简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Kasus COVID-19 di Jepang naik, WNI diimbau segera dapatkan “booster”

  • Bagikan

Pada hemat saya, kalau ada kesempatan melakukan booster, lakukan saja

Tokyo (ANTARA) – Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi mengimbau warga negara Indonesia (WNI ) di Jepang untuk segera mendapatkan suntikan penguat vaksin atau booster guna mencegah terinfeksi COVID-19 yang kasusnya kembali naik.

“Pada hemat saya, kalau ada kesempatan melakukan booster, lakukan saja,” kata Dubes Heri di Tokyo, Senin.

Namun, apabila belum mendapatkan kesempatan disuntik penguat vaksin, WNI diimbau untuk menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan sehat serta berbagai vitamin menurut saran dokter.

“Tetapi, kalau belum ada kesempatan, yang penting meningkatkan imunitas diri dengan berbagai macam vitamin yang sudah disarankan oleh dokter,” ujarnya.

Baca juga: Mayoritas warga Jepang tak senang dengan kemajuan program ‘booster’

Menurut dia, meskipun tingkat kematian atau mortalitas akibat COVID-19 rendah, yakni 0,01 persen atau sama seperti flu, WNI tetap diminta untuk berhati-hati.

“Jadi, kami tentunya berharap sudah tiga dan empat hari berturut-turut (kasus COVID) di atas 200.000, supaya warga Indonesia di sini lebih bisa menjaga diri sekalipun tingkat mortalitasnya memang sangat rendah,” katanya.

Hingga 28 Juli 2022, Jepang mencatatkan 233.100 kasus harian COVID-19 atau rekor tertinggi dalam dua hari berturut-turut.

Sementara itu, infeksi COVID-19 di Tokyo mencapai 40.406 kasus melampaui 40.000 kasus untuk pertama kalinya sejak Jepang menghadapi gelombang pandemi itu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Jepang hingga 31 Juli 2022, sebanyak 197.750 kasus baru terkonfirmasi, rata-rata kasus mingguan sebanyak 201.021 kasus atau meningkat dibandingkan dengan minggu sebelumnya sebanyak 150.598 kasus.

Mengingat kenaikan kasus COVID-19 saat musim panas yang juga berpotensi menyebabkan hipertermia dan sengatan panas (heat stroke), Pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan boleh membuka masker dengan jarak aman dua meter dengan orang lain.

Selain itu, warga juga diimbau untuk menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan, meminum air meskipun tidak haus minimal 1,2 liter per hari dan tidak memaksakan berolahraga di luar ruangan.

Baca juga: Jepang beri kompensasi pertama kematian akibat vaksin COVID
Baca juga: Jepang pertimbangkan pemberian dosis ke-4 vaksin COVID

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->