Selasa, 23 Februari 2021

Transformasi Toyota Kijang dari Masa ke Masa


Toyota Kijang awalnya adalah model kendaraan niaga yang kemudian bertransformasi menjadi mobil keluarga buatan Toyota, dan merupakan kendaraan paling populer untuk kelas minibus di Indonesia.

Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model Toyota yang sukses secara komersial sampai sekarang. Sehingga berbagai varian dan generasi mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.

Melansir Wikipedia, Toyota Kijang terus bermetamorfosa memenuhi keinginan konsumen dan perkembangan teknologi. Kijang dengan singkatan ‘Kerja Sama Indonesia Jepang’ adalah model kendaraan niaga yang kemudian bertransformasi menjadi mobil keluarga.

Tujuannya adalah menciptakan kendaraan niaga produksi dalam negeri dengan harga terjangkau sehingga bisa dibeli masyarakat banyak sebagai alat transportasi dan distribusi barang. Kebijakan ini disambut sejumlah merek mobil seperti Datsun, Volkswagen, General Motors, dan Toyota.

Toyota Kijang resmi diluncurkan di Indonesia pada Kamis, 9 Juni 1977 di Hotel Hilton, Jakarta. Transformasi Toyota Kijang dari masa ke masa terjadi selama 43 tahun.

Toyota Kijang Innova sudah hadir di Indonesia sebanyak enam generasi dengan berbagai sebutan oleh publik. Itu mulai dari Kijang “Buaya” (1977-1981), Kijang “Doyok” (1981-1986), Kijang Super (1986-1996), Kijang “Kapsul” (1986-2004), Kijang Innova (2004-2015), sampai Kijang Innova Reborn (2015-sekarang).

Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi “Innova”, Toyota Kijang juga dipasarkan di Malaysia dengan nama Unser, Filipina (Toyota Tamarraw/Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace), India (Qualis) dan Afrika Selatan (Toyota Condor Hi-Roof).

infimas Mulia

Nah sekarang kita bahas soal generasinya nih, buat yang penasaran berikut Transformasi Toyota Kijang dari masa ke masa dirangkum redaksi dari berbagai sumber:

  1. Generasi I (1977-1981) – Kijang Buaya
    Toyota Kijang sudah hadir sejak 1977, artinya sudah 40 tahun ia menemani keluarga Indonesia. Generasi pertamanya lahir dalam bentuk konsep pick up dengan bentuk mengotak.

Model ini sering dijuluki ‘Kijang Buaya’ soalnya tutup kap mesinnya dapat dibuka sampai ke samping. Banyak juga yang menyebut generasi pertama ini sebagai Kijang Doyok. Tapi sebetulnya yang pantas disebut Kijang Doyok adalah generasi selanjutnya nih!

  1. Generasi II (1981-1986) – Kijang Doyok
    Toyota Kijang generasi ini bentuknya tak banyak berubah dengan generasi awal. Meski begitu masyarakat Indonesia menyebutnya dengan nama ‘Kijang Doyok’. Karena bentuknya yang mirip-mirip alias kotak, makanya penyebutan Kijang Buaya dan Kijang Doyok sering tertukar.

Kijang ini mengalami banyak penyempurnaan, seperti penggunaan pintu yang lebih manis dengan engsel baru yang tidak menyerupai engsel pintu rumah. Mesinnya pun turut direvisi, yakni dengan mengusung mesin berkode 4K dengan kapasitas 1.300 cc dengan transmisi manual 4-percepatan.

Urusan suspensi, masih sama dengan generasi sebelumnya yang menggunakan per daun di depan dan belakang.

  1. Generasi III (1986-1996) – Kijang Super
    Untuk pertama kalinya Kijang menggunakan teknologi ‘full pressed body’. Teknologi ini menekan penggunaan dempul hingga 5 kg, sehingga bodi mobil diklaim lebih ringan.

Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Super Kijang dan Grand Extra. Life cyclenya cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.

Pada generasi ini Toyota mulai mengaplikasi sistem transmisi 5-percepatan dan juga penggunaan rem cakram pada roda depan. Kijang juga mendapat varian mesin baru yaitu unit 7K berkapasitas 1.800 cc.

Selain itu di generasi ini Kijang mulai lahir dalam jumlah varian yang banyak. Sebab di generasi ini terdapat pilihan sasis panjang dan sasis pendek.

  1. Generasi IV (1997-2004) – Kijang Kapsul
    Toyota kijang mulai memperhatikan unsur aerodinamika dengan melepas generasi ‘Kijang Kapsul’. Modelnya kini lebih membulat, dengan total varian mencapai 18 model.

Banyaknya model karena memang banyak pilihan mesin yang diusung. Jika sebelumnya ada mesin bensin 1.800 cc (tipe 7K). Di generasi ini lahir mesin diesel 2.400 cc (tipe 2L).

Di tahun 2000, Toyota juga mulai memproduksi Kijang dengan sistem pengabutan bahan bakar menggunakan injeksi. Ada dua pilihan tipe mesin bensin EFI (Electronic Fuel Injection). Yaitu 7K-E dengan kapasitas 1.800 cc bertenaga 80 dk dan 1RZ-E berkapasitas 2.000 cc dengan tenaga 100 dk.

  1. Generasi V (2004-2015) – Kijang Innova
    Toyota Kijang tampil semakin modern dan nyaman dengan hadirnya ‘Kijang Innova’. Hal paling mendasar, karena ia pakai suspensi independen double wishbone di depan dan suspensi 4-link di belakang.

Meski masih pakai sasis ladder frame, tapi ‘Kijang Innova’ sudah jauh lebih baik dalam meredam guncangan. Mulai generasi ini mendapat penyempurnaan di mesinnya, dengan teknologi VVT-i pada mesin bensin dan mesin diesel D4D dengan turbo commonrail injection.

  1. Generasi VI (2015-sekarang) – All New Kijang Innova
    All New Kijang Innova ini diluncurkan pada 23 November 2015 di jakarta. Artinya setelah 38 tahun perjalanannya inilah Kijang paling canggih yang pernah ada.

Tak heran dengan segudang fitur yang dimilikinya harganya sudah jauh naik dibanding saat pertama kali muncul. Di sektor dapur pacu, mesin bensinnya alami penyempurnaan dengan teknologi Dual VVT-i. Sedangkan mesin dieselnya meningkat jadi 2.400 cc dengan teknologi intercooler dan VNT.

Kini Kijang tampil lebih elegan sebagai hasil dari inovasi besar-besaran, dan menjadi salah satu mobil keluarga favorit di Indonesia. Tapi sebagian orang masih ada yang bertahan dengan merawat Kijang seri lamanya.

BACAAN TERKAIT