Connect with us

Sepakbola

Jokowi Pamerkan Kemegahan Stadion Manahan Solo

Published

on


Finroll.com – Stadion Manahan, Solo, tengah direnovasi. Penampakan baru Stadion Manahan pun tak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo.

Stadion Manahan sedang dalam proses renovasi dan pengembangan. Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai September 2019.

Lewat akun Instagram-nya, Jokowi memamerkan penampakan Stadion Manahan yang baru direnovasi. Tak lupa ia juga menuliskan sejumlah fasilitas baru di stadion kota asalnya itu.

“Perkenalkan, ikon baru Kota Solo: Stadion Manahan yang megah dan modern yang rampung bulan September 2019 ini,” Jokowi menulis di akun Instagramnya.

“Tribun stadion berkapasitas 20.000 penonton kursi tunggal ini dihiasi motif batik Kawung. Lapangannya ditanami rumput jenis Zoysia Japonica, sama dengan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Tribunnya juga beratap agar penonton aman dari hujan dan panas.”

“Stadion Manahan diterangi cahaya lampu hingga 1.500 lux, dilengkapi papan skor elektronik besar, dan di ruang ganti pemainnya ada kolam berendam air panas untuk setiap tim.”

“Dengan begitu, Stadion Manahan layak menjadi venue event olahraga skala nasional dan internasional.”

Sepakbola

Jordan Henderson Dianggap Sejajar dengan Deretan Kapten Hebat Liverpool

Published

on

By

Kapten Liverpool, Jordan Henderson (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Mantan gelandang Liverpool, Charlie Adam, melontarkan pujian kepada Jordan Henderson. Bagi Adam, pemain berusia 29 tahun itu kini sejajar dengan deretan kapten hebat The Reds pada masa lalu.

Henderson menjadi kapten Liverpool sejak 2015. Perlahan tetapi pasti, dia menjelma menjadi pemimpin sejati skuat Si Merah.

Musim lalu, dia mengantar Liverpool menjuarai Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Menurut Adam, Henderson kini layak disejajarkan dengan parak kapten hebat The Reds macam Steven Gerrard.

“Apakah saya membayangkan Henderson memenangkan Liga Champions sebagai kapten Liverpool? Mungkin tidak. Tapi bagaimana hal-hal telah berubah, dan dia menjadi nyaman dalam peran itu dan sejak datang sebagai anak muda, setiap musim dia menjadi lebih baik dan lebih baik,” kata Adam di Soccerway.

“Dia memainkan sepak bola terbaiknya bersama Liverpool musim ini. Dia berusaha keras untuk berperan dan menjadi panutan yang luar biasa bagi anak-anak muda di dalam dan luar lapangan, Anda tidak pernah melihatnya di media karena kesalahan.”

Kagumi Henderson

(AP/Rui Vieira)

Henderson dan Adam sama-sama gabung Liverpool pada 2011. Adam pun mengaku kagum dengan perkembangan Henderson hingga menjadi pemimpin di Anfield.

“Anda bisa menempatkannya di sana bersama para kapten Liverpool yang hebat. Para kapten yang telah mampu mengangkat timnya, mereka adalah orang-orang yang telah mengambil tanggung jawab tambahan,” Adam menambahkan.

Henderson sendiri sudah membela Liverpool dalam 30 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga menyumbangkian dua gol dan tiga assist.

Sumber asli: Soccerway

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Jonathan Pandapotan Purba/Editor: Harley Ikhsan/Published: 26/1/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Arsenal Dilarang Memanjakan Pierre-Emerick Aubameyang dengan Gaji Besar

Published

on

By

2015 : Pierre-Emerick Aubameyang - Pemain asal Gabon ini meraih penghargaan pemain terbaik Benua Afrika saat bermain untuk Borussia Dortmund. (AFP/Glyn Kirk)

Finroll.com, Jakarta  – Arsenal bisa jadi mengulangi masalah yang sama seperti kasus Mesut Ozil jika menyodorkan kontrak besar untuk mempertahankan Pierre-Emerick Aubameyang. The Gunners harus berhati-hati merangkul Aubameyang.

Dewasa ini, rumor kepergian Aubameyang mencuat karena striker Gabon ini tidak kunjung meneken kontrak baru. Akhir musim ini, Aubameyang bakal memasuki 12 bulan terakhir dalam kontraknya bersama Arsenal.

Aubameyang memang tidak lagi muda, tapi kontribusinya masih sangat krusial untuk Arsenal. Sebab itu, bisa jadi saat ini Auba sedang mengharapkan kontrak besar terakhir dalam kariernya.

Status Auba ini bisa jadi memaksa Arsenal untuk menawarkan kontrak baru dengan gaji besar, yang bakal mengulangi kasus Ozil.

Kasus Ozil merupakan salah satu yang merugikan Arsenal. Sama dengan Aubameyang, beberapa tahun lalu kontrak Ozil mendekati akhir, dia dianggap begitu penting, Arsenal pun menawari kontrak baru dengan gaji berlipat.

Sayangnya, performa Ozil lantas merosot. Dia mendapat gaji besar hanya dengan duduk di bangku cadangan. Arsenal telanjur salah langkah, sulit menjual pemain dengan gaji sebesar itu.

Kini, Aubameyang berada dalam situasi yang sama. Arsenal harus berhati-hati jika tidak mau mengulangi kesalahan.

“Masalahnya adalah, dan saya terkejut karena Arsenal terus melakukan tindakan tidak masuk akal ini, kontrak dia [Aubameyang] segera habis dan Anda harus memberinya banyak uang,” kata analis ESPN FC, Shaka Hislop.

“Saya terus bicara soal kasus Ozil dan bagaimana itu telah mengubah kemampuan mereka pada bursa transfer di masa depan dan usaha mendatangkan talenta terbaik,” katanya lagi.

Jangan Berlebihan

Striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang merayakan gol ke gawang Olympique Lyon pada laga Emirates Cup 2019, Minggu (28/7/2019). (Twitter Arsenal)

Mengikat striker sehebat Aubameyang dengan kontrak baru jelas penting, tapi Arsenal tidak boleh melebihi batas. Kasus ini rentang, Aubameyang penting, tapi tidak boleh terlalu dimanjakan seperti Ozil.

“Jika melakukan itu lagi dengan Aubameyang, yang sekarang sudah 30 tahun, lalu tiba-tiba tiga atau empat tahun kemudian Anda bakal menghadapi masalah yang sama lagi,” sambung Hislop.

“Arsenal terus membuat masalah ini untuk mereka sendiri, saya tidak paham mengapa atau bagaimana mereka melakukannya,” tutupnya.

Sumber asli: ESPN FC

Disadur dari bola.net (Richard Andreas, published 28/1/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Jurgen Klopp Dianggap Tidak Menghormati Piala FA sebagai Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia

Published

on

By

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memeluk para pemain nya usai melawan Wolverhampton Wanderers pada laga Premier League di Stadion Molineux, Kamis (23/01/2020). Liverpool menang dengan skor 2-1. (AP/Rui Vieira)

Finroll.com, Jakarta – Jurgen Klopp berencana memainkan tim pelapis kala berjumpa Shrewsbury pada laga ulang (replay) Piala FA babak keempat. Ia kecewa karena Liverpool harus bertanding pada periode winter break.

Perdebatan muncul tatkala Klopp mengeluarkan pernyataan tersebut. Namun, mantan pelatih Borussia Dortmund itu beralasan ingin menghormati keputusan FA terkait winter break pada Februari mendatang.

Liverpool akan menjalani replay pada 4 Februari. Padahal, seharusnya The Reds mendapatkan jatah winter break atau libur pengganti.

Klopp bahkan mengatakan tidak akan menemani Liverpool bertanding pada laga tersebut. Ini pernah ia lakukan ketika bersua Aston Villa pada Carabao Cup, sementara tim utama harus bertanding di Piala Dunia Antarklub.

Lebih jauh, Klopp bersama Pep Guardiola dan Jose Mourinho berharap operator Piala FA bisa lebih arif menentukan jadwal. Mereka ingin jadwal Piala FA bisa disesuaikan dengan winter break di Premier League.

Di sisi lain, sikap Klopp ditentang oleh Andy Holt, pemilik klub kasta ketiga Liga Inggris, Accrington Stanley. Ia menilai Klopp tidak menghormati lawan dan Piala FA itu sendiri sebagai turnamen sepak bola tertua di dunia.

Holt juga meminta agar Klopp dan manajer klub lain diberikan sanksi jika menurunkan tim pelapis pada Piala FA. Sejauh ini, Liverpool rencananya mengutus pelatih U-23, Neil Critchley mendampingi timnya menghadapi Shrewsbury.

Apa Itu Winter Break?

Jadwal Premier League Februari. (Dok. Sky Sports)

Klub-klub Premier League akan memasuki winter break pada Februari besok. Ini adalah pengganti libur setelah seluruh tim menjalani periode padat sepanjang Desember hingga Januari.

Akibatnya, penikmat Premier League bakal menyaksikan menu sepak bola menghibur dari Inggris lebih jarang dari break biasanya. Sebanyak 12 klub bahkan cuma bertanding dua kali selama Februari.

Adanya winter break adalah sebagai libur pengganti usai tim-tim Premier League melakoni jadwal padat sepanjang Desember hingga Januari, termasuk momen Natal dan Tahun Baru.

Setiap tim rata-rata mendapatkan 13 hari libur, atau nyaris dua pekan. Khusus Liverpool, Newcastle United, Southampton, dan Tottenham Hotspur tidak sampai 13 hari. Empat tim itu juga akan bertanding sebanyak tiga kali dalam sebulan.

Ada pun itu disebabkan karena keempatnya harus menjalani tanding ulang pada Piala FA. Tentunya hal ini membuat kecewa, satu di antaranya diungkapkan oleh Jurgen Klopp, manajer Liverpool.

“Pemain butuh istirahat total. Secara fisik dan mental, mereka butuh istirahat,” kata Klopp.

“Saya kira winter break ini bagus karena anak-anak pasti memiliki keluarga dan harus menghabiskan waktu buat keluarganya masing-masing.”

“Mengenai Liverpool yang dapat jatah kurang dari 13 hari, ini sedikit kami sesali,” katanya lagi.

Manajer Tottenham, Jose Mourinho juga ikut bersuara. Akan tetapi, ia tak bisa menyalahkan siapa-siapa karena memang harus menjalani laga tandang ulang di Piala FA, sama seperti Southampton dan Newcastle yang harus me-reschedule rencana winter break mereka.

“Sekarang kami harus bertanding di winter break, padahal kami butuh istirahat juga. Kemarin periode yang berat buat kami dan saya seluruh tim juga merasakan. Tapi, suporter berhak mendapatkan tontonan menarik, baik itu liga mau pun kompetisi lain,” kata Mourinho.(bola.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending