Senin, 28 Januari 2019

Facebook Umumkan Rencana Penggabungan 3 Aplikasi Miliknya: WhatsApp, Instagram, Messenger


Facebook berencana untuk mengintegrasikan semua aplikasi miliknya, WhatsApp, Instagram dan Messenger. Ini diharapkan agar pesan dapat meluas di seluruh platform.

Finroll.com – Dilansir dari laman Global News, Minggu (27/1/2019) menurut Facebook ini bukanlah proses yang mudah dan membutuhkan waktu panjang. Perusahaan yang berbasis di Amerika tersebut juga mengungkapkan bahwa platform akan terus beroperasi sebagai aplikasi mandiri, meskipun mereka akan diintegrasikan di bagian belakang, yang memungkinkan orang untuk berkomunikasi antara satu layanan dan lainnya.

“Kami sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan kami terenkripsi end to end dan mempertimbangkan cara-cara untuk membuatnya lebih mudah menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringa. Seperti yang Anda harapkan, ada banyak diskusi dan debat ketika kita memulai proses panjang untuk mencari tahu semua detail tentang bagaimana ini akan bekerja,” kata Facebook.

Berita tentang rencana potensial Facebook untuk menyatukan layanan di bawah payungnya pun memicu reaksi warganet diseluruh dunia.

https://twitter.com/alexstamos/status/1088901679984955393

Namun beberapa ahli mengatakan bahwa cara tersebut malah bisa berdampak ke privasi pengguna. Juru bicara itu mengatakan perusahaan sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan dengan enkripsi end-to-end.

Selain itu mereka juga sedang membuat cara agar pengguna lebih mudah menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringan. Belum ada penyataan resmi dari Facebook, namun diperkirakan akan terwujud di awal tahun depan.

Merger ini merupakan kebalikan dari apa yang pernah disampaikan CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Ia dulu mengatakan baik Facebook, Instagram maupun WhatsApp akan beroperasi secara mandiri di jejaring sosial.

Bahkan karyawan WhatsApp dilaporkan kesal dengan rencana ini. Poin utamanya ialah karena terkait privasi data. Pasalnya saat ini pengguna WhatsApp tidak perlu menuangkan informasi pribadinya selain hanya nomor ponsel.

Namun adanya upaya merger ini akan memaksa pengguna WhatsApp untuk mengungkapkan informasi pribadi. Pakar privasi  data, Tim Mackey mengatakan perusahaan harus sangat berhati-hati dalam upaya ini, terlebih mereka pernah memiliki sejarah buruk terkait privasi.

Jababeka industrial Estate

“Menggabungkan informasi pribadi dari tiga aplikasi adalah masalah yang cukup rumit. Tim pengembangan Facebook sebaiknya memprioritaskan privasi pengguna,” tuturnya.

Dalam sebuah pernyataan perusahaan mengatakan bahwa sudah ada diskusi dan debat panjang ketika mereka ingin memulai prosesnya (merger) dan bagaimana sistem ini akan bekerja di masa mendatang.

BACAAN TERKAIT