Connect with us

Automotive

Jika Pajak 0 Persen Disetujui, Toyota Innova Baru Cuma Rp 202 Jutaan

Published

on


https://www.finroll.com/wp-content/uploads/2021/01/Toyota-Innova-Baru.jpg

Finroll.com – Wacana soal pajak 0 persen untuk mobil baru lagi-lagi menyeruak setelah Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melalui kementerian Perindustrian kembali mengajukannya ke pemerintah pusat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri diklaim menyambut baik usulan itu, namun keputusannya belum final. Hal itu terkait dengan persetujuan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang disebut masih mempertimbangkannya.

“Ini memang sudah kita usulkan. Dan saya sudah laporkan ke presiden dan secara prinsip beliau setuju. Tapi Menteri Keuangan masih dalam proses hitung menghitung,” kata Agus Gumiwang, seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin (28/12).
Alasan utama usulan tersebut karena berdasarkan data Gaikindo mulai Januari hingga November 2020, distribusi dari pabrik ke diler turun mencapai 49,8 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Pada segmen ritel pun tidak kalah remuk dengan penurunan sebesar 46 persen.

Baca Juga : Mengetahui dan mengenal apa itu Mobil Listrik Mungil Toyota C+pod

Soal hitung-hitungan pajak nol persen tersebut, Ketua Gaikindo Jongkie D. Sugiarto memperkirakan bila harga mobil baru bisa turun mencapai 40 persen dari harga on the road, turun tajam dari harga pasarannya.
Sebagai gambaran, bila konsumen ingin membeli mobil murah Daihatsu Ayla tipe terbawah 1.0 D M.T dengan harga Rp 102.150.000 sesuai situs resmi Daihatsu Indonesia, maka kisaran harga barunya akan turun menjadi Rp 612.900.000.

Apalagi untuk Toyota Kijang Innova. Situs Toyota Indonesia mencantumkan bahwa tipe termurah mobil ini ialah Rp 337.600.000 untuk varian 2.0 G M/T BSN. Itu berarti harga on the road Toyota Kijang Innova akan menyusut menjadi Rp 202.560.000.

Sumber : otosia
Advertisement

Automotive

Update Harga Motor Trail 150 cc Mei 2021, Ada Kenaikan Sampai Rp 1 Juta

Published

on

Seperti kita tahu, motor trail bisa jadi pilihan alternatif bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan dengan banyak fungsi. Tak hanya untuk kegiatan offroad, di medan aspal pun roda dua ini bisa diandalkan.

Setidaknya ada empat pabrikan yang memiliki produk kuda besi penggaruk tanah. Kawasaki memiliki KLX150 series, Honda punya CRF150L, Yamaha hadir dengan WR 155R, dan tak lupa juga merek lokal, Viar yang mempunyai model Cross X 150 di lini produk petualangnya. Masing-masing unit menawarkan beragam keunggulan. Tak hanya dari segi kelengkapan, harga yang terjangkau juga menjadi opsi menarik sebelum membeli salah satunya. Untuk per Mei 2021, ada kenaikan harga dari Rp 100 ribuan sampai Rp 1 juta dibanding dua bulan lalu. Berikut informasi lengkapnya.

Kawasaki KLX 150BF SE

Kawasaki KLX 150 Series

Ada kenaikan sedikit pada KLX 150 series. Tak banyak, hanya berkisar Rp 100 ribuan. KLX 150 standar dua bulan lalu dijual Rp 30,9 juta, per Mei 2021 dibanderol Rp 31 juta OTR Jakarta. Tipe ini tersedia dalam dua pilihan warna, hijau dan hitam. Tak ada grafis spesial yang tersemat, semua tampak minimalis.

Varian terbawah ini punya perbedaan di bagian roda. Ia pakai ukuran lebih kecil, yakni 70/100-19 inci di depan dan 90/100-16 inci di belakang. Suspensi depan masih jenis teleskopik berdiameter 33 mm. Belakang menggunakan model unitrack dengan setelan 5 tingkat preload. Secara umum, dirinya memiliki berat kosong 116 kg, dengan ground clearance 255 mm, dan wheelbase 1.355 mm.

Bodinya ramping dan menghasilkan posisi riding yang nyaman. Karena pemakaian roda yang lebih kecil dari saudaranya, ketinggian joknya rendah. Motor ini ditujukan untuk rider pemula. Kawasaki meyebutnya “easy to ride for new riders and satisfying for experienced riders”.

Kemudian ada KLX 150L. Dia punya grafis menarik, mengusung tampilan retro. Terlihat dari striping yang mirip dengan Kawasaki KDX dan KX Series era 80-an. Pakai warna hijau dengan motif retro. Joknya beda dari varian lain, warna biru. Untuk tipe ini tidak ada kenaikan. Masih sama dengan bulan lalu, yaitu Rp 32,6 juta on the road (OTR Jakarta).

Mengusung suspensi depan teleskopik dan monoshock di belakang, seperti model awalnya. Hanya saja ukuran pelek depan belakang sekarang berbeda, menjadi 21 inci depan dan 18 di belakang. Dipasangkan ban berukuran 2.75/100 depan, dan 4.10/100 belakang. Tipe kulit bundar masih sama, “ban pacul”.

Efek dari roda yang lebih besar, ground clereance jadi lebih tinggi dari KLX 150 standar, yakni 295 mm, dan tinggi jok 870 mm. Bobotnya naik 2 kg dari versi standar, jadi 118 kg. Kapasitas tangki bahan bakar 6,9 liter.

Lalu KLX 150BF. Hanya dijajakan satu pilihan warna, hijau motif putih. Untuk varian ini ada selisih harga Rp 100 ribu dibanding dua bulan sebelumnya. Sekarang Anda harus siapkan dana sebesar Rp 35 juta (OTR Jakarta).

Huruf BF di belakangnya merupakan kode dari Big Foot. Artinya, trail ini punya area kaki-kaki yang lebih advance dibanding tipe standar. Ukuran rodanya masih sama, 21 inci depan dan 18 inci belakang. Ban juga sama persis. Bedanya dia sudah pakai suspensi upside down di depan berdiamater 35 mm.

Belakangnya sama dengan varian lain, model unitrack dengan setelan 5 tingkat preload. Menawarkan level yang lebih tinggi untuk performa off-road. Ukuran piringan cakram lebih besar, yaitu 240 mm depan dan 190 mm belakang. Menjanjikan daya cengkram lebih baik.

Dimensi bodinya lebih pendek 10 mm, dan makin ramping 5 mm dari model ‘L’ maupun standar. Ground clereance dan tinggi jok sama dengan tipe L. Masing-masing 295 mm dan 870 mm. Berat motor dan kapasitas tangki bahan bakar masih sama.

Selanjutnya KLX 150BF SE, yang masih identik dengan KLX 150BF. Bedanya, ia dibekali tambahan aksesori, semacam hand guard, engine guard, serta aksen warna hitam pada bagian bodi dan pelek. Tersedia dengan empat pilihan warna: biru, hijau, merah dan kuning. Semuanya gunakan tabung upside down berkelir emas. Dirinya saat ini dilego Rp 37,7 juta (OTR Jakarta) atau beda Rp 100 ribu dari bulan Maret.

Pemain lama di kelas trail 150 yang memiliki banyak varian ini punya kesamaan di sektor ukuran tubuh dan jantung mekanis. Punya panjang 2.080 mm, lebar 830 mm, dan tinggi 1.155 mm, dan jarak sumbu roda 1.340 mm. Sedang mesinnya dibekali 144 cc, satu silinder, SOHC, 4-Tak dan berpendingin udara. Sistem bahan bakar masih menggunakan karburator, dan sistem pengapian DC-CDI. Tenaga yang dihasilkan sebesar 11,8 Hp pada 8.000 rpm dan torsi 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Keseluruhan tenaga ini dipadu sistem transmisi 5-percepatan.

 

Yamaha WR155R

Yamaha WR155R

Yamaha juga turut mengerek harga jual WR 155R. Motor on/off road tersebut naik Rp 1 juta dari Rp 36,9 juta menjadi Rp 37,9 juta OTR Jakarta. Harga segitu tentu selaras dengan performa dan kelengkapan yang dibawanya.

Mesinnya berkapasitas 155,09 cc 1-silinder SOHC liquid-cooled dan dilengkapi dengan teknologi VVA. Dengan penggunaan katup variabel (VVA), performa terasa lebih merata di semua putaran mesin. Konfigurasi jantung mekanisnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 16,7 hp dengan torsi maksimum 14,3 Nm. Kompresinya mencapai 11,6:1 dan disokong sistem pengabutan injeksi, serta dayanya itu disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan. Uniknya, ia mengadopsi knalpot tinggi di sebelah kiri.

Menyoal fitur, jangan berharap ada power outlet, keyless start, ABS, apalagi traction control. Namun, hal ini masih wajar mengingat trail lebih mengutamakan fungsi ketimbang “gimmick”. Paling utama yang ada di WR155R yaitu panel instrumen digital beserta MID yang bersifat informatif. Diferensiasi dengan kopetitornya terletak pada indikator bar-graph dan tachometer. Selain itu dipasangkan juga lampu hazard, dan radiator.

Desainnya ramping, posisi spakbor tinggi, ban segala medan, hingga posisi duduk tegak. Lekukan garis bodinya terlihat lebih tajam dan menonjolkan kesan sporty hingga ke bagian visor. Model joknya pun dibuat bergaya YZ series yang rata dan memanjang ke belakang. Bentuk ini diklaim menawarkan kemudahan pengendara dalam menentukan posisi duduk sehingga mendukung kelincahan saat bermanuver. Untuk memberikan daya jelajah yang mumpuni, ia diberikan dengan kapasitas tangki yang besar yakni 8,1 liter.

Rancang bangunnya serupa 2.145 x 840 x 1.200 mm (PxLxT). Jarak sumbu roda mencapai 1.430 mm, sementara tinggi tempat duduk 888 mm. Dibangun di atas rangka model semi-double cradle. Kontruksi itu diyakini lebih kaku, lebih kuat, dan lebih ringan dibandingkan dengan rangka single frame karena pemakaian pipa berdiameter lebih kecil. Dengan begitu bisa memberikan pengendalian yang nyaman dan stabil.

Sektor depannya dihuni suspensi teleskopik berdiameter 41 mm dengan panjang 899,1 mm. Diklaim memiliki kenyamanan saat digunakan off-road. Sementara pada bagian belakang mengadopsi link type monocross dengan tekanan yang dilengkapi oli dan dapat diatur tingkat kekerasannya. Ground Clereancenya cukup tinggi yaitu 245 mm. Apalagi ditunjang dengan ban model dual purpose yang membungkus pelek jari-jari berukuran 2.75-21 di depan dan 4.10-18 di belakang.

Baik depan maupun belakang sudah menggunakan rem cakram bergelombang yang masing-masing berukuran 240 mm dan 220 mm. Seperti kita tahu, jenis wavy disc dengan banyak lubang dapat melepas panas lebih cepat. Jadi para rider tidak perlu khawatir saat sering melakukan pengereman.

Honda CRF150L

Honda CRF150L

Setelah lama menahan harga motor trailnya, per Mei 2021 akhirnya ada penyesuaian. PT Astra Honda Motor (AHM) saat ini menjual CRF150L sebesar Rp 34,750 juta. Naik Rp 295 ribu dari dua bulan sebelumnya.

Kuda besi ini ditujukan untuk Anda yang berminat dengan petualangan. Tidak perlu menjadi penunggang motor trail profesional bila ingin mengendarai CRF150L. Sebagai pemula pun, dijamin bisa asik berkendara bersamanya. Hanya tersedia satu varian.

Honda memberi jantung mekanis berkapasitas 149,15 cc satu silinder SOHC. Mesin ini bisa memuntahkan torsi puncak 12,43 Nm pada 6.500 rpm dan tenaga maksimal 12,7 Hp pada 8.000 rpm. Padanannya, sistem transmisi 5-percepatan. Kekurangan pada transmisi, perpindahan gigi terasa cukup sulit.

Mesin CRF150L diklaim irit konsumsi bahan bakar, lantaran penggunaan sistem penyemprotan injeksi. Klaim Honda, depot dayanya mampu menghemat sampai 39 Kpl melalui metode pengetesan ECE R40 dengan bahan bakar Euro3.

Bodinya ramping dan bobotnya hanya 122 kg, memastikan motor ini mudah untuk dikendalikan. Ground clearancenya juga cukup tinggi, 285 mm. Cukup untuk melewati jalan dengan kontur beragam, walau masih ada kompetitor yang punya ground clearance lebih tinggi.

Ditambah lagi penggunaan suspensi depan upside down ukuran 37 mm, sanggup membuat rasa berkendara lebih stabil di segala medan. Komponen ban pacul ukuran 2.75-21 inci di depan dan 4.1-18 di belakang, memaksimalkan cengkeraman di medan tanah. Ditambah lagi sistem pengereman sudah pakai cakram gelombang di kedua rodanya. Ukuran cakram depan 240 mm dan belakang 220 mm.

CRF150L dibekali pula dengan berbagai teknologi modern. Panel instruman digital berbentuk ringkas salah satunya. Sayangnya panel ini memberi informasi terbatas, sebatas kecepatan, jarak perjalanan dan kapasitas bahan bakar. Harusnya menurut kami, Honda juga melengkapi dengan informasi posisi gigi transmisi, konsumsi bahan bakar rata-rata dan lain-lain.

Kemudian yang menjadi kontroversi, penggunaan sistem penyemprotan bahan bakar injeksi. Banyak orang Indonesia beranggapan bahwa karburator paling cocok untuk penggunaan off-road. Walau begitu, kenyataannya karburator sudah ditinggalkan saat ini. Berbagai motor trail dari berbagai pabrikan lain, juga sudah pakai injeksi. Menurut Honda, teknologi injeksi punya keuntungan lebih mudah beradaptasi di segala kondisi cuaca, irit dan punya daya kerja stabil.

 

Viar Cross X 150

Viar Cross X 150

Beda dengan para kompetitornya, harga Viar Cross X 150 masih stabil. Ada diangka Rp 17,250 jtua OTR Jakarta. Ia bisa jadi pilihan konsumen yang menyukai motor dual purpose. Terutama saat melirik harga dari kompetitornya. Sementara tiga pesaing sekelasnya, Kawasaki KLX 150, Yamaha WR155 dan Honda CRF150L, dipatok Rp 30 juta ke atas.

Unitnya memang bukan barang terbaru. Viar Cross X 150 sudah hadir sejak 2015. Lalu mendapatkan penyegaran setahun kemudian. Keberadaannya jelas ingin menantang trail terlaris, produk PT Kawasaki Motor Indonesia itu. Tapi persaingan makin berat karena adanya Honda CRF150L dan Yamaha WR155. Belum lagi nama besar yang dimiliki keduanya. KLX 150 berstatus produk terlaris KMI. CRF150L dan WR155 yang popularitasnya sampai ke manca negara.

Tak ada salahnya Viar berharap. Lewat godaan di atas (harga), semoga calon pembeli KLX 150 series, Yamaha WR155 maupun CRF150L bisa beralih ke Cross X 150. Toh rancang bangunnya tak beda jauh. Salah satu contohnya adalah kapasitas mesin yang digendong, sama-sama 150 cc.

Dilihat dari data spesifikasinya, jantung mekanis Cross X 150 bertipe SOHC dengan kubikasi 149 cc. Tenaga yang dikeluarkan 10 Hp di 7.500 rpm. Torsi maksimalnya 9,6 Nm pada putaran mesin 7.000 rpm. Catatan ini memang kalah dibanding KLX ,WR maupun CRF. Salah satu perbedaan, terletak pada penetapan bore x stroke-nya. Viar Cross X 150 menggunakan diameter x langkah piston: 62.0 x 49.5 mm.

Tubuh Viar Cross X 150 masih terbilang ringkas. Dimensi: 1.980 x 880 x 1.350 mm (P x L x T) ini, sedikit lebih lebar dari para lawan. Mari kita bandingkan. Kawasaki KLX 150 BF: 2.070 x 825 x 1.155 mm. Honda CRF150L: 2.119 X 793 X 1.153 mm. Dan WR155 2.145 x 840 x 1.200 mm. Kendati begitu, diklaim bersahabat bagi pengendara. Terutama yang memiliki tinggi badan di bawah 170 cm. Ini terkait pula dengan penggunaan ban 19-16 inci (depan-belakang). Memang lebih kecil dari dua pesaingnya, yang memakai sepatu ukuran 21-18 inci. Bicara soal ini terkait pula dengan handling.

Walau punya harga ekonomis, Viar tak serta merta menanggalkan kualitas. Buktinya kaki-kaki Cross X 150, disenjatai suspensi depan up-side down (USD). Ini salah satu nilai plus-nya. Terutama jika membandingkan dengan kepunyaan KLX standar, yang masih menggunakan teleskopik. Selanjutnya, Cross X 150 memakai monoshock unitrack system pada suspensi belakang. Dia juga menjanjikan pengendalian yang layak, saat disiksa ke medan off-road. Ditambah dukungan pengereman berupa cakram di kedua rodanya

Continue Reading

Automotive

Bridgestone Sokong Mobil Listrik Bertenaga Surya Lightyear One, Lebih Hemat dari Tesla

Published

on

Pabrikan ban rakasa Bridgestone mengumumkan kerjasama eksklusif dengan perusahaan inovasi dalam hal mobilitas asal Belanda, Lightyear. Bridgestone mendukung pengembangan ban khusus untuk Lightyear One, kendaraan listrik bertenaga surya jarak jauh pertama di dunia. Rencananya mobil ini akan tersedia secara komersial pada akhir tahun ini.

Lightyear One diklaim sebagai mobil listrik pertama dengan tenaga surya alias matahari. Berbeda dari mobil listrik pada umumnya, Lightyear One menawarkan jarak tempuh sebesar 725 km, dimana belum pernah terjadi sebelumnya. Ia tiga kali lebih efisien dibandingkan mobil listrik terkemuka yang ada saat ini, Tesla. Menariknya, energi mobil ini akan diisi langsung oleh sinar matahari melalui atap surya yang besar. Hal ini membuat mobil ini meminimalisir emisi karbondioksida serta mampu memaksimalkan efisiensi saat pengisian baterai.

Pengembangan Lightyear tak hanya dari sisi desain bagaimana merancang mobil dengan koefisien aerodinamis terbaik tapi juga perangkat lain. Untuk mendukung kinerja unik ini dan lebih meningkatkan efisiensi, Lightyear membutuhkan ban yang menawarkan hambatan gulir yang sangat rendah dan berat ban yang ringan guna menghemat masa pakai baterai, memaksimalkan jarak tempuh kendaraan, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Lightyear One

Emilio Tiberio, COO & CTO Bridgestone EMIA (Europe, Russia, Middle East, India and Africa), menjelaskan, “Lightyear terkesan dengan pendekatan Bridgestone terhadap mobilitas berkelanjutan sejak kami terlibat dalam proyek Bridgestone World Solar Challenge, membuat kami bersemangat untuk berperan dalam proyek Lightyear One. Bridgestone berkomitmen untuk mengurangi 50% emisi CO2 pada tahun 2030 dan menggunakan 100% bahan yang berkelanjutan pada tahun 2050 dan kemitraan strategis yang sangat penting untuk mencapai tujuan ini.”

Dan Bridgestone menjawab tantangan tersebut dengan menciptakan ban Turanza-Eco khusus untuk Lightyear One. Ban yang juga digunakan pada Volkswagen ID.4 ini, menggabungkan teknologi evolusioner ban ringan ENLITEN dan teknologi ologic untuk pertama kalinya. Teknologi ini dapat mengurangi bobot melalui penggunaan bahan mentah selama proses produksi, sekaligus mengurangi hambatan gelinding melalui desain telapak inovatif, diameter yang lebih besar, tekanan inflasi tinggi, dan desain ramping.

Hambatan gulir yang sangat rendah juga mempengaruhi berat baterai yang lebih ringan bagi Lightyear One. Hasilnya, ban Turanza Eco mampu meningkatkan jarak tempuh jika dibandingkan dengan ban alternatif khusus Bridgestone Electric Vehicle lainnya, serta mampu mengurangi bobot baterai sebesar lebih dari 90 kg. Mobil ini menggunakan baterai 60 kWh.

Lightyear One

Selain mengoptimalkan jarak tempuh Lightyear One, dispersi silika di dalam ban juga telah ditingkatkan dengan menerapkan teknologi baru dalam pencampuran bahan baku, sehingga terjadi pengurangan keseluruhan berat ban per kendaraan sebesar 3,6 kg atau sekitar 10 persen, tanpa mengorbankan jarak tempuh dan cengkeraman ban.

Untuk pertama kalinya, simbol ban EV Bridgestone akan terpasang pada dinding samping ban Turanza Eco. Simbol Bridgestone EV diterapkan pada ban yang dibuat khusus untuk kendaraan listrik dan simbol ini menunjukkan bahwa ban tersebut menjalani proses pengujian yang ketat untuk mendapatkan persetujuan dari produsen mobil. Hasilnya, ban ini mendukung fitur unik kendaraan listrik dan memenuhi persyaratan pabrikan mobil untuk daya baterai, kontrol kendaraan, dan masa pakai ban.

Bridgestone juga memanfaatkan teknologi Pengembangan Ban secara Virtualnya yang memungkinkan simulasi kinerja ban yang akurat tanpa harus memproduksi dan mengujinya secara fisik terlebih dahulu, hal ini dapat menghemat hingga 40.000 kilometer saat pengujian pada mobil di luar ruangan di kehidupan nyata. Hal ini juga dapat memangkas waktu pengembangan produk dan pengujian ban di luar ruangan hingga 50 persen.

Lightyear One

Pijakan dari lahirnya Lightyear one ini terjadi pada waktu Bridgestone World Solar Challenge, yaitu sebuah perlombaan melintasi Pedalaman Australia sepanjang 3.000 km yang mendorong limit inovasi dan teknologi dari mobilitas bertenaga surya. Dengan pemikiran ini, Bridgestone telah berkolaborasi dengan Eindhoven Technical University dan orang-orang di balik Lightyear selama delapan tahun. Solar Team Eindhoven, yang merupakan tempat kelahiran Lightyear sendiri, memenangkan Cruiser Cup Bridgestone World Solar Challenge empat kali berturut-turut, dari tahun 2016 sampai 2019.

Lex Hoefsloot, CEO Lightyear, mengatakan, “Kami sangat senang melihat kolaborasi antara Bridgestone dan Lightyear ini, dengan dua perusahaan yang berbagi visi yang sama untuk mobilitas berkelanjutan di masa depan dapat bersatu. Dunia sudah mengalami perubahan dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan melalui inovasi serta teknologi mutakhir, kita dapat bekerja sama untuk menangkap peluang langsung dan menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan.”

Lightyear mengatakan One akan melakukan uji trek pada kuartal kedua 2021. Sedangkan penjualan secraa massal diharapkan bisa dilakukan pada akhir tahun ini. Adapun target harga sekitar US$ 135,000 atau sekitar Rp 1,95 miliar.

Continue Reading

Automotive

Layani Konsumen yang Tak Mudik, Hyundai Adakan Program Layanan Lebaran Sehat

Published

on

SHOWROOM MOBIL HYUNDAI JAKARTA: Hyundai Cibubur

SHOWROOM MOBIL HYUNDAI JAKARTA: Hyundai Cibubur

Tak boleh mudik bukan berarti kendaraan tak terurus. Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi menghadirkan program layanan “Hyundai Happy Healthy Eid”, yang akan berlangsung dari 5-16 Mei 2021. Program ini untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dalam menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sesuai temanya, Lebaran Sehat, program layanan ini terdiri dari Layanan Perawatan Sterilisasi (Sterilization Care Service), test antigen gratis, dan program Hyundai Tetap Buka saat Hari Raya Idul Fitri.

SungJong Ha, President Director HMID, mengatakan momen perayaan Idul Fitri sangatlah penting untuk menjaga mobil agar tetap bersih dan steril untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19. “Hyundai selalu berusaha melakukan inovasi program layananan yang berfokus pada pelanggan. Oleh karena itu, sejalan dengan menyambut dan merayakan hari raya Idul Fitri, Hyundai pun mengadakan program ini sehingga pelanggan tetap bisa melakukan perawatan mobilnya sepanjang momen libur lebaran,” katanya.

Melalui layanan Sterilization Care Service, pelanggan setia Hyundai tidak perlu khawatir akan kebersihan dan sterilisasi kendaraannya. Program desinfeksi kendaraan ini dapat dengan mudah diperoleh pelanggan yang melakukan proses servis di seluruh bengkel resmi Hyundai mulai periode 5-16 May 2021.

Selain itu, pelanggan yang melakukan servis mulai tanggal 1 Maret-16 Mei 2021 di seluruh bengkel resmi Hyundai dapat melakukan tes antigen secara gratis (jumlah slot tes terbatas). Untuk menikmati layanan ini, pelanggan terlebih dahulu harus melakukan reservasi melalui website (www.hyundai.com/id/id) dengan mengunggah identitas diri berupa KTP dan STNK, serta invoice jasa servis, dimana 1 STNK berlaku untuk 2 orang. Pelanggan yang telah melakukan reservasi dapat memilih waktu penyelenggaraan tes antigen pada: 11, 12, 15, dan 16 Mei 2021 dan lokasi dilakukannya tes antigen.

Adapun lokasi antigen tersebar tiga kota yaitu: Jakarta, yang dapat dilakukan di Hyundai Simprug, Hyundai Kalimalang, Hyundai Pancoran dan Hyundai Kebon Jeruk; di Bandung, dapat dilakukan di Hyundai Soekarno Hatta; serta di Surabaya, tepatnya di dealer Hyundai Wiyung.

Tetap Buka

Untuk semakin memaksimalkan kepuasan pelanggan saat merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga, Hyundai juga menyediakan pelayanan “Hyundai Tetap Buka”. Para pelanggan dapat melakukan servis melalui program “Hyundai Tetap Buka” yang berlangsung pada tanggal 12, 15 dan 16 Mei 2021 pada jam kerja regular, dan tanggal 13-14 Mei 2021 pada pukul 13.00 – 17.00 WIB. Program ini, berlaku di 5 wilayah, yang terdiri dari: Jakarta, yaitu di Hyundai Simprug, Hyundai Kalimalang, Hyundai Cibubur, Hyundai Pancoran, serta Hyundai Kebon Jeruk. Bandung, yaitu di Hyundai Soekarno Hatta. Semarang, di Hyundai Puri Anjasmoro. Yogyakarta, yaitu di Hyundai Adisucipto, dan di Surabaya yaitu Hyundai Wiyung.

Program layanan lainnya termasuk “24H Roadside Assistance (Towing)“ untuk membawa mobil pelanggan ke dealer resmi Hyundai terdekat yang berada di seluruh Indonesia, dan “24H Mobile Service & Charging Service” yang akan tersedia mulai tanggal 12-16 Mei 2021, dan beroperasi selama 24 Jam. Adapun layanan yang ditawarkan untuk program ini adalah 24H Mobile Service khusus wilayah Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, dan Surabaya , serta 24H Mobile Charging Service di wilayah Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Program “24H Mobile Service” merupakan program layanan mobilitas yang memungkinan para tenaga profesional Hyundai untuk mengunjungi serta melakukan pengecekan dan perbaikan dari mobil, kapanpun dan dimanapun, sesuai permintaan dari para pelanggan. Program layanan mobilitas dari Hyundai ini mencakup 17 bagian layanan pengecekan dan perbaikan termasuk aki, belt, rem, kopling & transmisi, pintu & jendela, mesin, knalpot, filter, cairan dan pelumas, dan bagian penting lainnya. Sedangkan cakupan servis lainnya adalah layanan tambahan untuk layanan pembersihan dan cuci kendaraan bagian interior dan eksterior.

Lebih lanjut, program “Mobile Charging Service” yang tersedia pada kurun waktu tersebut tersedia di area Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Solusi pengisian daya Vehicle-to-Vehicle (V2V) ini memanfaatkan unit KONA Electric yang dilengkapi dengan konverter khusus sebagai mobil penyumbang listrik untuk memastikan pelanggan dapat mengisi daya mobil listrik mereka kapanpun dan dimanapun dalam cakupan area jangkauan layanan.

Untuk memberikan kemudahan bagi para pelanggan, mereka dapat melakukan reservasi langsung ke Hyundai Call Center di 0-800-1-878- 878 yang beroperasi selama 24 jam (bebas pulsa). Tim Hyundai kemudian akan mengatur jadwal untuk seluruh pelanggan untuk pilihan layanan yang disediakan oleh Hyundai.

Continue Reading

Trending