Kamis, 4 April 2019

Korea Selatan Jadi Negera Pertama yang Luncurkan Jaringan 5G


Finroll.com – Korea Selatan akan menjadi negara yang pertaama dalam peluncuran Jaringan generasi kelima yaitu 5G Pada Jumat, (5/4/2019).

Peluncuran itu dilakukan setelah Korea Selatan berhasil memenangkan perlombaan untuk menjadi yang pertama dalam memberikan pengalaman komunikasi super cepat bagi pengguna.

Ketiga operator telekomunikasi Korea Selatan, KT, SK Telecom dan LG UPlus akan menawarkan jaringan 5G di level nasional.

“Kecepatan hyper 5G dapat menghubungkan satu juta perangkat dalam zona satu kilometer persegi secara bersamaan,” kata KT dalam sebuah laporan seperti yang dikutip dari Asia One, Kamis (4/4/2019).

Teknologi 5G menawarkan koneksi internet 20 kali lebih cepat dibandingkan 4G (LTE). Bahkan ada juga yang bisa mencapai 100 kali lebih cepat. Kelebihan ini memungkinkan pengguna untuk mengunduh film panjang dalam waktu kurang dari satu detik.

Koneksi yang lebih cepat ini juga akan sangat mendukung teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan virtual reality yang membutuhkan koneksi dengan latensi rendah.

Vice President SK Telecom, Ryu Young-sang mengatakan bahwa teknologi ini akan mengubah industri gaming karena akan semakin memudahkan gamer untuk streaming game lewat smartphone di mana saja.

SK Telecom pun optimis akan menggaet satu juta pelanggan 5G pada akhir tahun 2019. Saat ini, operator terbesar di Korea Selatan ini memiliki 27 juta pelanggan.

Sedangkan rivalnya, KT sudah menyiapkan beberapa promosi untuk mengajak pelanggannya berpindah ke 5G. Seperti harga paket data unlimited yang lebih murah dari 4G dan juga promo cicilan 4 tahun untuk membeli smartphone 5G. Vice President KT, Lee Pil-jae memprediksi bahwa tahun ini 3 juta warga Korea Selatan akan berpindah ke 5G.

Hanya saja, di balik peluncuran jaringan 5G pertama di dunia ini, masalah biaya disebut masih akan menjadi penghalang. Versi termurah dari perangkat Galaxy baru akan menjadi senilai 1,39 juta won atau Rp17,3 juta.

CIMB NIAGA

“Walaupun ada banyak ponsel pintar 4G murah di bawah US$300 (Rp4,2 juta), ponsel Samsung 5G jauh di atas US$1.000 (Rp14,1 juta), yang bisa menjadi titik minus utama bagi konsumen yang hemat biaya,” kata seorang perwakilan KT kepada AFP.(Teknologi)

BACAAN TERKAIT