Connect with us

MotoGP

Kalah Cepat dari Marquez, Dovizioso Kurang Nekat Geber Motor?

Published

on


Andrea Dovisiozo hampir dipastikan gagal membendung laju Marc Marquez untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2019. Apa benar rider Ducati itu kurang berani mengambil resiko?

The Baby Alien bakal mengunci gelar keenamnya bila berhasil menjadi juara di MotoGP Thailand, yang digelar akhir pekan ini. Marquez tetap menjadi juara andai finis di urutan 2-4 namun berada di depan Dovizioso. Di klasemen MotoGP, kedua rider itu terpaut jarak 98 angka.

Ini akan menjadi musim ketiga Dovizioso gagal mengadang laju Marquez. Hampir pasti kembali jadi runner up, Dovi dituding kurang agresif di lintasan. Apa benar begitu?

“Kebanyakan orang yang menyaksikan MotoGP tidak paham jika gaya balapan saya itu elok dan tak menunjukan agresivitas. Setiap pebalap memiliki gayanya masing-masing dan melakukannya secara berbeda, bukan berarti kami tidak tampil 100%,” ungkap Dovi menyangkal kritik dikutip dari Speedweek.

“Jika kamu tidak bisa memacu tunggangan di posisi terdepan, maka bukan agresivitas yang mempengaruhi hasil,” tambahnya.

Dovi sudah menunjukkan kalau dia punya keberanian dan juga kemampuan saat menyalip Marquez di tikungan terakhir MotoGP Austria. Namun kemudian banyak yang bertanya-tanya, kenapa dia jarang menunjukkan aksi-aksi serupa?

“Anda bisa melakukan sesuatu yang nekat, tapi dalam momen-momen tertentu saja. Hal seperti itu tidak membuatmu menjadi lebih cepat atau memenangi juara dunia,” kata Dovizioso.

“Anda harus mengambil resiko di waktu yang tepat, karena melakukan hal gila jarang yang berhasil. Karena itu tidak ada pebalap yang berkomitmen untuk mendapatkan hasil dengan cara tersebut, Anda tidak bisa melakukannya di setiap balapan,” tegasnya.

MotoGP

Pol Espargaro Resmi ke Honda, Alex Marquez ke LCR

Published

on

By

Pol Espargaro gabung Honda di musim depan. (Alessio Marini/ANSA via AP)

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Pol Espargaro resmi bergabung dengan Repsol Honda pada MotoGP 2021, sedangkan Alex Marquez gabung LCR Honda setelah keduanya menandatangani kontrak dua tahun dengan Honca Racing Corporation (HRC).

Penundaan MotoGP 2020 karena pandemi virus corona dimanfaatkan dengan baik oleh HRC guna membuat kesepakatan dengan dua pembalap, Pol Espargaro dan Alex Marquez, dikutip dari Motorsport.

Honda mengonfirmasi, Pol Espargaro akan jadi rekan setim juara bertahan Marc Marquez di musim depan, sedangkan Alex yang sebelumnya bergabung dengan Honda justru pindah ke LCR.

“Saya sangat bangga mengumumkan kontrak baru dengan HRC,” ujar Alex Marquez dikutip dari Motorsport.

“HRC memberikan saya kesempatan berada di MotoGP, dan saya senang bergabung dengan tim LCR Honda pada akhir 2020 dan bersaing dengan tim besar dengan pengalaman hebat di MotoGP,” ucap Alex menambahkan.

Menurut pemberitaan tersebut, pindahnya Alex ke LCR merupakan bagian dari proses penawaran kontrak baru Honda dengan Marc Marquez untuk empat tahun ke depan.

Meski demikian, Alex tetap siap membuktikan kualitasnya bersama Honda di musim ini jelang seri pertama MotoGP 2020 di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (19/7).

“Saya ingin berterima kasih kepada HRC dan tim LCR atas kepercayaan mereka kepada saya untuk bisa terus bersama keluarga Honda, dan saya akan bekerja keras guna membuktikan kepercayaan mereka dengan hasil,” tutur Alex.

“Sekarang, saya ingin memulai musim [MotoGP 2020] di Jerez, dan saya sangat fokus untuk memberikan yang terbaik di tahun ini,” ujar Alex melanjutkan.

Bergabungnya Pol Espargaro dengan Honda tidak lain setelah KTM mengonfirmasi kepergian pembalap asal Spanyol itu pada akhir bulan lalu.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

MotoGP

Petronas Yamaha Pastikan Peresmian Kontrak Valentino Rossi Tidak Terjadi Sebelum Seri 1 MotoGP 2020

Published

on

By

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Tiziana Fabi)

Finroll.com, Jakarta – Pada wawancara bersama situs GPOne.com, manajer tim Petronas Yamaha, Johan Stigefelt buka-bukaan soal proses negosiasi kontrak Valentino Rossi untuk MotoGP 2021.

Salah satu pertanyaan adalah soal simpang siurnya kabar bahwa Valentino Rossi bakal mengumumkan kontrak pada lomba seri pertama MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan ini.

Namun terkait kabar di atas, Johan membantahnya. “Sebelum lomba pertama tidak akan ada pengumuman (kontrak Valentino Rossi),” kata Johan.

“Bukan karena kami tidak ingin melakukannya. Tappi karena kami masih negosiasi. Kami berdiskusi banyak poin dan ini butuh waktu. Sebuah kesulitan juga ketika harus berdiskusi tapi tidak bertemu satu sama lain,” tambahnya.

Selama pandemi virus corona, diskusi antara Rossi dan Petronas Yamaha memang berlangsung secara virtual.

Pernyataan Johan sekaligus memberikan sinyal, di Jerez akhir pekan ini, bakal ada pertemuan langsung dengan Rossi untuk membicarakan kontrak.

Dalam Waktu Dekat

Hanya saja Johan menegaskan dalam waktu dekat, pengumuman kontrak Valentino Rossi bersama Petronas Yamaha bakal diumumkan. Namun sekali lagi, ia enggan memberikan bocoran kapan hal tersebut terjadi.

“Seperti yang semua tahu, kami masih bicara dengannya dan butuh waktu. Tidak mudah. Karena banyak hal jadi bahan diskusi dan disetujui. Dalam waktu dekat, kami akan punya jawaban jelas,” kata Johan.

Johan turut membeberkan perihal jumlah kru tim Rossi di Yamaha yang akan boyongan ke Petronas Yamaha menjadi salah satu poin diskusi yang belum terselesaikan. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Pikiran Tenang, Maverick Vinales Bisa Fokus Kalahkan Marc Marquez di MotoGP 2020

Published

on

By

Pebalap Yamaha, Maverick Vinales, saat beraksi pada tes pramusim MotoGP 2019 di Sirkuit Sepang, Kamis (7/2). Pada tes pramusim kali ini Maverick Vinales menduduki posisi pertama dengan catatan waktu 1 menit 58.897 detik. (AFP/Mohd Rasfan)

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Yamaha, Maverick Vinales digadang sebagai kandidat terkuat untuk mengalahkan rider Repsol Honda, Marc Marquez dalam perburuan titel juara dunia MotoGP 2020.

Tidak hanya kondisi fisik dan kemampuan, Maverick Vinales dianggap bisa 100 persen fokus untuk mengakhiri dominasi Marquez musim ini.

Yang mengatakannya adalah kepala kru tim Vinales di Yamaha, Esteban Garcia. Menurutnya pembalap asal Spanyol itu bisa berkonsentrasi pada perebutan gelar juara dunia MotoGP 2020 lantaran sudah mengantongi kontrak bersama Yamaha kurun waktu dua musim ke depan.

“Memiliki kontrak memberi Anda ketenangan pikiran. Bayangkan situasi COVID-19, dengan begitu banyak ketidakpastian terus Anda tidak memiliki kontrak,” kata Garcia.

Selama dua musim terakhir, Vinales juga dinilai telah meningkatkan aspek fisik, mental maupun gaya balap. Kesimpulannya kans mengalahkan Marquez di musim tidak biasa lantaran virus corona sangat terbuka.

“Terpenting adalah mendapatkan yang terbaik dari setiap momen,” kata Garcia menjawab kemungkinan Vinales jadi juara dunia MotoGP 2020.

Terkesan Sikap Yamaha

Lebih lanjut Garcia menceritakan Maverick Vinales juga ingin menjawab kepercayaan Yamaha terhadapnya di MotoGP 2020.

Menurutnya eks pembalap Suzuki itu sangat terkesan dengan sikap Yamaha yang langsung memperpanjang kontrak berdurasi dua tahun setelah mengetahui banyak tim yang memburu.

“Yamaha berusaha keras agar Vinales bertahan dan itulah yang paling dia hargai karena ada banyak pilihan baginya untuk pergi,” Garcia menceritakan.

“Ketika tim Yamaha melihat bahwa ada kemungkinan Vinales bisa pergi, tim segera menunjukkan langkah untuk memastikan ia bisa bertahan,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Maverick Vinales bakal berduet dengan Fabio Quartararo di tim pabrikan Yamaha mulai MotoGP 2021. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending