Connect with us

Peristiwa

Ini Kata Pakar Terkait Fenomena Munculnya Ubur-ubur di Pantai Ancol

Published

on


Finroll.com – Peneliti plankton laut Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Arief Rahman, belum bisa mengatakan penyebab pasti munculnya ubur-ubur di Pantai Ancol sepekan ini.

Menurut Arief, LIPI masih mengolah data dan sampel ubur-ubur Ancol tersebut. “Kami juga masih berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk memastikan hasil akhir dari LIPI 100 persen didukung data yang valid,” katanya di Seaworld Ancol, Sabtu, 20 September 2018.

Arief menuturkan penelitian tersebut memang membutuhkan waktu cukup lama. LIPI, kata dia, harus melakukan beberapa simulasi ilmiah ihwal fenomena kemunculan ubur-ubur di Ancol.

Beberapa dugaan penyebab munculnya ubur-ubur, Arief melanjutkan, di antaranya faktor makanan di Pantai Ancol, perubahan cuaca dan iklim, atau pantai itu adalah lokasi berkembang biak yang baik. Namun hingga saat ini belum bisa dipastikan.

“Banyak sebenarnya hipotesis yang telah kami buat,” ujar Arief. Dari sampel yang dikumpulkan LIPI, ubur-ubur yang muncul di Pantai Ancol hanya ada dua jenis, yakni phyllorhyza dan catostylus.

Keduanya memiliki efek sengatan lemah dan umumnya tidak menimbulkan efek samping selain kulit merah dan gatal.

General Manger Taman Impian Jaya Ancol Sunarto mengatakan ubur-ubur di pantai itu sudah sering muncul hampir setiap tahun. “Memang sudah siklus alam,” ucapnya.

Nasional

Corona 19 Maret: 309 Kasus, 25 Meninggal, 15 Sembuh

Published

on

Jumlah pasien positif Virus Corona, per Kamis (19/3), bertambah menjadi 309 orang, dengan 25 orang di antaranya meninggal dunia. ujar juru bicara pemerintah khusus penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (19/3).

FINROLL.COM — Kasus-kasus itu berasal dari Bali (1 kasus), Banten (27), DIY (5), DKI Jakarta (210), Jawa Barat (26), Jawa Tengah (12), Jawa Timur (9), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Timur (3), Kepulauan Riau (3).

Selain itu, Sulawesi Utara (1), Sumatera Utara (2), Sulawesi Tenggara (3), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1), Riau (2).

Dari angka itu, Yuri menyebut ada pula peningkatan jumlah korban yang meninggal dunia. Korban terbanyak berasal dari DKI, yakni 17 orang.

Di samping itu, Jateng menyumbang 3 kasus, serta Bali, Banten, Jabar, Jatim, dan Sumut masing-masing satu kematian.

“Total kematian 25 person, atau 8 persen dari kasus yang kita rawat,” ungkapnya.

Ia juga menyebut ada 15 orang yang sembuh dari Corona setelah menjalani dua kali tes Corona.

“Total yang sudah sembuh keseluruhan 15 orang,” tandasnya.

Sehari sebelumnya, Pemerintah menyebut kasus positif Corona mencapai 227 orang, dengan 19 orang meninggal dunia, dan 11 pasien sembuh.

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Continue Reading

Nasional

Pasien Positif Corona Indonesia Bertambah Jadi 134 Orang

Published

on

Juru Bicara Penanganan Corona COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan perkembangan terkini wabah virus Corona COVID-19 di Indonesia. Dia mengatakan bahwa orang positif Corona bertambah hingga total menjadi 134 orang.

Per hari ini, bertambah 17 orang yang kena Corona.

“Ada penambahan kasus sebanyak 17,” kata Achmad Yurianto di Jakarta, Senin 16 Maret 2010.

“Dari DKI 14 dan rincian lain silakan dilihat lebih lengkap di website yang ada di www.kemenkes.go.id,” kata Achmad Yurianto lagi.

Rinciannya, pasien terbaru positif Corona dari Jawa Barat 1 orang dari Banten 1 orang, dari Jawa Tengah 1 orang dan 14 orang dari DKI Jakarta.

Spesimen yang didapatkan dari kemarin hingga siang tadi. Pemerintah kata dia akan terus memperbaharui data mengenai virus Corona.

Sementara hari ini diumumkan bahwa pasien 01, pasien 02 dan pasien 03 sudah sembuh. Tiga pasien itu adalah orang pertama dengan virus Corona di Indonesia dan dinyatakan sembuh. (VIVA.co.id)

Continue Reading

Peristiwa

Kisah Marsda TNI DR. Umar Sugeng Hariyono Orang Pertama Yang Menerbangkan Pesawat CN-235 Buatan Indonesia

Published

on

Finroll.com — Asisten Operasional Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asops Kasau) Marsekal Muda TNI DR. Umar Sugeng Hariyono menjadi orang pertama yang dipercaya untuk menerbangkan pesawat Sandi Tetuka atau yang lebih dikenal dengan pesawat CN-235.

Ditemui diruang kerjanya Marsekal Muda TNI DR. Umar Sugeng Hariyono menyampaikan serta bercerita seputar pengalamannya selama menjadi penerbang di TNI AU. Beliau merupakan salah satu penerbang pertama yang menerbangkan pesawat CN-235 bermesin turboprop yang dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol yang memiliki type glass cocpit,” ungkapnya di Gedung Pimpinan Mabes AU, Cilangkap, Jakarta (Jumat 13/3/2020).

Umar menjelaskan, CN-235 adalah sebuah pesawat penumpang sipil (airline) angkut turboprop kelas menengah bermesin dua, Pesawat ini diberi nama sandi Tetuka dan menjadi pesawat paling sukses dan canggih dari sisi pemasaran dan tekhnologi dikelasnya pada zamannya.

Dari kurun waktu tahun 1994 sampai dengan 2007, Asops Kasau ini memulai mengawaki pesawat yang dikenal ekpensive dalam hal perawatan ini,

”Awalnya tahun 1994 saat itu kita punya Fokker 27 tapi diperintahkan untuk mengambil pesawat CN-235 dan dikirimlah saya ke Bandung tepatnya PT DI ( PT Dirgantara Indonesia) untuk sekolah mempelajari bagaimana mengawaki pesawat itu, waktu zaman itu pesawat CN 235 termasuk pesawat paling canggih,” jelasnya.

Lanjut Umar, ” Pria yang pernah menjabat sebagai Danlanud Halim dan Panglima Komando Operasinal TNI AU ll Makasar (Pangkoopsau ll) serta dari pengalamannya yang banyak menerbangkan jenis pesawat angkut seperti Fokker 27 yang terkenal sangat binal dan sulit lalu diberi kesempatan untuk mengawaki pesawat CN-235 dirasa sangat mudah sekali.

“Dengan mengikuti training hanya dengan 10 jam, saya sudah bisa jadi kapten pilot lalu dari pengalaman saya itu kemudian saya terapkan juga kepada yunior yunior saya ketika saya jadi instruktur mereka,” jelasnya.

“Yang harus diperhatikan dan penting saat memberikan instruksi kepada junior Personil TNI AU, apa yang harus dipegang dan diperhatikan pada saat take off dan landing sehingga mereka bisa cepat sekali untuk bisa,” elas Umar.

Seperti diketahui pesawat CN-235 itu perawatan nya sangat mahal dari total 8 pesawat yang dimiliki TNI AU sekarang hanya tinggal 3 pesawat yang bisa beroperasi, sisanya 5 buah pesawat jenis ini tidak lagi berfungsi karena kondisinya rusak dan tidak ada anggaran untuk perawatannya dan Umar sangat menyayangkan hal itu karena selain pesawat CN-235 merupakan pesawat yang multifungsi, canggih juga sebagai kebanggaan bangsa karena hasil karya anak bangsa Indonesia.

Umar juga termasuk orang pertama yang menerbangkan CN-235 dan ikut mengirim pesawat ini ke Korea dan ke Pakistan saat negara-negara tersebut membeli pesawat jenis ini dari Indonesia.

Varian CN-235 dari sisi bahan bakarnya juga sangat panjang waktunya, bisa sampai 9 jam penerbangan, karena pernah Asops Kasau ini membawanya dari Ambon ke Halim nonstop dengan jarak tempuh 7,5 jam tidak ada masalah.

Sementara, Jenderal bintang dua yang sebentar lagi memasuki masa pensiun ini masih ingin memberikan pengabdiannya buat negara karena bagi dia apapun siap dilakukan buat NKRI “Pengabdian pantang surut ” disisa masa pengabdiannya Umar ingin mencoba untuk meningkatkan keterampilan personil TNi AU khususnya siswa-siswa Akmil AAU (Sekbang) dengan menambah program simulator, karena selain untuk menjaga Zero Accident harus ada program minimal melaksanakan satu tahun dua kali yang sebelumnya hanya dua tahun sekali ini siswa sekbang melaksanakan uji coba simulator pesawat di luar negeri sesuai negara produsen pesawat.

“Akhirnya saya bersyukur karena apa yang saya coba programkan untuk mereka mulai tahun 2020 dalam setahun dua kali wajib mengikuti program simulator,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending