Connect with us
[adrotate group="1"]

Science & Technology

Keamanan Siber AS Sebut Peretas China Kian Aktif Kala Corona

Published

on


Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat, FireEye mengklaim telah mendeteksi lonjakan aksi peretasan dari mata-mata siber yang dilakukan oleh kelompok peretas asal China, yakni APT41. FireEye mengatakan aktivitas dari APT41 dimulai pada akhir Januari dan berlangsung hingga pertengahan Maret 2020.

FINROLL.COM — FireEye mengatakan APT41 menargetkan 75 organisasi dari sejumlah industri yang berbeda, di antaranya telekomunikasi, kesehatan, pemerintah, pertahanan, keuangan, petrokimia, manufaktur, dan transportasi. Kelompok itu juga menargetkan organisasi nirlaba, hukum, real estate, perjalanan, pendidikan, dan media.

Melansir Tech Radar, peneliti FireEye menjelaskan bahwa aktivitas kelompok tersebut merupakan salah satu kampanye spionase online paling luas yang pernah terjadi.

“Kegiatan ini adalah salah satu kampanye paling luas yang kami saksikan dari para pelaku spionase Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir,” ujar laporan FireEye.

Sementara APT41 sebelumnya telah melakukan kegiatan dengan entri awal yang luas dan eksploitasi ini berfokus pada sekelompok pelanggan kami, dan tampaknya mengungkapkan tempo operasional yang tinggi dan persyaratan pengumpulan yang luas untuk APT41.”

Para peneliti mengatakan APT41 menggunakan kerentanan pada Aplikasi Pengiriman Pengendali (ADC) Citrix, router Cisco, dan Zoho ManageEngine Desktop Central dalam meluncurkan serangan pada organisasi yang ditargetkan.

Kerentanan Citrix diketahui telah diumumkan kepada publik sebulan sebelum spionase APT41 dimulai. Sedangkan kerentanan eksekusi kode jarak jauh zero-dayi di Zoho ManageEngine Desktop Central diungkapkan hanya tiga hari sebelum kelompok peratas China itu memanfaatkan kelemahan keamanan.

Meskipun tidak memiliki salinan malware yang digunakan APT41 saat memata-matai router Cisco, FireEye percaya bahwa APT41 merancang malware custom (buatan sendiri) untuk meluncurkan serangan terhadap mereka.

FireEye pertama kali memberi nama pada kelompok peretasan China tahun lalu, tetapi APT41 telah melakukan spionase yang disponsori negara beberapa waktu belakangan.

Dalam sebuah pernyataan, FireEye menjelaskan bahwa motif di balik kampanye terbaru APT41 tidak diketahui. Namun, mereka menduga spionase berkaitan dengan hubungan dagang antara China dengan Amerika Serikat yang memanas hingga saat ini.

“Berdasarkan visibilitas kami saat ini, sulit untuk mengaitkan motif atau maksud kegiatan dengan APT41. Ada beberapa penjelasan yang mungkin menjadi alasan peningkatan aktivitas, di antaranya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, serta pandemi Covid-19 yang mendorong China mengintai perdagangan, perjalanan, komunikasi, manufaktur, penelitian, dan hubungan internasional,” kutip FireEye.

Melansir CSO Online, APT41 adalah aktor spionase siber canggih yang disponsori China dan telah beroperasi sejak 2012. Tindakan yang dilakukan oleh APT41 tampak selaras dengan rencana pembangunan ekonomi lima tahun China.

Dikenal sebagai Barium atau Winnti, APT41 telah terlibat dalam pengumpulan intelijen strategis dari organisasi di banyak sektor.

Selain itu, mereka juga melancarkan serangan dengan motif finansial yang sebagian besar menargetkan industri game online. Beberapa ahli percaya bahwa APT41 beroperasi sebagai kontraktor dan memiliki banyak tim dengan tujuan yang berbeda.

Di masa lalu, APT41 memiliki spesialisasi dalam serangan rantai pasokan perangkat lunak. Grup ini meretas ke lingkungan pengembangan perangkat lunak dari beberapa vendor perangkat lunak dan menyuntikkan kode berbahaya ke alat yang disetujui secara digital untuk didistribusikan ke pelanggan melalui saluran distribusi perangkat lunak normal.

Peneliti FireEye menyarankan perusahaan melakukan mitigasi sesegera mungkin agar tidak kembali disusupi oleh APT41. Sistem yang rentan juga harus diisolasi internet atau digunakan secara offline. APT41 diketahui pernah menyerang CCleaner hingga ShadowPad. (CNN/GPH)

Advertisement Valbury

Science & Technology

Yamaha Rancang Konsep Motor Peminum Air Gantikan Bensin

Published

on

By

Yamaha XT500 H20. (Dok. Yamaha).

Finroll.com, Jakarta –  Yamaha merancang konsep sepeda motor XT500 H20 yang mampu bergerak mengandalkan air. Konsep ini adalah imajinasi Yamaha pada masa depan motor enduro XT 500 yang diproduksi 1976-1989.

Autoevolution menjelaskan pembuat konsep ini adalah desainer industrial Maxime Lefebvre yang memulai pekerjaannya pada 2016. Setelah berdiskusi banyak dengan tim desain Yamaha, Lefebvre memilih membuat motor yang menjadikan air seperti bahan bakar.

Tidak ada penjelasan spesifik soal kerja sistem air ini. Namun diprediksi cara kerjanya mengandalkan semprotan air bertekanan tinggi.

Jika sistem air ini bisa menggerakkan roda ada kemungkinan suara yang dihasilkan sangat tenang. Kemudian jika mengingat motor ini bekerja mengandalkan air sudah pasti ramah lingkungan.

XT 500 merupakan motor bermesin 4-tak 1-silinder 500 cc yang mampu dikebut hingga 132 km per jam. Pada masanya motor ini dikenal sangat bandel karena tahan banting dan perawatannya mudah.

Salah satu fitur pada motor ini yakni ukuran ban depan lebih besar 3 inci dari ban belakang sehingga memudahkan mengarungi medan off road.

Lefebvre membuat bodi XT500 H20 futuristis dengan kombinasi warna yang melambangkan masa depan dan ramah lingkungan yaitu biru dan putih.

Sejauh ini konsep XT500 H20 diketahui cuma sebatas karya di atas kertas. Belum ada pernyataan Yamaha tentang rencana produksi motor yang mungkin jadi fenomenal dalam dunia otomotif ini.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Rayakan Satu Dekade, Xiaomi Akan Luncurkan Seri Terbaru Mi 10

Published

on

By

Ilustrasi. (Xiaomi Indonesia).

Finroll.com, Jakarta –  Xiaomi dikabarkan bakal meluncurkan varian terbaru dari produk unggulan Xiaomi Mi 10 pada 11 Agustus 2020. Peluncuran itu untuk menandai satu dekade Xiaomi berkiprah di dunia ponsel pintar atau sejak pertama meluncurkan Mi 1.

Peluncuran seri terbaru Mi 10 akan berlangsung secara virtual. Ada sejumlah nama terbaru dari varian Mi 10 yang beredar, mulai dari Mi 10s, Mi 10 Pro Plus, hingga Xiaomi Mi 10 Extreme Commemorative Edition yang paling berpotensi.

Melansir GSM Arena, Xiaomi Mi 10 seri terbaru tampaknya merupakan handset M2007J1SC yang disertifikasi oleh otoritas 3C bulan lalu . Baru-baru ini, ponsel Xiaomi baru juga terlihat di platform benchmark seperti AnTuTu dan Geekbench.

Xiaomi Mi 10 terbaru diprediksi akan menggunakan layar AMOLED melengkung 6,67 inci. Layar ponsel anyar itu juga diduga bisa mendukung kecepatan refresh 120Hz.

Meski demikin, belum jelas apakah ponsel itu akan ditenagai oleh Snapdragon 865 atau Snapdragon 865+.

Melansir Gizmochina, Xiaomi Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan baterai 4.500mAh. Selain itu, ponsel tersebut akan didukung dengan pengisian cepat 120W dan teknologi pengisian nirkabel super cepat 55W.

Dari sisi kamera, Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan lensa 48 megapiksel  di bagian belakang. Selain itu, ponsel itu juga akan dilengkapi dengan lensa makro hingga ultrawide.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Apple Hapus 30 Ribu Aplikasi dari China di App Store

Published

on

By

Ilustrasi Apple. (AP/Ng Han Guan)

Finroll.com, Jakarta –  Apple telah menghapus lebih dari 30 ribu aplikasi China dari App Store. Qimai Research Institute mengatakan sekitar 90 persen dari 30 ribu aplikasi itu adalah aplikasi game.

Penghapusan ini dimulai dari awal Juni dan meningkat pada Juli. Penghapusan ini dilakukan Apple untuk menghapus aplikasi yang tidak memiliki persetujuan atau lisensi dari China.

Apple sebelumnya telah memperingatkan para pengembang dan penerbit bahwa game iOS akan memerlukan lisensi untuk terus beroperasi di China.

Apple secara eksplisit mengatakan setiap game yang tidak berlisensi akan dilarang dan dihapus setelah 31 Juli. Setelah pembersihan di App Store pada Sabtu (1/8), ada sekitar 179 ribu gim tersisa di App Store China.

Dilansir dari Bloomberg, China adalah salah satu pasar terbesar Apple untuk menjual barang dan layanan digital. Adanya kekhawatiran tentang menjamurnya kecanduan di antara anak di bawah umur dan penyebaran konten ofensif, regulator telah mengadopsi proses peninjauan yang lebih ketat dan lebih lambat.

Dilansir ari 9to5mac, Apple  menghapus ribuan aplikasi dari App Store karena aplikasi itu tidak memenuhi persyaratan peraturan untuk pembayaran. Apple menghapus lebih dari tiga ribu game dari App Store di China selama 1 Juli dan 2 Juli.

Qimai mengatakan Apple telah mengingatkan akan menghapus gim kepada pengembang gim pada 8 Juli apabila gim tersebut tidak memenuhi persyaratan peraturan.

Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. juga akan terdampak akibat peraturan ini. Sebab mereka akan kehilangan pendapatan dari iklan yang berada di gim.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending