Connect with us

Sepakbola

Jadwal dan Preview Final Liga Europa: Malam ini, Chelsea VS Arsenal

Published

on


Jadwal dan Preview Final Liga Europa: Malam ini, Chelsea VS Arsenal

Finroll.com – Laga final Liga Europa musim 2018/2019 akan mempertandingkan dua klub papan atas liga Inggris yaitu Chelsea VS Arsenal.

Final Liga Europa musim ini akan digelar di Olympic Stadion, Baku, Azerbaijan. Meski jaraknya cukup jauh namun UEFA memastikan final bakal tetap berlangsung meriah di stadion berkapasitas 60 ribu orang tersebut.

Pemilihan Azerbaijan cukup kontroversial. Pasalnya, bintang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan tak bisa tampil lantaran negaranya, Armenia punya hubungan buruk dengan Azerbaijan.

Arsenal mengusung optimisme tinggi menjelang laga final Liga Europa musim ini. Sosok pelatih Arsenal saat ini, Unai Emery memegang peranan kunci untuk laga final nanti. Emery akrab dengan sebutan pelatih spesialis Liga Europa selama ini. Julukan tersebut Emery dapatkan setelah memenangi ajang tersebut sebanyak tiga kali bersama Sevilla. Kini, Emery mendapat tugas untuk mengulangi prestasi tersebut bersama Arsenal.

Sementara itu, Chelsea lolos ke final setelah menyingkirkan Frankfurt di babak sebelumnya. Di sisi lain, Arsenal ke final Liga Europa setelah mengalahkan Valencia di semifinal.

Chelsea cukup punya pengalaman di Liga Europa karena pernah juara musim 2012-2013. Sementara Arsenal prestasi terbaiknnya hanya menjadi juara musim 1993-1994 namun saat itu namanya masih Winners Cup yang hanya mempertemukan juara piala domestik.

Chelsea memiliki optimisme serupa karena para pemain utama mereka berpeluang besar bisa tampil pada laga tersebut. Chelsea masih akan mengandalkan Eden Hazard di lini serang untuk membombardir pertahanan Arsenal.

Berikut Jadwal Liga Europa dini hari nanti:

  • Kamis, 30 Mei 2019
  • Chelsea VS Arsenal
  • 02.00 WIB, Live RCTI
  • Baku Olympic Stadium, Azerbaijan
Advertisement

Sepakbola

Timnas Indonesia Butuh Juru Selamat agar Bisa Keluar dari Keterpurukan

Published

on

By

Finroll.com, JakartaTimnas Indonesia babak belur pada putaran kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Skuat Garuda menelan lima kekalahan dari semua laga yang sudah dijalani.

Teranyar, Timnas Indonesia kalah dari tuan rumah Malaysia. Yanto Basna dan kolega kalah 0-2 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/10/2019).

Hasil ini membuat Timnas Indonesia terbenam di dasar klasemen dengan nol poin. Sedangkan Malaysia di posisi kedua dengan 9 poin.

Buruknya penampilan Timnas Indonesia ini membuat Simon McMenemy didepak dari kursi pelatih. Juru taktik asal Skotlandia itu dipecat pada 6 November lalu.

“PSSI secara resmi berpisah dengan Simon McMenemy. Simon akan menjalani laga terakhir kontra Malaysia,” kata PSSI melalui akun Instagram resminya.

PSSI kemudian menunjuk asisten pelatih Timnas Indonesia Yeyen Tumena sebagai caretaker. Tapi, status ini hanya untuk laga melawan Malaysia.

Setelah McMenemy dipecat, sejumlah nama bermunculan sebagai penggantinya. Ketua Umum PSSI Mochamad Irawan menyebut mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla dan eks pelatih Timnas Korea Selatan Shin Tae-Yong.

Luis Milla

Luis Milla bukan sosok yang asing bagi Timnas Indonesia. Ia pernah melatih Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, serta Timnas Indonesia senior.

Satu setengah tahun melatih Timnas Indonesia, eks pemain Barcelona dan Real Madrid ini sangat memahami kondisi riil sepak bola Indonesia. Ia mengerti kelebihan dan kekurangan pesepak bola Indonesia

Di bawah sentuhan Milla, permainan Timnas Indonesia terlihat sangat berbeda. Sistem permainan yang diusung kerap berubah di tengah jalan mengikuti kondisi terkini tim asuhannya.

Selain itu, ia juga berani bereksperimen mengubah posisi pemain. Rizky Fajrin, Evan Dimas, dan Septian David Maulana adalah segelintir pemain yang mengalami hal itu. Hasilnya, kemampuan mereka teknis mereka menjadi lebih baik.

Jika kembali merekrut Milla, PSSI bakal untuk dua kali lipat. Karena, pria berusia 53 tahun itu dapat memegang beberapa level timnas.

Mulai dari timnas Indonesia level senior, U-23, hingga U-20. Tugas rangkap jabatan itu dilakukan Milla saat pertama mendarat di Indonesia.

Kini, tinggal PSSI dan Milla merundingkan masalah besaran gaji. Seperti diketahui, gaji Milla disebut mencapai Rp 2 miliar per bulan saat menangani Timnas Indonesia.

Shin Tae-Yong

Shin Tae-Yong sudah mempresentasikan diri di depan PSSI, Senin (19/11/2019). Pelatih asal Korea Selatan itu melakukannya dalam rangka pemilihan calon pelatih kepala Timnas Indonesia senior.

Ia menyebut melatih Timnas Indonesia adalah sebuah tantangan. “Bagi saya ini adalah sebuah tantangan. Saya tahu atmosfer sepak bola Indonesia sangat luar biasa dengan suporter yang fanatik,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Shin merupakan mantan pelatih timnas Korea Selatan. Di bawah asuhannya, Tae Guk Warriors -julukan Korsel- melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Namun untuk urusan sepak bola Tanah Air, Shin belum memiliki pengalaman. Meski demikian, Shin tak memandang sebelah mata sepak bola nasional.

Ia mengaku telah mempelajari sepak bola Indonesia dan menganalisa empat pertandingan terakhir timnas Indonesia di babak kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022. “Saya juga melihat, pengurus federasi memiliki semangat yang kuat untuk membangun sepak bola Indonesia ke level tinggi,” kata Shin.

Saat persentasi, Shin menjelaskan program kepelatihan dan target untuk jangka pendek serta jangka panjang. Jika dipercaya menangani Timnas Indonesia, ia akan membawa beberapa staf pelatih yang membantu membawa Korea Selatan tampil di Final Piala Dunia U20 di Polandia pada tahun ini.

Sumber asli: Liputan6.com

Continue Reading

Sepakbola

Manchester City Bakal Beri Gaji Fantastis kepada Raheem Sterling

Published

on

By

Finroll.com, Manchester – Manchester City dikabarkan Sportsmole akan segera memperpanjang durasi kerja Raheem Sterling. Manajemen City juga menyiapkan gaji yang fantastis untuk pemain berusia 24 tahun tersebut.

Raheem Sterling menjadi pemain kunci bagi Man City sejak didatangkan pada musim 2015-2016 lalu. Kontribusi pemain kelahiran Jamaika tersebut terus meningkat setiap musim.

Pada musim lalu, Raheem Sterling punya kontribusi sangat besar dalam sukses The Citizens menjadi juara Premier League. Sterling mencetak 17 gol dan 12 assist dalam semusim di liga.

Performa apik Raheem Sterling terus berlanjut pada musim 2019-2020. Sejauh ini, mantan pemain Liverpool tersebut telah mencetak 14 gol dan lima assist di semua ajang kompetisi.

Sterling juga tampil bagus ketika membela Timnas Inggris. Dia berhasil mencetak delapan gol dari sembilan pertandingan yang dijalani bersama The Three Lions pada 2019.

Raheem Sterling sebenarnya masih terikat kontrak bersama Manchester City hingga 30 Juni 2023. Dia menandatangani kontrak tersebut kurang dari 12 bulan yang lalu.

Dalam kontrak lamanya, sang winger mendapatkan gaji senilai 300 ribu poundsterling (Rp 5,4 miliar) per pekan. Dia menjadi satu di antara pemain dengan gaji tertinggi di Manchester City.

The Citizens berencana untuk menaikkan gaji Sterling. City bakal memberikan gaji 375 ribu poundsterling (Rp 6,8 miliar) per pekan. Nilai tersebut setara dengan yang diterima David de Gea di Manchester United.

Dalam tawaran kontrak yang disiapkan Man City, Raheem Sterling bakal mendapatkan perpanjang kontrak dengan durasi 12 bulan. Dia akan diberi kontrak baru yang berlaku hingga 30 Juni 2024.

Manchester City harus segera menawarkan kontrak baru kepada Raheem Sterling. Pasalnya, sang pemain kini dalam bidikan klub lain. Sejak awal musim 2019-2020, Sterling masuk dalam daftar belanja Real Madrid.

Madrid terus berupaya membangun skuat yang kompetitif untuk bersaing di La Liga dan Liga Champions. Raheem Sterling masuk dalam rencana Real Madrid yang nantinya akan menjadi pengganti Gareth Bale.

Sumber asli: Sportsmole

Continue Reading

Sepakbola

Resmi Melatih Tottenham Hotspur, Berapa Gaji Jose Mourinho?

Published

on

By

Finroll.com, London – Tottenham Hotspur resmi menunjuk Jose Mourinho sebagai manajer baru menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat, Rabu (20/11/2019) WIB. The Spesial One akan menukangi The Lilywhites hingga akhir musim 2022-2023.

Pochenttino didepak setelah penampilan buruk Spurs di Premier League. Klub London Utara itu terdampar di posisi ke-14 klasemen Premier League 2019-2020 dengan hanya meraih tiga kemenangan.

Jose Mourinho telah menganggur selama 11 bulan sejak dipecat Manchester United pada Desember 2018. Ruang ganti yang tak harmonis dan rentetan hasil buruk membuat manajer berpaspor Portugal itu didepak dari Old Trafford.

Bos Tottenham, Daniel Levy, dikabarkan sudah menjadikan Mourinho target utama untuk menggantukan Pochettino sejak beberapa waktu lalu. Apalagi, Mourinho belum mendapat klub baru.

Lantas, berapa gaji yang akan diperoleh Jose Mourinho dari Tottenham Hotspur?

Dikutip dari Tuttomercato, gaji Jose Mourinho di Manchester United mencapai 20 juta pounds (Rp363 miliar) per tahun. Namun, Mou dikabarkan tidak akan menerima gaji sebesar itu di Tottenham.

Nilai Kontrak Lebih Kecil

Menurut Tuttomercato, awalnya Jose Mourinho meminta nilai kontrak yang sama seperti saat dirinya di Old Trafford. Namun, permintaannya tidak dikabulkan bos Spurs.

Setelah melakukan negosiasi lanjutan, Mourinho dikabarkan setuju menurunkan nilai kontraknya. Dia dikabarkan akan menerima gaji 13 juta pounds (Rp 236 miliar) per tahun. Nominal tersebut sama seperti yang diterima Pochettino di Spurs.

Jadi, Jose Mourinho akan mendapat gaji tidak sebesar yang diberikan Manchester United. Selain itu, brand Tottenham Hotspur belum bisa menyamai Manchester United.

Sementara itu, Tottenham Hotspur menuliskan pengumuman tentang penunjukan manajer baru di situs resmi.

“Jose merupakan satu di antara manajer paling sukses dalam sepak bola. Dia memiliki banyak pengalaman, dapat menginspirasi tim dan ahli taktik yang hebat. Dia telah memenangkan banyak penghargaan di setiap klub yang dilatih. Kami percaya Mourinho akan membawa energi dan kepercayaan ke ruang ganti,” tulis Daniel Levy.

Jose Mourinho juga mengutarakan pendapat terkait posisinya di Tottenham Hotspur.

“Saya senang bergabung dengan klub yang skuat luar biasa dan pendukung fanatik. Kualitas di skuad dan akademi membuat saya senang. Bekerja dengan para pemain inilah yang telah menarik minat saya,” ujar Mourinho. (Bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending