Connect with us

Bulutangkis

Jadwal Wakil Indonesia pada Babak Pertama Hong Kong Terbuka 2019, Selasa 12 November

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Wakil-wakil Indonesia akan kembali berjibaku di ajang Hong Terbuka 2019 di Hong Kong Coliseum, Selasa-Minggu (12-17/11/2019).

Pada hari pertama, ada tiga wakil Indonesia yang berjibaku dari babak kualifikasi, yaitu Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah, Yehezkiel Fritz Mainaky, dan Lianny Alessandra Maniaky. Adapun tiga ganda campuran akan memulai perjuangan di babak pertama.

BACA JUGA : 

Tiga ganda campuran yang akan bertarung di babak pertama, Selasa (12/11/2019), adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Hafiz Faizal/Gloria Emanuella Widjaja, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Partai terberat akan dihadapi pasangan Rinov/Mentari. Mereka akan berjibaku melawan unggulan keenam asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Yung.

Kedua pasangan baru sekali bertemu di ajang resmi BWF, yaitu di Chinese Taipei Terbuka 2019. Duel tersebut dimenangi Goh/Tan.

Dua ganda campuran lainnya akan menghadapi lawan yang tak terlalu berat. Adapun Praveen/Melati baru memulai perjuangan di Hong Kong Terbuka 2019 pada Rabu (13/11/2019).

Wakil Indonesia di Hong Kong Terbuka 2019

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Dok PBSI)

Tunggal putra

Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Anthony Sinisuka Ginting, Yehezkiel Fritz Mainaky

Tunggal putri

Ruselli Hartawan, Lyanny Alessandra Mainaky

Ganda putra

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, Mohammad Ahsan Hendra Setiawan, Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama

Ganda putri

Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, Sitia Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, Ni Ketut/Tania Oktaviani Kusumah

Ganda campuran

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Hafiz Faizal/Gloria Emanuella Widjaja, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow

Jadwal Babak Pertama

15.00 WIB Wang Chi-Lin/Cheng Chi Ya (Chinese Taipei) Vs Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

15.45 WIB Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow Vs Takuro Hoki/Wakana Nagahara (Jepang)

16.30 WIb Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari Vs Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia)

(bola.com )

Bulutangkis

Hasil Lengkap Final All England 2020: Kevin / Marcus Kalah, Indonesia Hanya Dapat Satu Gelar

Published

on

By

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti saat juara All England 2020. (Istimewa)

Finroll.com, Jakarta – Indonesia hanya mendapat satu gelar dari final turnamen bergengsi bulu tangkis All England 2020 yang berlangsung sampai Senin (16/3/2020) dini hari WIB.

Kepastian ini terjadi setelah ganda putra andalan Tanah Air, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dikalahkan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe: 18-21 21-12 19-21.

Beruntung ada ganda campuran Indonesia yang memastikan skuad Merah Putih tidak pulang dengan tangan hampa dari Inggris.

Adalah berkat kontribusi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Keduanya mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 21-15, 17-21, 21-8.

Secara keseluruhan, Jepang jadi negara dengan titel juara terbanyak pada All England 2020. Total Jepang meraih dua gelar.

Selain dari Endo/Watanabe, negara ini meraih predikat terbaik dari sektor ganda putri: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota Vs Du Yue/Li Yin Hui: 21-13, 21-15.

Hasil Final

Ganda Putri

Yuki Fukushima/Sayaka Hirota Vs Du Yue/Li Yin Hui: 21-13, 21-15

Tunggal Putra 

Viktor Axelsen Vs Chou Tien Chen: 21-13, 21-14

Ganda Campuran 

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai: 21-15, 17-21, 21-8

Tunggal Putra 

Tai Tzu Ying Vs Chen Yu Fei: 21-19, 21-15

Ganda Putra

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe: 18-21 21-12 19-21

(bola.com)

Continue Reading

Bulutangkis

Kevin/Marcus Kalah Dramatis di Final All England

Published

on

By

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kalah melawan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam laga final All England 2020 di Birmingham Arena, Minggu (15/3) malam.

Dalam pertandingan tiga gim, Kevin/Marcus kalah di gim pertama dan ketiga. Pasangan Indonesia itu mengakhiri laga dengan 18-21 21-12 19-21.

Kevin/Marcus sempat tertinggal 0-3 lebih dulu sebelum akhirnya merebut enam poin beruntun yang membuat mereka berbalik unggul 6-3.

Endo/Watanabe lalu balas mengejar dengan catatan empat poin beruntun yang membuat mereka kembali memimpin 7-6.

Kevin/Marcus lalu tertinggal 8-10 sebelum serangan agresif Minions membuat mereka meraih tiga poin beruntun yang membuat skor menjadi 11-10 untuk keunggulan mereka di interval.

Selepas interval, pertarungan kedua ganda tetap ketat dan keduanya bergantian unggul. Kevin/Marcus sempat memimpin 14-12 namun kemudian berbalik tertinggal 14-15.

Dua pukulan melebar dari Kevin membuat Endo/Watanabe memimpin 18-16. Drop shot Watanabe lalu membuat skor menjadi 19-16. Pengembalian Marcus yang melebar membuat Endo/ Watanabe meraih game point di angka 20-16.

Sempat dua kali menggagalkan game point, Kevin/Marcus akhirnya kalah 18-21 setelah smes Endo tak bisa dihentikan.

Memasuki gim kedua, Kevin/Marcus langsung melesat dengan keunggulan 7-2. Meski Endo/Watanabe memberikan perlawanan sengit, Kevin/Marcus mampu memimpin 11-7 saat interval.

Lihat juga: Praveen/Melati Didukung Rekor Bagus untuk Juara All England
Selepas interval, Kevin/Marcus merebut empat poin beruntun untuk unggul 15-7. Dropshot Kevin lalu membuat skor menjadi 17-9. Selisih delapan poin terus dipertahankan hingga angka 18-10.

Serangan Minions mengantar mereka meraih game point di angka 20-10. Sempat dua kali gagal, Minions memaksakan terjadinya rubber game dengan kemenangan 21-12.

Pada gim penentuan, Kevin/Marcus kalah start dan langsung tertinggal 0-6 di awal gim. Kevin/Marcus lalu tampil lebih baik dan mencatat lima poin beruntun yang membuat skor menjadi 5-6.

Kevin/Marcus berusaha kalo keras mengejar namun harus puas dengan kondisi tertinggal dua angka, 9-11 saat interval.

Selepas interval, Endo/Watanabe meraih tiga poin beruntun dan memimpin 14-9. Upaya Kevin/Marcus untuk merapatkan selisih poin mulai menunjukkan hasil saat mereka mendekat di angka 13-15.

Pukulan Endo yang gagal menyeberangi net dan pukulan Watanabe yang keluar membuat skor sama kuat 15-15. Minions sempat tertinggal 16-18 lalu dua poin dari Marcus membuat skor imbang 18-18.

Pukulan Kevin lalu mengantar Minions berbalik unggul 19-18 sebelum skor kembali sama kuat 19-19.

Endo lalu membuat ganda Jepang meraih match point di angka 20-19. Endo/Watanabe lalu mengakhiri pertandingan di kesempatan pertama dan menyudahi laga dengan skor 21-19. (CNN/GPH)

Continue Reading

Bulutangkis

Praveen/Melati Juara All England 2020

Published

on

By

Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil menjuarai All England 2020. Pasangan ini keluar sebagai juara usai mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di final.

FINROLL.COM — Bertanding di Birmingham Arena, Minggu (15/3) malam, Praveen/Melati bertarung sengit melawan Dechapol/Sapsiree dalam tiga gim. Sempat unggul 21-15 di gim pertama, Praveen/Melati kalah di gim kedua 17-21.

Kemenangan akhirnya ditentukan di gim ketiga, Praveen/Melati berhasil menuntaskan pertandingan dengan 21-8.

Kepastian mereka menjuarai turnamen bulu tangkis All England ini dikonfirmasi Badminton Indonesia dalam akun twitternya, Minggu (15/3).

“Jordan/Melati Tuntaskan All England dengan gelar juara,” kata Badminton Indonesia, @INABadminton.

Praveen/Melati ke final usai menang dramatis atas ganda campuran Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, 21-15, 21-23 dan 21-11, pada semifinal Minggu (15/3) dini hari WIB.

Sementara Dechapol/Sapsiree sukses ke final usai menaklukkan ganda Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yujung di semifinal.

Gelar All England ini merupakan gelar All England pertama bagi Praveen/Melati sejak mereka berpasangan. Sementara khusus bagi Praveen, ini adalah gelar kedua setelah sebelumnya ia sempat jadi juara bersama Debby Susanto di 2016.
(CNN/GPH) 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending