Connect with us

Science & Technology

Instragram Hilang dari Playstore

Published

on


Waduh guys, belum hilang memori masyarakat pengguna internet Tanah Air yang heboh dengan aplikasi Bukalapak hilang dari Play Store, kini giliran Instagram yang lenyap lho.

Untuk kasus hilangnya Bukalapak, usut punya usut, lenyapnya aplikasi Bukalapak karena platform unikorn itu sedang membarui aplikasi. Tidak butuh waktu lama, setelah pembaruan rampung aplikasi Bukalapak kembali tersedia di PlayStore pada Kamis malam 19 September 2019.

Nah gantian aplikasi lain lho yang hilang. Sejumlah warganet menemukan Instagram hilang di toko aplikasi Android tersebut. Belum jelas, penyebab Instagram menghilang dari Play Store apakah sama seperti Bukalapak atau hal lain.

Hilangnya Instagram dari Play Store ditemukan oleh pengguna internet di luar Indonesia sih. Untuk di Indonesia, pada Jumat siang 20 September 2019, aplikasi Instagram tersedia di Play Store.

Nah, aplikasi yang hilang dari Play Store ada kemungkinan keluar dari kebijakan yang telah diterapkan Google. Makanya, pengelola aplikasi membarui aplikasi mereka untuk menyesuaikan dengan regulasi Google.

Untuk memahaminya, kami akan memberi beberapa poin:

Konten yang dibatasi

Aplikasi tidak boleh melebihi batas, seperti membahayakan anak, berisi konten tidak pantas, perjudian, aktivitas ilegal, konten buatan pengguna dan zat yang belum disetujui. Jelas kalau ini mah ya.

Tiruan

Berikutnya yang dilarang adalah peniruan identitas dan kekayaan intelektual. Perusahaan raksasa teknologi melarang aplikasi di tokonya melakukan hal tersebut.

Privasi, keamanan dan penipuan

Setiap aplikasi harus mengamankan data pribadi pengguna. Mereka juga tidak boleh menyalahgunakan perizinan yang diberikan pengguna, tidak boleh melakukan hal yang berbahaya, menipu dan memberi informasi keliru.

Monetisasi dan iklan
Aplikasi harus memiliki praktik bisnis yang sehat. Poin ini meliputi topik pembayaran, langganan dan pembatalan, iklan dan sertifikasi jaringan iklan.

Direktori toko dan promosi

Penggunaan dengan praktik tidak wajar untuk menarik pengguna juga jadi hal yang dilarang. Pelanggaran dilihat melalui promosi aplikasi, metadata, ulasan, penginstalan dan rating pengguna, serta rating konten.

Spam

Jika ada aplikasi spam atau tidak memberi pengalaman yang sesuai kepada pengguna, kemungkinan juga akan dilarang oleh Google.

Program lainnya

Selain mematuhi kebijakan, aplikasi juga harus memenuhi persyaratan kebijakan khusus program, agar bisa terus tersedia di PlayStore.

Sesuai usia

Pengembang harus menampilkan aplikasi yang sesuai untuk semua usia jika mereka menargetkan usia tertentu. Pengembang bertanggung jawab untuk memastikan aplikasinya aman dan mematuhi peraturan undang-undang.

Penegakan aturan

Ada baiknya untuk menghindari pelanggaran. Namun jika ada peraturan yang dilanggar, Google berkomitmen membuat developer tahu akan kesalahannya itu dan melakukan perbaikan.

Pembaruan

Google memiliki pembaruan dan perubahan pada Kebijakan Program Pengembang, serta sumber daya dan persyaratan tambahan untuk program khusus. Developer diharapkan tahu tentang update yang dibuat perusahaan.

Advertisement

Science & Technology

Belasan Brand Fesyen Indonesia Siap Tembus Pasar Dunia  

Published

on

Finroll.com — Sejak dibentuk di tahun 2015, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) telah secara aktif berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif di Indonesia dan mendukung para pelaku di berbagai kegiatan baik dalam maupun luar negeri. BEKRAF hari ini (16/10) kembali membuktikan upayanya dengan meluncurkan buku direktori ekonomi kreatif yang berjudul ‘ICINC – For You’.

Kepala BEKRAF Triawan Munaf menyatakan bahwa BEKRAF melihat adanya kebutuhan data dan alat pemasaran praktis untuk mempermudah proses pengenalan tiap sub-sektor ekonomi kreatif Indonesia.

“Buku ICINC For You ini diharapkan tidak hanya merangkum para pelaku dan produk ekonomi kreatif Indonesia, tetapi juga dapat menjembatani terjadinya pembelian karya atau jasa baik secara domestik maupun internasional,” ujar Triawan.

Buku direktori ICINC – For You yang diluncurkan merupakan tiga buah buku yang meliputi tiga sub-sektor ekonomi kreatif, yaitu Kuliner, Kriya dan Fesyen.

Terdapat delapan belas brand fesyen asli Indonesia yang telah bepartisipasi dalam berbagai expo maupun kolaborasi dengan berbagai pihak di luar negeri.

Dalam buku direktori ICINC – For You, tidak hanya fesyen couture yang diangkat, namun jugamodest fashionstreetwear, beserta aksesori-nya turut mendapatkan porsi.

Turut hadir juga dalam acara peluncuran buku direktori ICINC – For You adalah perwakilan dari sub-sektor Kriya Diana Nasir, sub-sektor Fesyen Khairiyah Sari dan sub-sektor Kuliner Kevindra Soemantri. Peluncuran ICINC – For You ini pun disambut positif oleh para pelaku di industri ekonomi kreatif, karena tidak hanya membantu mereka dalam memasarkan produknya, namun juga membuka berbagai pintu baru untuk lebih mengenal sesama pelaku.

“Tentunya kami sangat berbahagia direktori ini akhirnya dapat diluncurkan, semoga direktori untuk subsektor lainnya juga dapat segera diluncurkan,” ujar Khairiyah Sari.

Buku ICINC – For You ini nantinya tidak hanya akan disebarkan di dalam negeri, namun juga akan disebarkan ke luar negeri dan dapat diunduh di laman BEKRAF.

“Tentunya upaya BEKRAF untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif tidak berhenti di tiga buku direktori ini saja. Kami akan segera merilis buku direktori lainnya untuk seluruh sub-sektor ekonomi kreatif yang berada di bawah naungan BEKRAF,” tutur Joshua Simanjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF.(red)

Continue Reading

Science & Technology

Kiostix : Teknologi Digital Telah Menjadi Kebutuhan Utama

Published

on

Finroll.com — Andhika Soetalaksana, Vice President Sales dan Partnership KiosTix, mengatakan perkembangan teknologi digital dan internet mobil, kini telah menjadi kebutuhan utama setiap orang.

Saat ini, lebih dari 171 juta orang atau 64,8% orang Indonesia merupakan pengguna internet mobile setiap hari. Mereka sudah sangat aware dengan e-commerce dan transaksi digital lain dalam menjalankan aktivitas bisnis maupun konsumsi.

“Tak terkecuali di dalam industri event dan hiburan seperti pentas musik, pertandingan olahraga, pameran, festival, seminar, event budaya, dan lain-lain,” kata Andhika dalam diskusi, dengan tema Pemanfaatan Teknologi untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif yang Berdaya Saing, di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Andhika menyebut hampir semua penyelenggaraan event saat ini telah dilakukan secara digital, seperti dalam proses pembelian tiketnya secara online maupun transaksi lain. Apalagi pemerintah telah mencanangkan industri kreatif sebagai salah satu kegiatan ekonomi unggulan.

“Ini berarti kini dunia digital membuka peluang kerja luas, termasuk di industri hiburan,” ujarnya.

Andhika mengatakan banyak sekali aktivasi acara-acara seni, budaya, pentas musik, dan olahraga yang digelar setiap pekan di Jakarta, yang semuanya membutuhkan sentuhan teknologi digital dalam menunjang sukses pelaksanaanya.

“Contohnya, ada lebih 60 SMA di Jakarta yang rutin menyelenggarakan acara pentas seni (Pensi) yang acaranya selalu sukses dihadiri ratusan hingga ribuan penonton. Pelajar SMP di Jakarta tak mau kalah, yang saat ini juga sudah mahir membuat acara Pensi.

Kami membantu mereka dalam pemasaran dan manajemen tiket acaranya. Rasanya saat ini kebanyakan anak muda ingin membuat event. Ini menarik,” katanya.

Chief Technology Officer KiosTix, Revvi Sudirnoputra, dalam diskusi menekankan kepada para mahasiswa tentang pentingnya kemampuan dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dan menguasai perkembangan pengetahuan terbaru dalam dunia digital.

“Untuk bisa menjadi entrepreneur digital yang baik, kuncinya ya harus terus menerus mau belajar. Karena perkembangan teknologi sangat cepat, dan kita dituntut untuk terus bisa mengikuti,” ujar Revvi.

Sedangkan pembicara Stephany Soekendar dari Event Coordinator Midtrans mengatakan, Midtrans merupakan start-up dibidang payment gateway yang melayani perusahaan-perusahaan e-commerce dari skala kecil sampai yang besar.

Dia mengatakan untuk bisa menjadi entrepreneur digital yang sukses, mahasiswa perlu mengembangkan jiwa yang kreatif dan penuh curiosity.

“Kalau sekarang punya ide bisnis, segera dieksekusi. Misalnya ingin mendevelop sebuah website, atau membuat program, segera dieksekusi. Ide bisa didapatkan dari mana-mana, eksekusi lebih penting,” ujar Stephany.

Adapun Ika Nurlaili, Kepala Program Diploma Sistem Informasi Ilmu Komputer UPN Veteran, mengatakan, disrupsi teknologi digital yang berkembang pesat saat ini telah membuat industri hiburan semakin berkembang pesat dan mudah diakses.

“Dunia pendidikan kini juga telah melakukan banyak penyesuaian sehingga para lulusannya bisa segera link and match dengan kebutuhan terkini,” katanya.(red)

Continue Reading

Science & Technology

Jejak Setengah Abad Jaringan Internet

Published

on

By

Akses internet saat ini kian masif untuk diakses melalui konektivitas kabel (wire) dan nirkabel (wireless). Tepat 50 tahun lalu pada 29 Oktober 2019, seorang profesor dari UCLA bernama Leonard Kleinrock dan mahasiswanya Charley Kline berkirim pesan melalui internet kepada Bill Duval di Stanford University.

Kala itu, Kline berniat mengirimkan kata ‘log in’ yang berarti ‘masuk’ kepada Duval. Hanya saja terjadi kegagalan sistem sehingga pesan yang terkirim hanyalah ‘lo’.

Pesan tersebut justru menjadi cikal bakal akses internet di dunia hingga saat ini.

‘Lo’ menjadi pesan pertama yang dikirim menggunakan jaringan internet. Pengiriman pesan tersebut menjadi penanda Hari Internet Internasional yang diperingati setiap 29 Oktober setiap tahunnya.

Alih-alih menggunakan istilah internet, saat itu justru dikenal lewat nama Jaringan Badan Proyek Penelitian Lanjutan Departemen Pertahanan AS atau disingkat ARPANET.

Mengutip Tweak Town, jaringan internet saat itu didanai oleh militer AS dan dibuat ketika terjadi perang dingin. AS disebut takut terjadi perang nuklir.

Karena itu, ARPANET dibuat agar dapat meerintahkan komputer dari jarak jauh apabila sewaktu-waktu terjadi serangan nuklir.

Jaringan internet yang digunakan di dunia saat ini juga bermula dari terhubungnya komputer di empat universitas di AS yakni University of California, UCLA, Stanford Research Institute, dan University of Utah. Pada 1969, komputer dari keempat kampus tersebut memungkinkan para akademisi bertukar pesan secara elektronik.

Menurut History, jaringan ARPANET hingga 1970-an terus berkemban. Dua ilmuwan yakni Robert Kahn dan Vinton Cerf mengembangkan Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) yakni model komunikasi yang menetapkan standar pengiriman data antar beberapa jaringan.

Kemudian pada 1974, ARPANET yang awalnya digunakan untuk kalangan terbatas mulai dikomersialkan. Berubah namamenjadi Telenet, terbentuklah Internet Service Protocol (ISP) pertama di dunia.

All That Interesting mencatat, internet semakin mudah digunakan saat ditemukannya nama sistem domain (DNS) seperti .edu, .gov, dan .org. Sebelum tahun 1983, pengguna internet harus menggunakan deretan angka untuk mengakses situs.

Di era ’90-an, perusahaan teknologi sekaliber Yahoo dan Google mengubah cara orang mengakses internet. Jaringan internet terus berkembang setelah hadirnya sejumlah situs blog untuk memudahkan orang bertukar ide dan gagasan lewat tulisan melalui WordPress pada 2003.

Setelah hadir selama 50 tahun, internet kini menjadi teknologi yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Layanan jejaring sosial hingga berita daring yang bisa diakses melalui perangkat pintar kian banyak digunakan dalam keseharian.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending