简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Jepang dorong pemda ambil langkah sendiri hadapi COVID-19

  • Bagikan

Ketimbang respons secara nasional, kami ingin mendukung pemerintah daerah dalam upaya mereka berdasarkan situasi setempat

Tokyo (ANTARA) – Jepang mendorong pemerintah daerah untuk mengambil tindakan sendiri untuk mencegah penyebaran varian baru COVID-19 yang telah memicu rekor jumlah kasus.

Gelombang COVID-19 ketujuh di negara itu telah mengerek jumlah kasus baru ke angka tertinggi 233.094 pada Kamis ketika varian BA.5 menyebar.

Lonjakan kasus telah memberi tekanan pada layanan kesehatan dan mengganggu kegiatan usaha di sejumlah tempat.

Jepang belum pernah memberlakukan penguncian secara nasional seperti negara lain.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Jepang naik pesat, PM akan gelar jumpa pers

Pemerintahnya secara berkala hanya menyerukan orang-orang untuk tinggal di rumah selama mungkin dan membatasi jam buka restoran dan bar.

Wakil Sekretaris Kabinet Seiji Kihara menegaskan lagi hal itu pada Jumat. Dia mengatakan pemerintah daerah harus menyesuaikan respons mereka terhadap situasi yang spesifik.

“Ketimbang respons secara nasional, kami ingin mendukung pemerintah daerah dalam upaya mereka berdasarkan situasi setempat,” kata Kihara dalam jumpa pers.

“Yang penting adalah membantu aktivitas sosial dan ekonomi di setiap prefektur,” kata dia.

Kota Osaka baru-baru ini mendesak warga lansia untuk tidak melakukan kegiatan non-esensial di luar rumah.

Negara berpenduduk 125,8 juta jiwa itu telah menangani COVID-19 lebih baik daripada beberapa negara lain selama pandemi, dengan jumlah kematian mencapai 32.308 sejak awal 2020.

Namun, Jepang memiliki jumlah terbanyak kasus baru corona di dunia sepanjang pekan lalu.

Meskipun jumlah kematian dalam gelombang kali ini masih lebih rendah daripada sebelumnya, kasus-kasus baru mulai menyebabkan kematian di sejumlah sektor.

Jawatan kereta api di beberapa daerah harus membatasi pelayanan karena kekurangan staf, sedangkan Toyota Motor Corp menangguhkan giliran kerja malam di pabriknya di Takaoka pekan ini akibat COVID-19.

Sumbr: Reuters

Baca juga: Jepang beri kompensasi pertama kematian akibat vaksin COVID
Baca juga: Jepang cetak rekor kasus COVID-19 tertinggi sejak Februari

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->