Connect with us

MotoGP

Ini Rahasia Sukses Marc Marques yang Diungkap Honda

Published

on


Mengunci Gelar Juara MotoGP 2018, Marc Marquez selebrasi Main Game Ding-Dong

Finroll.com –  Marc Marquez baru saja memenangi MotoGP Republik Ceko plus mengukir rekor. Bos Honda Alberto Puig mengungkap rahasia sukses Marquez di usia yang masih muda.

Rider Repsol Honda itu dengan nyaman tampil sebagai juara di Sirkuit Brno dalam balapan Minggu (5/8/2019). Start dari posisi terdepan, Marquez nyaris tidak terkejar sehingga finis dengan selisih waktu hampir 2,5 detik dari rider Ducati Andrea Dovizioso, yang finis di belakangnya.

Kemenangan tersebut membuat Marquez menjadi pebalap keempat dengan jumlah kemenangan terbanyak [50] di kelas primer, serta menyamai jumlah kemenangan legenda balap motor Mike Hailwood [76] di seluruh kelas.

Dengan kemenangan di Brno, rider berusia 26 tahun itu di puncak klasemen MotoGP dengan keunggulan 63 poin dari Dovizioso di bawahnya. Dengan sisa sembilan seri menuju akhir musim, peluang Marquez memenangi gelar juara dunia kedelapan terbuka lebar.

“Saya tidak bisa menambah apapun lagi, saya pikir angka-angkanya mengatakan dengan sendirinya,” Puig mengatakan kepada Marca.

“Kuncinya adalah Marc tidak fokus pada angka-angka ini atau rekor-rekor ini. Dia bekerja hari demi hari, di setiap balapan, di setiap pekan, mencoba memenangi banyak balapan, gelar juara dunia… Anda bisa memeriksanya di balapan hari Minggu.”

“Dia tidak memikirkan tentang gelar juara dunia atau rekor kemenangan, dia cuma memikirkan tentang seberapa harus cepat dan mendapatkan hasil terbaik. Pendekatan semacam itulah yang menciptakan angka-angka impresif untuk Marca dan untuk tim Repsol Honda,” Puig mengakhiri.

MotoGP

Senjakala Karier Valentino Rossi

Published

on

By

Rossi Crash di GP Sepang, Lorenzo Tetap Beri Pujian

Finroll.com –  Valentino Rossi semakin dekat ke akhir kariernya. Penampilan pemilik 9 gelar juara dunia itu terus menurun, paruh musim 2019 jadi yang terburuk untuknya di kelas MotoGP .

Setelah musim MotoGP 2019 menuntaskan separuh musim (9 race), Rossi baru mengumpulkan 80 angka. Hanya dua kali naik podium dan tiga kali gagal finis, The Doctor tertinggal 105 poin dari Marc Marquez yang kini ada di posisi paling atas klasemen MotoGP.

Jika dibandingkan dengan partisipasinya di kelas MotoGP sejak 2002, ini adalah paruh musim terburuk Rossi. Bahkan ketika dua musim memperkuat Ducati, yang dianggap sebagai dua tahun terburuk, Rossi punya poin lebih banyak. Di musim 2011 dan 2012 ketika itu Rossi berturut mengumpulkan 98 dan 82 angka

Rossi, sehebat apapun dia, tak bisa membohongi usianya sendiri. Kini berumur 40 tahun, dia kerepotan berkompetisi dengan rider lain yang usianya 10, 15, dan bahkan 20 tahun lebih muda.

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP sadar betul akan kondisi tersebut. Di akhir pekan lalu Lin Jarvis mengungkapkan kalau Rossi bukan lagi masa depan Yamaha di kelas MotoGP. Dengan tetap menaruh hormat besar pada Rossi, Jarvis dan Yamaha berharap pebalap legendaris itu bertahan bersama mereka untuk menduduki posisi sebagai brand ambassador.

Continue Reading

MotoGP

Marquez Bikin MotoGP Mulai Tak Seru

Published

on

By

Marc Marquez

Finroll.com – Genap satu dekade sudah Marc Marquez mempertahankan status sebagai Raja Sachsenring. MotoGP kemudian menyebut kemenangan ke-10 secara beruntun superstar Repsol Honda itu di GP Jerman tadi malam sebagai Sach-Ten-Ring. Sayang, tidak ada keseruan, apalagi perlawanan, dalam perjalanan Marquez merebut kemenangan tersebut.

Marquez dan Honda bahkan sangat pede ketika akan memulai balapan. Bersama pembalap LCR-Honda Cal Crutchlow, Marquez memilih kombinasi ban hard-medium. Hanya dua rider itu yang memasang ban tersebut. Ternyata hasilnya memang tepat. Andai tidak melakukan kesalahan kecil ketika berduel dengan Maverick Vinales (Monster Yamaha) di akhir balapan, Crutchlow bisa saja finis runner-up dan mengantarkan Honda ke podium 1-2.

’’Strategiku memang memanaskan ban dulu selama dua lap, lalu menggebernya habis-habisan. Dan itu yang aku lakukan,’’ tutur Marquez dalam wawancara seusai lomba.

Pilihan ban tersebut sejatinya berisiko. Dalam kondisi suhu udara yang tidak terlalu panas, bahkan mendung, sejumlah pembalap sempat berlomba mengganti ban yang lebih lunak ketika motor sudah diparkir di grid start. Bahkan, di garasi masing-masing, tim sudah menyiapkan motor kedua dengan basah untuk mengantisipasi jika hujan tiba-tiba mengguyur lintasan.

Memasang ban hard tentu butuh waktu lebih lama untuk memanaskannya hingga mendapatkan temperatur ideal. Strategi itu berisiko di awal lomba karena rider harus menahan laju motor agar tidak kehilangan cengkeraman. Jika tidak berhati-hati, lawan akan mengambil kesempatan untuk menyalipnya. Dengan strategi ban itu pula, sejatinya Marquez mempersiapkan diri untuk sebuah pertarungan sengit jika itu benar-benar diperlukan di akhir balapan.

Tetapi, pertarungan tersebut tidak pernah terjadi. Fabio Quartararo yang digadang-gadang memberikan perlawanan justru out dari balapan ketika lomba baru berjalan satu lap. Dia terjatuh ketika berakselerasi di tikungan ketiga di lap kedua.

Marquez semakin tak punya lawan setelah satu-satunya pembalap yang punya pace untuk menguntitnya, Alex Rins (Suzuki Ecstar), juga terseret di tikungan ke-11 pada lap ke-18. Padahal, saat itu dia sudah berada di posisi kedua. Itu menjadi kecelakaan kedua secara beruntun setelah GP Belanda.

Begitu tanpa lawan, Marquez dengan leluasa memperlebar jarak dengan rider-rider di belakangnya. Pada akhirnya, dia finis 4,587 detik di depan Vinales. Sementara itu, Crutchlow meraih podium keduanya musim ini setelah yang pertama di GP Bahrain. ’’Aku selalu berpikir ini akan menjadi balapan yang seru. Padahal, kami berada di posisi ke-17 di FP4 (latihan bebas keempat kemarin pagi waktu setempat),’’ tandasnya.

Bagi Vinales, tambahan 20 poin sekaligus mengerek posisinya ke urutan kelima klasemen pembalap. Naik enam posisi dari peringkatnya pekan lalu setelah menjuarai GP Belanda. ’’Kami tahu finis runner-up adalah hasil terbaik kami di sini (Sachsenring). Jadi, terima kasih untuk tim,’’ ujarnya.

Akhir pekan sempurna di Jerman membawa Marquez kini unggul 58 poin atas pesaing terdekatnya, Andrea Dovizioso (Ducati). Jarak yang sangat aman sebelum memasuki jeda musim panas pekan ini. Setelah sebulan jeda, balapan seri berikutnya digelar di Republik Ceko 4 Agustus mendatang.

Continue Reading

MotoGP

Hasil Lengkap MotoGP Belanda ; Vinales Juara MotoGP Belanda, Quartararo Naik Podium

Published

on

Finroll.com – Maverick Vinales sukses menjuarai seri MotoGP Belanda 2019. Pembalap Tim Monster Yamaha asal Spanyol berhasil melahap 26 lap dengan maksimal di Sirkuit Assen, Minggu 30 Juni 2019 WIB. Di seri ini, kejutan juga kembali ditunjukkan pembalap muda Prancis, Fabio Quartararo

Pembalap Tim Yamaha Petronas SRT, Fabio Quartararo, kembali memulai balapan dari grid paling depan di seri ini. Rider yang baru berusia 20 tahun ini juga sempat memimpin lomba di depan Marc Marquez dan Maverick Vinales. Sayang, Quartararo justru gagal fokus dan posisinya melorot dan harus finis di posisi ketiga.

Sementara itu, Vinales yang memulai balapan dari urutan kedua, tampil gemilang dan mampu mencatat waktu tercepat. Sementara itu, Marquez yang sempat terlibat persaingan ketat gagal menaklukkan Vinales dan harus rela mengakhiri balapan di posisi kedua.

Nasib sial menimpa rider veteran Tim Monster Yamaha, Valentino Rossi. Rossi gagal finis setelah terlibat insiden dengan pembalap Jepang, Takaaki Nakagami. Perjuangan pembalap 40 tahun ini harus terhenti, padahal baru memasuki lap ke-5.

Hasil Lengkap MotoGP Belanda:

1.  12  Spain  Maverick Vinales  Yamaha YZR-M1  Yamaha

2.  93  Spain  Marc Marquez  Honda RC213V  Honda  +4.854

3.  20  France  Fabio Quartararo  Yamaha YZR-M1  Yamaha  +9.738

4.  4 Italy  Andrea Dovizioso  Ducati Desmosedici GP19  Ducati +14.147

5.  21  Italy  Franco Morbidelli  Yamaha YZR-M1  Yamaha  +14.467

6.  9  Italy  Danilo Petrucci  Ducati Desmosedici GP19  Ducati  +14.794

7.  35  United Kingdom  Cal Crutchlow  Honda RC213V  Honda  +18.361

8. 36  Spain  Joan Mir  Suzuki GSX-RR  Suzuki  +24.268

9.  43  Australia  Jack Miller  Ducati Desmosedici  Ducati  +26.496

10.  29  Italy  Andrea Iannone  Aprilia RS-GP  Aprilia  +26.997

11.  44  Spain  Pol Espargaro  KTM RC16  KTM  +28.732

12.  41  Spain Aleix Espargaro  Aprilia RS-GP  Aprilia  +34.095

13.  88  Portugal Miguel Oliveira  KTM RC16  KTM  +34.181

14.  63  Italy Francesco Bagnaia  Ducati Desmosedici  Ducati  +34.249

15.  55  Malaysia Hafizh Syahrin  KTM RC16  KTM      +34.494

16.  53  Spain  Tito Rabat  Ducati Desmosedici  Ducati  +48.357

17.  17  Czech Republic  Karel Abraham  Ducati Desmosedici  Ducati +44.509  1 Lap  1 Lap

Continue Reading
Advertisement

Trending