Kamis, 3 Juni 2021

NASA Bakal Kirim Cumi-cumi dan Beruang Air ke ISS untuk Eksperimen Luar Angkasa


Jakarta – Badan antariksa dan penerbangan Amerika Serikat (NASA) akan mengirimkan 128 bayi cumi-cumi dan 5.000 tardigrada atau beruang air ke stasiun luar angkasa internasional (ISS) untuk melakukan penelitian. Hewan tersebut akan dikirim bulan ini dan menjadi bagian dari kargo yang akan diluncurkan SpaceX dengan roket Falcon 9.

Dikutip Gadget NDTV, Selasa, 1 Juni 2021, para peneliti ingin memahami bagaimana beruang air mentolerir lingkungan yang penuh tekanan di ruang angkasa, dan apakah kurangnya gravitasi mempengaruhi hubungan simbiosis—koeksistensi yang saling bergantung—antara cumi-cumi dan mikroba yang menguntungkan.

NASA mengatakan beruang air, makhluk kecil yang mentolerir lingkungan lebih ekstrem daripada kebanyakan bentuk kehidupan, adalah model organisme untuk mempelajari kelangsungan hidup biologis dalam kondisi ekstrem. “Hasilnya dapat membantu lebih memahami faktor stres yang mempengaruhi manusia di luar angkasa,” kata pihak NASA dalam keterangan tertulisnya.

ISS sudah berada di ruang angkasa sejak tahun 1998. Pada dasarnya, ISS adalah pesawat ruang angkasa besar dan mengambang yang dijadikan laboratorium, sehingga memungkinkan astronot untuk tinggal selama beberapa minggu atau bulan untuk melakukan eksperimen.

Peneliti utama program tersebut Thomas Boothby menjelaskan, salah satu hal yang sangat ingin tim peneliti lakukan adalah memahami bagaimana beruang air bertahan dan bereproduksi di lingkungan itu. “Dan apakah kami dapat mempelajari sesuatu tentang trik yang mereka gunakan dan mengadaptasinya untuk melindungi astronot,” ujar Boothby.

Hewan, termasuk manusia, mengandalkan mikroba untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan, tapi tidak jelas bagaimana penerbangan luar angkasa mempengaruhi interaksi yang menguntungkan ini. Eksperimen dengan cumi-cumi akan membantu para ilmuwan memahami apakah ruang angkasa mengubah hubungan simbiosis antara cumi-cumi dan bakteri vibrio fischeri.

Ini juga akan dilakukan sebagai bagian dari percobaan UMAMI, yang merupakan singkatan dari Understanding Microgravity on Animal Microbe Interactions.

Roket Falcon 9 akan meluncur untuk ke-22 kalinya untuk menjalankan misi tersebut dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika, pada 3 Juni. Misi itu juga membawa panel surya baru yang akan dipasang di luar stasiun ruang angkasa oleh astronot. Eksperimen lain menuju ISS termasuk ultrasound portabel dan menganalisis bagaimana batu ginjal terbentuk di luar angkasa.

Sumber : tempo.co

Jababeka industrial Estate

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT