasi tentang pendanaan kepada semua pihak dalam ekosistemnya. Salah satu contohnya adalah dengan menggelar Cashwagon The Rich Club,” lanjutnya.

Masih kata Asri, Cashwagon telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, hanya dalam waktu dua tahun sudah lebih dari 350.000 peminjam yang telah terverifikasi.

Cashwagon memang menjadi jawaban atas tantangan literasi keuangan dan keterbatasan institusi tradisional saat ini.

Selain itu Cashwagon juga membuka akses pinjaman jangka pendek untuk masyarakat Indonesia yang sangat membutuhkan dana. Sementara di sisi lain, para pemberi pinjaman juga dapat memperoleh keuntungan signifikan dari kesepakatan tersebut.

Para pemberi pinjaman dapat meraih Presentase Bunga Tahunan (APR) hingga 25% hanya dengan mendaftar, memilih strategi pendapatan, dan menyalurkan dananya.

Cashwagon juga sudah menyiapkan tawaran spesial di ulang tahun ke-2 nya, yaitu berupa tambahan bonus bunga 5 % APR. Penawaran spesial ini juga memungkinkan para pemberi pinjaman memilih produk dengan total bunga tahunan maksimal 30% per tahun. Tawaran ini berlaku dari 20 Januari sampai 31 Januari 2020.

Untuk pendanaan dengan tenor 180 hari atau lebih, Cashwagon membuat pilihan pembayaran bunga bulanan yang menjadikan pendanaan P2P platform ini terasa klasik.

Jika pemberi pinjaman memilih pendapatan dalam jangka pendek, ia akan mendapatkan semua bunga pada saat jatuh tempo. Dan tentunya, pemberi pinjaman dapat memilih untuk menarik uang serta pendapatannya, atau mempercayakannya lagi pada Cashwagon, untuk menghasikan lebih banyak lagi.

“Kami terus mengusahakan yang terbaik untuk para pemberi pinjaman dalam mencari tambahan penghasilan, dan para peminjam yang merasa terabaikan oleh lembaga keuangan tradisional,” ucap, Asri Anjarsari.

Ia juga menambahkan seputar keberhasilan Cashwagon sampai saat ini, “Sistem penilaian berbasis teknologi A.I (Artificial Intelligence) yang kami miliki, memungkinkan kami dengan cepat menentukan kemampuan seorang peminjam dalam membayar cicilan, untuk efisiensi dan keamanan,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending