[gtranslate]

KBRI Den Haag dukung peringatan 100 tahun Perhimpunan Indonesia

  • Share
Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar RI di Den Haag mendukung Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda dalam memperingati 100 tahun berdirinya Perhimpunan Indonesia untuk menyuarakan semangat dan aspirasi pemuda.

PPI di Belanda sebagai salah satu organisasi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tertua akan memperingati satu tonggak sejarah penting pada September 2022, yakni 100 tahun berdirinya Perhimpunan Indonesia, kata KBRI Den Haag dalam keterangannya pada Senin.

Awalnya organisasi itu dibentuk pada 1908 dengan nama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) di Hoegewoerd 49, kota Leiden. Kemudian pada 1922, perhimpunan tersebut secara resmi berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Tokoh dibalik pembentukan PI diantaranya Mohammad Hatta, Natzir Pamuntjak dan Achmad Soebardjo.

Sebagai sebuah organisasi yang mandiri dan terbuka, Perhimpunan Indonesia turut diwarnai oleh pemikiran serta aktivitas politik dan kebangsaan yang disuarakan melalui media maupun berbagai forum pertemuan.

Untuk memperingati lini masa 100 tahun Perhimpunan Indonesia tersebut, PPI di Belanda akan mengadakan serangkaian kegiatan peringatan dengan tujuan memaknai semangat para pelopor organisasi untuk menyuarakan aspirasi membangun bagi Tanah Air.

Kegiatan peringatan itu didukung sepenuhnya oleh KBRI Den Haag.

“Usia 100 tahun itu sebuah milestone penting. Di situ perlu dilakukan refleksi dari semangat perjuangan para pendiri perhimpunan pada saat itu yang ditujukan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas di depan para pengurus PPI di Belanda.

“Saat ini sudah sejauh mana semangat itu diusung oleh para pelajar dan mahasiswa kita, dan kemana akan dibawa ke depannya,” ujar Mayerfas.

Rangkaian acara peringatan Perhimpunan Indonesia pada tahun ini mengusung tema “Suara Satu Abad” dan akan dilaksanakan dalam waktu dan format yang berbeda.

Kegiatan “Suara Pemuda” dilaksanakan pada 3 September dengan mengusung dua topik, yaitu energi berkelanjutan dan pemberdayaan pemuda.

Acara itu bersifat lebih mengedepankan semangat pemuda untuk menjadi pelopor, inovator dan agen perubahan dalam pembangunan.

Pada kegiatan “Suara Y20” pada 10 September, PPI Belanda bekerja sama dengan Konferensi Y20 dengan mengadakan diskusi bertema “Peran Pemuda dalam Pemerintahan Dunia Digital”.

Selanjutnya, kegiatan “Suara Raya” yang digelar pada 17 September merupakan kombinasi bazaar dan festival seni budaya sebagai arena perayaan yang akan mengundang artis muda dari Tanah Air, yaitu Tulus dan grup musik Hindia.

Selain itu, “Gelora Perhimpunan” akan menjadi kegiatan pamungkas untuk peringatan 100 tahun PI yang akan diadakan pada 24 September di Leiden.

Untuk kegiatan tersebut, PPI akan bekerja sama dengan KBRI Den Haag dan The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV).

Acara akan menjadi forum napak tilas sekaligus upaya memantik kolaborasi yang inklusif dari pelajar dan masyarakat Indonesia yang berada di Tanah Air maupun di Belanda untuk berkontribusi positif dan terstruktur bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan hubungan baik RI-Belanda.

Baca juga: Pameran Revolusi Kemerdekaan Indonesia di Belanda dibuka
Baca juga: Jumlah pelajar Indonesia kuliah di Belanda terus meningkat
Baca juga: Mahasiswa Indonesia diskusi kepemimpinan di Universitas Leiden

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Share

Leave a Reply

-->