Melalui Presidensi G20, Indonesia ikut berperan ciptakan kebijakan

  • Bagikan

Kita ingin berkontribusi untuk kemakmuran dunia

Jakarta (ANTARA) – Indonesia  berperan menciptakan kebijakan yang berkontribusi pada tata kelola dunia melalui Presidensi G20, kata Staf Khusus untuk Penguatan Program-Program Prioritas Kementerian Luar Negeri dan Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani.

“Jadi kita ikut menciptakan kebijakan-kebijakan bukan hanya untuk anggota G20 saja melainkan juga untuk seluruh dunia,” ujar Dian Triansyah Djani dalam siaran langsung Instagram Kementerian Luar Negeri “Mengenal presidensi G20 serta langkah diplomasi kepemimpinan Indonesia” yang dipantau di Jakarta, Kamis malam.

Dengan menjadi Presidensi G20, Indonesia bisa ikut serta menuntun agenda-agenda yang diinginkan pada pembahasan G20 untuk berdampak positif kepada kepentingan rakyat Indonesia.

“Ini kesempatan bagi kita untuk menjadi bagian dari solusi. Kita ingin berkontribusi untuk kemakmuran dunia,” kata Dian.

Baca juga: Sri Mulyani: Dinamika global tantangan capai target Presidensi G20

Presidensi G20 Indonesia juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan kebudayaan dan kemajuan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan Tema Presidensi G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger”.

Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Presidensi G20 Indonesia menjadwalkan lebih dari 180 rangkaian kegiatan utama, termasuk pertemuan Engagement Groups, Pertemuan Working Groups, Pertemuan Tingkat Deputies / Sherpa, Pertemuan Tingkat Menteri, hingga Pertemuan Tingkat Kepala Negara (KTT) di Bali nanti.

Periode Presidensi Indonesia berlangsung selama satu tahun, mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Serah terima keketuaan berlangsung pada KTT G20 di Roma, Italia, pada tanggal 31 Oktober 2021 dari PM Mario Draghi (Presidensi Italia) kepada Presiden Joko Widodo.

G20 merepresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia dengan komposisi anggotanya mencakup 85 persen PDB dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 2/3 populasi dunia.

Anggota-anggota G20 terdiri atas 19 negara dan satu kawasan, yaitu: Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Baca juga: Dukungan komunitas intelektual diharapkan jadi warisan G20 Indonesia
Baca juga: Sri Mulyani minta UI berkontribusi pulihkan krisis dunia lewat G20

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->