Selasa, 2 Maret 2021

Menghitung Penghematan Listrik sebelum Memasang PLTS Atap


Indonesia memiliki potensi sinar matahari sepanjang tahun sebesar 112 ribu gigawatt peak (GWp) atau sekitar 4,8 KwH per meter persegi. Namun, itu baru termanfaatkan sebanyak 10 MWp. Oleh karena itu masih terdapat potensi untuk memanen sinar matahari lebih banyak sebagai energi baru terbarukan termasuk dengan PLTS atap.

Menurut panduan elektronik berjudul “Panduan Perencanaan dan Pemanfaatan PLTS Atap di Indonesia” yang dikeluarkan Kementerian ESDM bersama USAID pada Juni 2020, terdapat sejumlah perusahaan instalasi listrik tersertifikasi dari PLN yang siap memasang PLTS atap dengan rekomendasi Kementerian ESDM. Daftarnya dapat dilihat pada laman

http://ebtke.esdm.go.id/post/2019/08/02/2306/daftar.badan.usaha.pembangunan.dan.pemasangan.plts.

Umumnya pada PLTS atap menggunakan teknologi dengan sistem on-grid tie, artinya dapat dihubungkan dengan jaringan listrik PLN. Sehingga kelebihan daya listrik dihasilkan dari PLTS atap bisa diekspor ke PLN. Di samping itu, setiap pelanggan yang akan memakai PLTS atap secara otomatis akan mengubah model pembayaran tagihan listriknya menjadi pascabayar jika semula masih memakai sistem prabayar atau token.

Panen Penghematan Listrik Dengan PLTS Atap

Selain itu pemasangan PLTS atap akan mudah jika konstruksi atap rumah berbentuk datar atau miring menghadap sisi utara dan selatan. Namun jika atap rumah miring menghadap sisi timur dan barat maka diperlukan tambahan konstruksi penyangga panel surya agar PLTS atap dapat berfungsi optimal.

Dalam buku panduan tadi juga disebutkan kisaran harga pemasangan PLTS atap yaitu sekitar Rp14 juta-19 juta per kWp. Dengan harga tersebut masyarakat sudah mendapatkan seperangkat modul surya berkapasitas 1.000 Wp, besi penyangga modul surya, kabel-kabel, inverter, alat meter listrik ekspor-impor (exim), dan alat penunjang lainnya serta biaya pasang. Seluruh alat termasuk modul surya berdaya tahan 20-30 tahun pemakaian. Hal ini sesuai amanat Peraturan Menteri ESDM 49/2018.

Setiap modul surya umumnya mampu menghasilkan 250 watt peak (Wp) daya listrik. Watt peak adalah satuan ukur daya listrik yang digunakan dalam PLTS atap. Sehingga jika pelanggan PLN akan berniat memasang PLTS, maka ia bisa memilih sesuai kebutuhan listriknya, misalnya 1.000 Wp (1 kWp) hingga 2 kWp. Artinya diperlukan sekitar 4-8 panel modul surya untuk menghasilkan daya sebanyak 1-2 kWp.

Waktu terbaik untuk memanen listrik dari sinar matahari antara pukul 08.00 hingga 16.00 dan mampu menyerap sekitar 8-11 kilowatt hour (kWh) selama 8 jam bergantung dari besaran pencahayaan saat itu. Kekuatan pondasi atap rumah juga perlu diperhatikan mengingat berat setiap modul surya berbentuk papan ini berkisar 11-15 kilogram. Sehingga apabila ingin memasang PLTS atap berkapasitas 1 kWp, maka diperlukan 4 panel surya seberat total 44-60 kg pada bidang atap seluas 4,8 meter persegi.

Makin besar kebutuhan pemasangan PLTS atap, maka akan semakin berat pula beban yang harus dipikul oleh konstruksi atap rumah pelanggan listrik. Untuk PLTS atap kapasitas 1 kWp saja, misalnya, hasil panen listrik dari sinar matahari selama 8 jam dapat menghidupkan sejumlah perangkat listrik dalam kurun waktu sama, baik siang atau malam hari.

Misalnya 1 unit pendingin ruangan (AC) berkapasitas 350 watt dan 1 unit kulkas berkapasitas 100 watt, 8 lampu listrik jenis hemat daya berkekuatan masing-masing 10 watt. Ditambah masing-masing menyalakan 1 unit mesin cuci dengan daya 200 watt selama 1 jam, dan rice cooker 370 watt selama 1 jam untuk kebutuhan memasak dan menghangatkan nasi.

CIMB NIAGA

Pemakaian daya listrik hasil panen sinar matahari tentunya akan berlebih. Karena itu kelebihan daya listrik tadi diekspor kepada PLN setiap bulannya sebanyak 65 persen sedangkan 35 persennya tetap disimpan sebagai cadangan pada alat meter listrik exim di kediaman pelanggan. Ini sesuai ketentuan Permen ESDM 49/2018. Adanya cadangan 35 persen listrik dari panen sinar matahari dapat menjadi faktor penambah penghematan tagihan listrik dari PLN untuk bulan berikutnya.

BACAAN TERKAIT