Connect with us

Property

Ini Strategi Menjual Properti ke Generasi Milenial

Published

on


Finroll.com –  Rumah123.com kembali menyelenggarakan acara rutin tahunan Property Day. Rumah123.com merupakan bagian dari REA Group Australia. Property Day 2019 ini diselenggarakan di The Ballroom Westin, Hotel Westin, Jakarta pada Kamis 15 Agustus 2019.

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yang memiliki kompetisi di bidangnya. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan pengembang, agen properti, dan perbankan.

Para pembicara adalah Behavior Scientist Rumah123.com Muhamad Irfan Agia, General Manager of Business Roomme.id Iman Hanggautomo, dan Vice President Marketing Tanihub Her “Deeng” Sanyoto.

Acara ini memiliki tema Accelerate Your Property Business Through Digital Transformation. Tranformasi digital bisa mempercepat akselerasi bisnis properti.

“Kami ingin memberikan banyak insight kepada para pelaku developer, agen, bank. Bagaimana kita membantu konsumen untuk membeli,” ujar Country General Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Transformasi Digital untuk Bisnis

Dunia digital memang berkembang pesat. Siapa menyangka kalau sejumlah bisnis berbasis digital bisa menjelma jadi perusahaan raksasa. Airbnb bisa menjadi perusahaan penyedia jasa penginapan tanpa memiliki kamar, rumah, atau bangunan.

Uber dapat menjadi korporasi layanan transportasi tanpa armada kendaraan sendiri. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Sejumlah perusahaan berbasis digital menjadi besar. Tidak ketinggalan di dunia properti dengan munculnya marketplace properti, marketplace desain dan arsitektur, dan lainnya.

Orang hanya perlu duduk manis di rumah dengan memegang laptop, smartphone, atau tablet. Dia tidak perlu keluar rumah untuk mencari rumah, apartemen, rumah toko (ruko), tanah, dan lainnya cukup berselancar di dunia maya.

Kemudahan yang sama didapatkan ketika ingin mencari agen properti, jasa desain arsitektur, jasa desain interior, jasa bangun rumah, dan lainnya. Orang hanya perlu mencari via mesin pencari Google, media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Perkembangan ini tentunya mau tidak mau membuat para pelaku bisnis dan industri properti harus berubah. Apalagi saat ini, generasi milenial yang juga konsumen terbesar properti merupakan digital native alias pengguna internet dan media sosial yang aktif. Alasan banyak perusahaan yang go online diungkapkan oleh Her Sanyoto yang memberikan pemaparan pertama kali.

“Kenapa semua go online, karena fit dengan milenial dan dianggap inovatif,” kata Her.

Namun, tidak mudah untuk mengubah perusahaan untuk melakukannya. Ada tiga tantangan yang akan dihadapi yaitu acquisition, market fit, dan sustainability. Acquisition maksudnya bagaimana orang mau mengunduh (download) aplikasi yang ditawarkan, market fit berarti apakah apa yang ditawarkan cocok dengan pangsa pasar, sementara sustainability maksudnya apakah bisnis ini bisa berkelanjutan.

Memahami Perjalanan Konsumen dalam Membeli Properti

Irfan Agia yang menjadi pembicara kedua mengulas mengulas mengenai upaya memahami perilaku konsumen dalam membeli properti. Agia memberikan ilustrasi pembuka bagaimana orang melakukan perjalanan baik itu untuk bisnis, wisata keluarga, berbulan madu, dan lainnya. Orang memiliki tahapan saat dalam perjalanan mulai dari berangkat ke bandara, berada di bandara, pemeriksaan, transit, dan sampai di tujuan.

Hal serupa juga terjadi ketika orang membeli properti. Konsumen memiliki tahapan dalam hidup, tujuan hidup, hal yang mengganggu konsentrasi, ketakutan, frustrasi, kebiasaan menggunakan media, perilaku, dan lainnya.

Ketika orang mencari rumah, dia akan mencari terlebih dulu, membuat daftar rumah yang diincar, mengunjungi lokasi atau marketing gallery, berpikir dan meminta masukan orang lain, hingga akhirnya membeli. Tetapi, bisa jadi perjalanan ini tidak linier.

Agia menyatakan saat orang mengunjungi marketing gallery, konsumen bisa jadi tidak mendapatkan informasi yang tidak sesuai sehingga dia kembali lagi melakukan upaya pencarian.

Iman menjadi pembicara terakhir. Dia memaparkan pentingnya brand atau merek atau jenama. Dia memaparkan piramida customer based brand equity.

Piramida ini menjelaskan bagaimana konsumen mendapatkan informasi produk, mendapatkan keuntungan apa dari produk, apa yang diketahui konsumen dari perusahaan, perasaan konsumen saat memakai produk, keputusan pembelian berdasarkan pertimbangan apa, dan lainnya.

Perjalanan konsumen untuk membeli properti memang tidak mudah dan berliku, apalagi keputusan pembelian properti memang harus dipertimbangkan dengan matang. Untuk itu, perusahaan memang harus memahaminya agar bisa memberikan pesan yang tepat.

Advertisement

Property

Untuk Pengelolaan Eksklusif di Kuningan, PT HK Realtindo Gandeng Travelio

Published

on

Finroll.com — Travelio bersama PT. HK Realtindo Hutama Karya Realtindo telah menandatangani perjanjian kerjasama pengelolaan unit secara ekslusif The Grove Suites Apartment yang dimiliki oleh PT. HK Realtindo PT, Hutama Karya Realtindo di The grove Suites Apartment. Bertempat di kuningan, The Grove Suites Apartment by Travelio menawarkan Apartemen Berstandard travelio premium yang disewakan secara harian, bulanan dan tahunan.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan pada hari Senin, 26 Agustus 2019 lalu di kantor PT. HK RealtindoHutama Karya Realtindo. Acara Opening Ceremony diselenggarakan di Function Room The Grove Suites Apartment the Grove Suites  pada tanggal 4 September 2019 oleh PT. HK Realtindo PT. Hutama Karya Realtindo dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng, penyerahan plakat, ditutup dengan pemberian amalberbagi kepada anak yatim yang diundang.

PT. HK Realtindo HK realtindo adalah perusahaan pengembang properti dan yang merupakan merupakan anak perusahaan dari PT. Hutama Kkarya (Persero) yaitu salah satu perusahaan BUMN konstruksi Infrastruktur terbesar milik BUMN di Indonesia dan didirikan pada tanggal. 10 Mei 2020

Melihat peforma Travelio selama ini dan melalui proses pemilihan operator partner Kami mempercayakan Travelio Property Management untuk mengelola property kami agar standarisasi pengelolaan dapat terjaga, dan memberikan opsi penyewaan yang lebih luas terhadap masyarakat luas, Indonesia serta memperkuat citra property recurring PT. HK Realtindo.

Harapan kami dengan dimulainya kerjasama melalui acara yang baik ini, semuanya dapat berjalan lancar dengan Travelio.

Kami juga sudah mempersiapkan untuk unit unit kami yang lain di Casablanca East Residence, KubikaHomy, El Royale dan juga Pluit Sea view agar dapat dikerjasamakan dengan Travelio, ujar Bbapak M.Iqbal Prasetya Utomo selaku Kepala Divisi Aset Manajemen dari PT. HK RealtindoPT. Hutama Karya Realtindo.

“Tujuan dari kerjasama ini tidak lain adalah untuk pengelolaan profesional dan memberikan yield yang maksimal bagi pemilik unit karena adanya beberapa opsi yang kami tawarkan untuk customer, baik secara harian, bulanan dan tahunan”, ujar Felicia Gautama selaku Head of Business Development Travelio

Beliau juga menambahkan bahwa Travelio sangat optimis atas kerjasama yang telah terjalin untuk pengelolaan unit The Grove Suites Apartment The Grove Suite milik PT. HK Realtindo PT. Hutama Karya Realtindo ini, dikarenakan lokasi yang sangat strategis di kawasan business area dan juga beberapa unit tersebut difasilitasi oleh private lift sehingga bagi ekspatriat ataupun pebisnis dan individu yang mengharapkan untuk privacy lebih, unit ini menjadi pilihan yang sangat tepat.

Bukan hanya private lift dan lokasi saja yang menjadi highlight utama, fasilitas wifi juga menjadi bagian yang sangat penting terhadap permintaan pasar.

Travelio Property Management merupakan perusahaan berbasis online pertama di Indonesia untuk penyewaan apartemen berstandard yang dikelola secara eksklusif dan profesional di Indonesia.

Dijalankan pada tahun 2017, Travelio Property Management telah mengelola 3000 an unit dan melalui kerjasama dengan developer – developer yang telah terjalin serta pengembangan atas program kerjasama, ekspansi akan terus dilakukan ke beberapa area seperti Yogyakarta, Bogor dan Bali, tutup Felicia.(red)

Continue Reading

Property

BI Pangkas DP KPR, Begini Respons Pengembang Kakap

Published

on

By

Langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) dan merelaksasi ketentuan loan to value (LTV) atau uang muka (down payment/DP) untuk pembelian rumah mendapat respons positif dari para pengembang properti.

Penurunan bunga acuan di level 5,25% tersebut diharapkan bisa diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perbankan.

Direktur Independen PT Ciputra Development Tbk (CRTA) Tulus Santoso mengatakan langkah BI menurunkan bunga acuan sangat berpengaruh untuk sektor properti.

“Makanya penurunan bunga repo [BI 7Day RRR] pada akhirnya akan menurunkan bunga KPR juga. Paling penting dengan BI turunkan bunga acuan maka ekonomi Indonesia artinya sehat walafiat,” kata Tulus, saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (20/09/2019).

Sementara itu, Direktur Sinarmas Land Ignesjz Kemalawarta mencermati soal pelonggaran DP untuk KPR berwawasan lingkungan yang lebih rendah dibandingkan KPR untuk rumah konvensional.

“Untuk KPR yang green itu ok. Namun perlu juga bunga lebih rendah untuk KPR kedua pada bangunan green. Ini perlu dibahas dengan BI dan perbankan,” kata Ignesjz.

Ignesjz menilai, kebijakan LTV yang dikeluarkan BI saat ini semangatnya untuk mendorong pengembangan properti berwawasan lingkungan secara bertahap.

Kemarin, dalam BI memutuskan menurunkan DP melalui pelonggaran rasio LTV kredit properti sebesar 5%. Dengan demikian, DP rumah tipe 21 hingga 70 bisa menjadi sebesar 10-25% dari sebelumnya sekitar 15-30% dan tipe di atas 70 sebesar 15-30% dari sebelumnya 20-35%.

Selain itu ada penambahan keringanan 5% untuk rumah berwawasan lingkungan yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penurunan ini disesuaikan dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bank.

“Aturan ini berlaku 2 Desember 2019,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Syaratnya properti tersebut memiliki sertifikat kawasan hijau. Bila tidak memiliki sertifikat maka bisa dilakukan self assesment oleh bank. Kebijakan ini hanya berlaku bagi bangunan dengan luas di bawah 2.500 meter persegi.

Continue Reading

Property

SouthCity Laksanakan Groundbreaking Apartemen The Parc SouthCity

Published

on

Finroll.com — SouthCity (PT. Setiawan Dwi Tunggal) laksanakan Groundbreaking Apartemen The Parc SouthCity pertamanya di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Kamis (19/9/2019).

Direktur SouthCity, Peony Tang mengatakan Groundbreaking hari ini adalah bukti komitmen SouthCity untuk tidak mengecewakan para pelanggan.

“The Parc merupakan proyek apartemen pertama di area Pondok Cabe Cinere,” ujarnya dalam sambutannya pada acara Seremony Groundbreaking SouthCity.

“Groundbreaking ini dilaksanakan lebih awal dari yang telah dijadwalkan,” tambahnya.

Peony Tang menjelaskan, saat ini kalau kita akan membeli Apartement harga tertinggi dapat mencapai 60 Miliar dan harga terendah sampai harga 100.jutaan.

Kita bisa bayangkan dengan selisih harga yang begitu besar hampir 200 kali lipat, berapa opsi yang dapat dipilih oleh para pemilik Apartmen saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, SouthCity adalah proyek Apartemen pertama di area pondok cabe dan Cinere yang mengalokasikan lebih dari 75 % tanahnya untuk fasilitas umum, tempat rekreasi dan taman yang jumlah lahannya begitu terbatas di wilayah Tangsel.

Kami berkomotmen akan menginvestasikan 1 triliun rupiah untuk mengembangkan asset tersebut yang dapat memenuhi kebutuhan kaum millenial,” tuturnya.

The Parc bekerja sama dengan beberapa Bank untuk menawarkan cara bayar yang sangat ringan sebagai solution untuk millenial sekarang ini. “Intinya cukup dengan menyisihkan 1,5 juta perbulan atau sekiar 50.000 /hari anda bisa memiliki sebuah Apartement,” ungkapnya.

SouthCity bakal membangun apartemen low rise 3 tower setinggi 13 lantai yang akan menyediakan 1.701 unit apartamen di atas lahan seluas 15.500 m2.

Peony optimis, dengan dibangunnya apartemen The Parc, geliat ekonomi di Pondok Cabe akan kembali bergerak dan menjadi incaran investor dalam berinvestasi. Hal tersebut tampak dari dimulainya berbagai pembangunan infrastruktur yang di prakarsai pemerintah, terutama di kawasan Selatan Jakarta.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan jalan Tol Depok-Antasari melalui pintu Tol Andara dan Brigif dan jalan Tol Cinere-Jagorawi melalui Pintu Tol Clnere, serta pembangunan jalur MRT Fatmawati dan Lebak Bulus.

Pondok Cabe kini semakin diperhitungkan sebagai kawasan yang pertumbuhan ekonominya berkembang sangat pesat,” kata Peony.

Peony optimistis kehadiran The Parc sebagai hunian coliving pertama di Indonesia akan menjadi angin segar bagi tren pertumbuhan properti di Indonesia, khusunya Jabodetabek. Apalagi trend hunian coliving mejadi salah satu daya tarik bagi generasi milenial yang merupakan target market bagi SouthCity.

Ditempat terpisah Associate Director SouthCity, Stevie Faverius Java mengatakan, SouthCity (PT. Setiawan Dwi Tunggal) sebagai pengembang optimis, kehadiran proyek apartemen dengan investasi hingga 1 triliun ini dapat memberi angin segar bagi para investor maupun end user terutama para generasi milenial yang menginginkan hunian sesuai dengan kebutuhan serta lifestyle mereka,” ujarnya.

The Parc Apartemen untuk tower pertama direncanakan mulai dibangun pada akhir tahun ini menyediakan 3 tipe, yakni Studio (22,55 m2), 1 Bedroom (30,06-37,49 m2) dan 2 Bedroc (46,60 m2). Saat ini, The Parc dibandrol dengan harga promo dan terjangkau mulai dari Rp 357 juta sampai dengan Rp 731 jutaan per unit.

Konstruksi tower 1 ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini,” pungkasnya.

Hadir dalam acara, Walikota Tangsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo, SE. Ak., Direktur SouthCity, Peony Tang., Ir. Lucky Budiman Santosa dari PT. Trimatra Jasa Prakasa., Professor Roesdiman dari PT. Satu Rekayasa Optima., Rafal Kapusta dari OOZN Design Pre Ltd., Herry Putranto dari PT. Indonesia Pondasi Raya
– Bpk. Iwan Sanjaya dari PT. Indonesia Pondasi Raya,. Tjandra Budiman dari PT. Mitra Karya Pranata,. Ichwan Susilo dari PT. Pratama Savindo Oetama. Perwakilan dari Partner serta Perwakilan dari Bank BPN, Bank Permata, BRI, BNI, dan Bank Panin.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending