Semakin Populer, Metaverse Tren Investasi Jual Beli Tanah Baru di Dunia Virtual

  • Bagikan
metaverse1
metaverse1

Earth 2 atau bumi virtual digadang-gadang bakal menjadi bumi kedua manusia di Metaverse, saat ini tengah viral di semua platform media sosial.

Populernya bumi virtual ini, lantaran pada Oktober lalu, Facebook, Inc. bertransformasi ke Meta, dengan visinya yang fokus dalam menciptakan dunia Metaverse.

Metaverse merupakan dunia baru digital yang memungkinkan seseorang beraktivitas secara maya, termasuk di bumi kedua yang dinamakan bumi virtual.

Teknologi metaverse yang semakin masif dan populer, melejitkan bumi virtual atau Earth 2 yang bakal menjadi tempat tinggal baru bagi manusia.

Masifnya metaverse dalam dunia digital, kemudian menciptakan tren baru investasi dan jual beli tanah virtual dalam bumi virtual atau Earth 2.

Earth 2 atau bumi virtual didirikan oleh Shane Isaac dari Australia. Tujuan bumi virtual ini untuk membuat kebersamaan jutaan orang di metaverse.

Di dalam bumi virtual jutaan orang bisa membangun, tinggal, berbisnis, belajar, bermain, pengalaman, bersosialisasi, dan bahkan menjalani kehidupan sehari-sehari seperti di dunia nyata.

Konsep bumi kedua menawarkan masyarakat seluruh dunia untuk membeli tanah virtual, atau bisa kemudian menjualnya lagi dengan harga pasaran tanah virtual yang diprediksi akan naik sepanjang tahun.

Selain itu, pemilik tanah virtual juga bisa mendesain sendiri rumah impian dan masa depan yang unik, di daerah dan negara mana pun yang mereka inginkan, tanah ini dinamakan ubin.

Namun ubin tanah yang dimiliki seseorang di bumi virtual tidak dapat ditempati secara fisik, hanya bisa ditempati secara virtual dan nyata melalui Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

Dengan bumi virtual seseorang dapat melakukan perjalanan ke bagian mana pun di dunia dan mengunjungi gedung mana pun tanpa memerlukan visa atau khawatir pandemi.

“Dibangun di atas teknologi MapBox, tanah virtual diciptakan dari lapisan grid digital yang terhubung secara geografis yang membentang di seluruh planet yang memungkinkan orang untuk mengklaim kepemilikan tanah virtual,” tulisnya dikutip Semarangku.com dari laman resmi earth2.io

Seiring waktu, harga tanah di bumi kedua atau Earth 2 akan meningkat nilainya. Pasalnya secara permintaan, lokasi, dan potensi penghasilan, sama seperti tanah fisik.

Sementara harga ubin tanah, Earth 2 di bagian dunia dijual mulai dari 0,10 dollar, di Wisconsin, AS saat ini mencapai 37 dollar, dan ubin di Hamburg, Jerman seharga 7 dollar.

Dengan kemajuan teknologi metaverse, tidak heran jika saat ini seseorang di seluruh dunia mulai berlomba-lomba untuk membeli ubin tanah di bumi virtual atau Earth 2.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->