Connect with us

Kuliner

Ini Dia 10 Makanan Pemicu Penyakit Jantung

Published

on


Finroll.com — Kesehatan jantung adalah organ tubuh yang paling vital, jantung harus dijaga dengan cara berolahraga dengan teratur dan menjaga makanan. Penyakit jantung ditandai penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri kemudian dapat menyumbat arteri.

Oleh karena itu, jauhilah makanan pemicu dan atur pola makan yang sehat supaya terhindar dari penyakit degeneratif ini. Dikutip dari CNN Indonesia, berikut 10 makanan yang harus dihindari karena tak baik untuk kesehatan jantung.

1. Gula, garam, dan lemak
Semakin banyak mengonsumsi garam, gula, dan lemak, maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Mulailah untuk menguranginya dalam makanan Anda. Makan sayur dan buah untuk mengimbangi nutrisi tubuh.

2. Daging olahan
Makanan seperti hot dog, sosis, bacon, dan nugget berpotensi menyebabkan jantung menjadi tidak sehat. Ini disebabkan tingginya garam, kalori, dan lemak jenuh dalam makanan olahan itu. Jika mengonsumsinya secara berlebihan tentu akan meningkatkan peluang serangan jantung dan stroke.

3. Daging merah
Daging merah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Daging merah pada sapi, domba, atau babi memproduksi lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Soda
Sering tak disadari bahwa sumber tambahan gula terbesar bukan dari makanan, tetapi dari minuman seperti soda. Soda mengandung banyak pemanis buatan yang bahaya menyebabkan diabetes. Orang yang sering minum soda juga cenderung mengalami obesitas dari berat normalnya.

5. Kue
Beberapa kue yang dipanggang seperti kukis dan muffin biasanya mengandung tinggi gula dan lemak jenuh (seperti mentega atau minyak sawit) dan lemak trans. Mereka yang sering mengonsumsi makanan ini akan berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

6. Mi instan
Meskipun enak dan cepat disajikan, sering makan mi instan akan meningkatkan risiko perubahan metabolisme karena kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, dan beban glikemik. Orang yang mengidap sindrom metabolik cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

7. Pizza
Sebagian pizza bisa menjadi makanan yang menyehatkan jika diolah dengan benar. Tapi kebanyakan, pizza diolah dengan jumlah sodium, lemak serta kalori tinggi. Tentu hal ini dapat meningkatkan risiko alami gangguan jantung.

8. Alkohol
Alkohol adalah jenis minuman yang harus dihindari penderita darah tinggi. Namun meski tubuh normal dan kadar trigliseridanya tak tinggi, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menaikkan tekanan darah, gagal jantung, stroke, dan penambahan berat badan.

9. Mentega
Sering mengonsumsi mentega yang mengandung lemak jenuh tinggi, dapat meningkatkan kolesterol jahat yang memicu penyakit jantung. Agar aman, pilihlah margarin yang lembut dan tidak mengandung minyak yang terhidrogenasi, atau gunakan minyak zaitun sebagai gantinya.

10. Kentang goreng
Menu kentang goreng di restoran cepat saji tentu mengandung banyak garam dan lemak. Selain itu, metode penggorengan konvensional yakni deep fry menghasilkan lemak trans yang terbukti meningkatkan jenis kolesterol jahat dan menurunkan jenis lemak yang baik. Sebuah studi menyebut orang yang makan kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu berpeluang meninggal lebih awal karena serangan jantung.

Advertisement

Kuliner

Restoran Ala Spanyol, Txoko Jakarta Jadi Magnet Bagi Para Pencinta Kuliner

Published

on

Finroll.com — Spanyol memiliki beragam jenis makanan daerah yang memanjakan lidah. Variasi menu hidangan yang mewah dan unik menjadi magnet bagi wisatawan untuk merapat, demi sekadar mencicipi kuliner khas Negeri Matador.

Namun, publik Tanah Air tak perlu jauh-jauh terbang ke Spanyol untuk wisata kuliner. Masyarakat bisa mengunjungi restoran ala Basque Country di selatan Ibu Kota, yakni Txoko Jakarta.

Txoko Jakarta menyajikan berbagai menu makanan Basque yang langsung dibuat dengan tangan koki ternama Spanyol, Oskar Urzelai. Dia meramu berbagai makanan jenis tapas dan pintxos dengan bahan-bahan lokal dan impor berkualitas tinggi.

Hidangannya pun dimasak menggunakan teknik tradisional dan modern. Sejumlah hidangan tapas dan pintxos seperti Beef Striploin Salad, hingga Grilled Octopus with Boletus Cream terlihat mewah berkat sentuhan Urzelai.

“Kami memahami sebagian besar kebutuhan tamu. Kami lantas menawarkan makanan Spanyol yang unik,” kata Executive Chef Txoko Jakarta, Oskar Urzelai, di Jakarta, Kamis (10/10).

Txoko Jakarta tidak hanya menyajikan makanan. Restoran yang dibuka pada Maret 2019 itu juga menghadirkan konsep ruangan artistik bergaya mediterania yang memanjakan mata.

Mural beragam warna yang dikelilingi kaca menghiasai dinding ruangan. Lampu-lampu neon dengan rona temaram memberikan nuansa sejuk dan menenangkan.

Dekorasi modern plus sentuhan klasik membuat Txoko Jakarta punya banyak spot foto yang instagramable. Para tamu pun semakin rileks menyantap hidangan karena ditemani alunan musik Negeri Matador.

Txoko Jakarta menyediakan ruangan pribadi untuk beragam acara di lantai kedua. Pengunjung pun bisa mengadakan pertemuan bisnis tertutup, pesta perpisahan, hingga acara ulang tahun sembari menikmati hidangan yang anti-mainstream.

Selain itu, Txoko Jakarta juga punya tempat penyimpanan anggur kelas dunia. Para tamu pun dapat menikmati 50 anggur pilihan dari berbagai negara, antara lain Australia, Prancis, Argentina, hingga Amerika Serikat.

“Kami memahami sebagian besar kebutuhan tamu kami. Mereka menginginkan privasi, tetapi pada saat yang sama juga menginginkan pelayanan personal dari pihak kami. Kami pun dapat memenuhi kebutuhan ini tanpa masalah sama sekali,” ujar Urzelai.

Untuk urusan harga, Txoko Jakarta menghadirkan set menu hidangan dengan banderol bervariasi. Manajemen restoran mematok harga per orang berkisar Rp220.000 saat hari kerja. Adapun pada akhir pekan sebesar Rp350.000.(red)

Continue Reading

Kuliner

Animo Masyarakat Tinggi, Chef Expo 2019 berjalan Sukses

Published

on

Finroll.com — Hari Jumat adalah dikenal sebagai hari kramat. Seluruh chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) pun merasakan yang serupa. Karena Acara Chef Expo 2019 ini berakhir sama persis dengan acara tahun lalu yaitu di hari Jumat. Dan acaranya pun berakhir dengan sukses.

Presiden Indonesian Chef Association (ICA) Henry Alexie Bloem menilai penyelenggaran Chef Expo 2019 memiliki nilai promosi yang tinggi sehingga dinilai efektif untuk memperkenalkan para chef di Indonesia sekaligus mempromosikan kuliner nusantara.

Chef Henry Alexie Bloem saat puncak acara Chef Expo 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Jumat (10/10) mengatakan, Chef Expo yang digelar selama tiga hari menjadi ajang rutin yang diadakan oleh ICA supaya masyarakat lebih mengenal para chef yang tergabung dalam ICA sekaligus sebagai ajang mengenalkan kembali berbagai masakan nusantara dan berbagai karya inovatif dari teman-teman yang berasal dari pelosok nusantara.

Chef Expo pun telah berakhir pada Jumat (10/10) ini. Di hari tersebut semua pengurus pusat Chef Expo Association (ICA) terlihat tersenyum lebar. Pasalnya mereka begitu puas dengan kegiatan terbesar yang mereka gelar.

Acara yang diadakan mulai dari tanggal 9 sampai 11 Oktober 2019 ini berbeda dengan acara yang pernah ada di Indonesia. Sebab, di Chef Expo yang diadakan oleh ICA ini selalu penuh dengan acara menarik dan unik.

Sejumlah acara cooking demo, baking demo dan beragam kompetisi digelar olah para chef Indonesia yang handal. Mulai dari chef Yongki Gunawan, Handry Sumanto, Vindy Lee, Axiang, Juna, Muto hingga Sisca Soewitomo turut memeriahkan acara yang sejak awal dipadati pengunjung.

Pada acara tahun Ini beragam kegiatan yang dilakukan, yakni demo masak dari para celebrity chef, pameran buku kuliner, workshop bisnis kuliner hingga perlombaan masak.

Chef expo yang sudah diselenggarakan pada tahun kedua ini lebih mengangkat kuliner tradisional Indonesia. Termasuk di dalamnya ada perlombaan masak yang memperebutkan total hadiah Rp 120 juta seperti di Black Box Competition dan lomba kelas pastry.

Perlombaan Black Box competition tahun ini menghadirkan 10 team pilihan dari Bali, Surabaya, Bandung dan Jakarta.

Juri-juri pilihan pada hari Jumat ini menentukan siapakah team terbaik yang mampu menghadirkan kreasi Indonesian Cuisine terbaik yang dikreasikan dari 35 bahan misteri di dalam Black Box Competition.

Menariknya, tahun ini dibuka kelas lomba baru yaitu Kelas Pastry yang terdiri dari kelas Kue Klasik Indonesia, Cake Decoration dan Kelas Modern Plate Up Dessert di hari pertama yang didukung penuh oleh brand ternama Blue Band.

Selain kelas Pastry, tahun ini juga dibuka kelas baru yaitu Kelas Live Cooking berbahan dasar Healthy dan Sustainable.

Total pengunjung yang hadir dalam Chef Expo 2019 berjumlah delapan ribu orang. Bahkan dari hari terakhir ini terlihat lebih ramai, mungkin karena pada hari terakhir tersebut adalah puncak rangkaian acara, termasuk pengumuman pemenang seluruh kompetisi dan pengumuman berbagai penghargaan.

Termasuk di dalamnya masih dibukanya klinik wirausaha kuliner bagi masyarakat.

Expo ini juga dipersembahkan bagi pecinta kuliner Indonesia dan yang ingin terjun langsung menjadi pelaku Horeca sangat baik.

“Ini tentunya bisa memfasilitasi masyarakat untuk bisa mendapatkan beragam informasi serta inovasi terbaru dan tentunya berkesempatan untuk bisa menjalin kerjasama dengan ICA yang diharapkan bisa lebih bersinergi dengan berbagai pihak,” ungkap Slamet Jarwanto.

Kejutan yang lain pada tahun ini juga adalah tampilnya Chef Marinka sebagai juri tamu di hari kedua serta hadirnya pakar Bakery Hadi Tuwendi dan Ibu Nilasari. Juga hadir pula founder Dapur Solo Group Ibu Swan Kumarga dalam talk show Culinary Enterpreuneur di hari ketiga.

Chef Expo 2019 juga memberikan beberapa penghargaan kepada beberapa chef yang turut mengangkat nama baik chef Indonesia dikancah nasional hingga internasional. Ada tiga orang chef yang mendapatkan penghargaan, diantaranya chef Sabil Al Rasyid ( (lifetime Achievment 2019), chef Chandra Yudasswara ( Best Chef and Restaurant 2019) dan Chef Ragil Imam Wibowo (Indonesian Chef of The Year 2019).

Berikut daftar pemenang Kompetisi Memasak di Chef Expo 2019 :
Pemenang Black Box Competition
Tim Teatro Gastronic Bali

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry
Juara Satu: Andi Pratama
Juara Dua: Bayu Prasetyo
Juara Tiga: Bagus Ardian

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry (sous chef)
Juara Satu: Eddy Santoso
Juara Dua: Tyo
Juara Tiga: Hendik Kristiono

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry (Junior)
Juara Satu: Sayid Fath Dzaki (Poltekpar Palembang)
Juara Dua: Septo Adi Prabowo (Universitas Negeri Jakarta)
Juara Tiga: M Apriansyah (Poltekpar Palembang)

Pemenang Kategori Cake Decoration Butter Cream/Sugar past
Juara Satu: Dhira
Juara Dua: Patricia
Juara Tiga: Djodi Irwanto

Pemenang Kategori Main Course berbahan dasar Healthy & Sustainable
Juara Satu : Chandra Perdana
Juara Dua: Heri Pangestu
Juara Tiga: Edy Santoso

Pemenang Kategori Live Baking Indonesian Cake Classic
Juara Satu: Leonardo
Juara Dua : Kevin
Juara Tiga: Nicholas

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood
Juara Satu: Agus Suprianto
Juara Dua : Nizar
Juara Tiga: Asep Hamdani

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood (Junior)
Juara Satu: Armando Pangestu (SMK Patria)
Juara Dua : Bimo Aryo Tejo (Poltekpar Palembang)
Juara Tiga: Budi Rahman (Universitas Negeri Jakarta)

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood (sous chef)
Juara Satu: Hendro Purwanto
Juara Dua : Sutopo
Juara Tiga: Dicky Fahiefi

Continue Reading

Kuliner

Ternyata Makanan Khas Italia Pasta Warisan Peradaban Islam

Published

on

Selama ini hidangan pasta identik dengan bangsa Eropa, terutama Italia. Siapa sangka, makanan tersebut justru berasal dari peradaban Islam. Pada 827 Masehi, panglima Islam bernama Asad Ibnu al-Furat bersama pasukannya mendarat di Pulau Sisilia yang terletak di selatan Italia. Sang Panglima kemudian memerintahkan juru masak menyediakan makanan untuk seluruh pasukannya.

Melihat sumber makanan dari alam sekitar, para juru masak lalu menangkap beberapa ikan sardin di sekitar pelabuhan. Mereka juga memetik kacang pinus, buah-buahan, dan lainnya di sebuah perbukitan. Berbagai bahan makanan tersebut kemudian mereka campur dengan bahan makanan yang mereka bawa dari Arab, yaitu pasta. Kala itu, masyarakat di kawasan Eropa belum mengenal pasta.

Penulis makanan Italia Oretta Zanini De Vitta dalam bukunya, Encyclopedia of Pasta, menulis, terdapat lebih dari 300 bentuk pasta beragam rasa. Hanya saja, apa pun bentuknya, kata dia, pada dasarnya pasta terbuat dari adonan tepung gandum dan air yang dicampur, digulung- gulung, dipotong-potong, kemudian direbus. Secara umum, pasta terbagi dua jenis, pertama pasta fresca, yakni berbentuk mi, lentur, dan tidak kaku. Kedua, pasta secca, yaitu pasta kering yang awet disimpan lama.

Biasanya pasta dibuat dari tepung gandum durum karena lebih kenyal serta banyak mengandung gluten. Pejabat Mamluk, al-Umari, lewat catatannya mengatakan, gandum durum asal Afrika Utara bisa disimpan di dalam gudang hingga 80 tahun.

Tanaman gandum jenis durum diperkirakan sudah ada sejak 7000 Sebelum Masehi (SM). Tepatnya di daerah Fertile Cresent, yaitu daerah berbentuk bulan sabit dari Mesir Bawah dan Mesir Atas di sepanjang Sungai Nil sampai ke Palestina, Suriah, Lebanon, serta di sekitar Sungai Eufrat dan Tigris yang bermata air di Turki, juga bermuara di Teluk Arab atau Persia.

Pendiri bidang kajian Cina di Universitas Munich, Herbert Franke, turut menyebut mi berasal dari Turki. Maka dipastikan, asal usul mi dan pasta bukan dari Cina.Terkait sejarah mi yang kabarnya dibuat pertama kali ketika masa Dinasti Han pada akhir abad ke-3 SM, ternyata adalah pasta fresca. Waktu itu, bangsa Cina tidak mengenal pasta secca.

Itu membuat petualang asal Cina bernama Chau Ju Kua yang mengunjungi Andalusia pada abad ke-12 merasa heran. Pasalnya, ia melihat Muslim di Spanyol bisa menyimpan pasta puluhan tahun tanpa membusuk, sementara mi di negerinya tidak bisa bertahan lama. Penjelajah al-Bakri pada abad ke11 M ikut menyatakan, pasta dibuat dari gandum durum. Jenis gandum tersebut diperkenalkan orang Muslim ke Sisilia dan Spanyol pada abad ke-10 M.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending