Rabu, 2 Juni 2021

4 Kasus Kematian dan Pembunuhan Mengerikan Gara-gara Video Game


Jakarta – Main game tidak ada salahnya, selama masih bisa membatasi waktu dan tidak lupa dengan realitas. Tapi ternyata tidak semua bisa melakukan ini, ada mereka yang terjebak dengan video game dan kecanduan sampai menghembuskan napas karenanya.

Dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Selasa (1/6/2021) kasus-kasus di bawah ini bisa menjadi pelajaran bahwa kita mulai harus bisa membatasi diri tidak bermain game berlebihan.

  1. Meninggal setelah 50 jam main game

Pria ini masih sangat muda ketika ajal menjemput yakni 28 tahun. Lee Seung Seop meninggal setelah bermain game 50 jam. Ia ketagihan dengan game ‘Starcraft’ sampai kelelahan dan mengalami dehidrasi parah.

Hidupnya pun berantakan semenjak kecanduan game. Ia dipecat karena sering terlambat, putus dengan pacar hingga kondisi finansial bobrok keseringan main di warnet.

  1. Membunuh teman karena ingin memuaskan Slenderman

Payton Leutner yang saat itu berusia 12 tahun ditusuk 19 kali dan ditinggalkan mati di tengah hutan oleh kedua temannya sendiri Morgan Geyser dan Anissa Weier. Demi bertahan hidup, gadis ini merangkak menuju jalan terdekat sampai akhirnya ditemukan oleh pengendara sepeda yang sedang melintas di area tersebut. Peristiwa itu terjadi pada 31 Mei 2014.

Saat ditanya motif pelaku, jawabannya mengejutkan. Mereka ingin menyembahkan seseorang kepada Slenderman agar keluarga mereka dijauhi serangan Slenderman dan mereka diterima menjadi ‘Proxy’, pembantu Slenderman.

  1. Habisi nyawa nenek karena ganggu bermain

Kejadian di Quenzon, Filipina ini nyata. Pria berumur 17 tahun dijatuhi hukuman karena membunuh neneknya yang berusia 68 tahun. Saat itu ia merasa terganggu karena sedang bermain DoTA di warnet dan sang nenek datang untuk membujuknya pulang.

Sampai di rumah, sang nenek memarahi cucunya kembali karena tidak ingat waktu. Alhasil, nyawa nenek malah hilang kerena niat baiknya.

  1. Main game 3 hari nonstop

Mirip yang sebelumnya, seorang pria berumur 18 tahun yang dikenal dengan sebutan Chuang memesan ruangan di warnet pada 13 Juli 2012 di Taiwan. Pada 15 Juli, penjaga warnet mengecek keadaan Chuang yang ditemukan tergeletak di atas meja. Saat didekati, Chuang sempat berdiri namun terjatuh ke lantai setelah berjalan beberapa langkah keluar.

Chuang segera dibawa ke rumah sakit tapi nyawanya tidak terselamatkan. Dokter mengatakan Chuang meninggal karena pembekuan darah akibat duduk terlalu lama.

Jababeka industrial Estate

Sumber : detik.com





Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT