Connect with us

Komoditi

Kekurangan Pasokan, Industri Kakao Minta Pemangkasan Bea Masuk Dan Penghapusan PPN

Published

on


Finroll.com — Berdasarkan data dari International Cocoa Organization (ICCO), Industri kakao sedang mengalami kekurangan biji kakao, sementara produksi biji kakao Indonesia sebesar 240.000 di tahun 2018. Sementara, kebutuhan bahan baku untuk industri pengolahan kakao sebesar 93.802 ton.

Oleh karena kekurangan pasokan biji kakao dalam negeri, industri pengolahan kakao memerlukan impor. Menurut data dari Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), impor biji kakao sepanjang tahun 2018 sebesar 239.377 ton naik 5,63% dari tahun sebelumnya yang sebesar 226.613 ton.

Sementara itu, data dari Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) menyebutkan, hingga semester I 2019 impor biji kakao mencapai 128.427 ton, turun 4% year on year (yoy) dari sebelummya 134.423 ton.

Dijelaskan oleh Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Mogadishu Djati Ertanto, selama ini impor biji kakao dikenakan bea masuk sebesar 5%, PPN 10%, dan PPH 2,5%,s sehingga total beban pajak untuk industri sebesar 17,5%.

Sementara, produk kakao olahan asal ASEAN yang masuk ke Indonesia bea masuknya 0% sejak berlakunya AFTA. Regulasi ini tertuang dalam PMK No.6/PMK.010/2017 tentang pengenaan tarif bea masuk impor atas biji kakao.

Beban pajak ini dinilai memberatkan, oleh karenanya dalam Forum Grup Diskusi Permasalahan Industri Kakao di Indonesia dan Cara Mengatasinya Serta Prospek Ke depan Tahun 2045 yang digelar di Menara Kadin, Rabu (4/9/2019), diusulkan agar bea masuk yang semula 5% dipangkas hingga 1% dan PPN ditiadakan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia Pieter Jasman menambahkan, industri kakao Indonesia semakin tertekan dengan Uni Eropa menerapkan tarif bea masuk sebesar 4% hingga 5% untuk produk kakao dari Indonesia.

“Akhirnya, industri nasional itu tidak berdaya saing,” jelas Pieter ketika ditemui di Menara kadin, Rabu (4/9/2019). AIKI juga mengusulkan agar menghapuskan tarif bea masuk impor produk kakao olahan Indonesia di Uni Eropa.

Advertisement Valbury

Komoditi

Emas Dunia Bisa Tembus US$ 3.000, Emas Antam Bisa Berapa?

Published

on

By

Harga emas dunia melemah di perdagangan Jumat pekan lalu (27/3/2020), kendati dalam sepekan terakhir harga emas dunia masih mencetak penguatan tajam seiring dengan permintaan emas menjadi aset aman alias safe haven.

FINROLL.COM — Pergerakan emas bagai roller coaster sepanjang Maret ini. Di awal pekan, Senin (9/3/2020), harga emas sempat melesat hingga menyentuh US$ 1.702,56/troy ons yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2012. Namun selepas itu, emas justru terus merosot.

Data Refinitiv mencatat, di penutupan perdagangan Jumat (20/3/2020), harga emas berada di level US$ 1.497,64/troy ons, atau ambles lebih dari 12% dari level tertinggi tersebut. Adapun sepanjang pekan lalu (23-27 Maret), harga logam mulia ini kembali melesat 8% di US$ 1.617,5/troy ons.

Harga emas dunia pun diprediksi bisa melesat lagi, bukan hanya sampai US$ 2.000/troy ons, tapi bahkan bisa lebih dari itu seiring dengan ketidakpastian ekonomi akibat dampak virus corona (COVID-19) di seluruh dunia.

Di AS, bank sentralnya, yakni The Fed (Federal Reserve) akan menerapkan program pembelian aset (quantitative easing/QE) dengan nilai tanpa batas. Berapapun akan digelontorkan agar likuiditas di perekonomian AS tidak mengetat.

Tak hanya bank sentral, Pemerintah AS juga menggelontorkan stimulus fiskal dengan nilai jumbo. Jumat waktu AS, Presiden AS sudah menandatangani undang-undang stimulus senilai US$ 2 triliun. Angka tersebut dua kali lipat dari nilai perekonomian Indonesia.

Banyak analis melihat kebijakan The Fed akan membawa harga emas dunia menguat naik. Namun salah satu perusahaan trading di Asia, WingCapital Investment lebih melihat peningkatan belanja pemerintah dengan gelontoran stimulus tersebut dapat menaikkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) akan membawa harga emas terbang tinggi.

“Secara historis kami melihat rasio utang terhadap PDB memiliki korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan balance sheet [neraca] The Fed [terhadap harga emas],” tulis analis WingCapital yang dikutip Kitco.com.

Dengan kondisi saat ini, harga emas diprediksi akan mencapai US$ 3.000/troy ons dalam 3 tahun ke depan.

Analis tersebut melihat pada periode sebelumnya ketika emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons pada September 2011, reli tersebut berakhir ketika laju kenaikan rasio utang terhadap PDB AS mulai menurun.

Untuk saat ini, belanja masif pemerintah AS guna memerangi COVID-19 diprediksi akan membengkakkan defisit anggaran, hingga rasio utang terhadap PDB akan menyamai ketika perang dunia II ketika naik sebesar 30% tahun ini. Sementara itu, beberapa analis lainnya melihat rasio tersebut akan naik sekitar 10% sampai 14%.

Satu troy ons, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 3.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 96,46 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 16.000/US$, maka prediksi harga emas tahun ini bisa menembus Rp 1,54 juta/gram.

Terkait dengan wabah COVID-19, jumlah korban terus bertambah. Berdasarkan data Johns Hopkins CSSE hingga Ahad (29/3) sudah lebih dari 170 negara yang terpapar COVID-19, lebih dari 660.000 orang terinfeksi, dengan 30.652 orang meninggal dunia, dan lebih dari 139.000 sembuh.

AS kini menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia mengalahkan China yang merupakan asal pandemi ini. Hingga tercatat ada 122.666 kasus positif COVID-19, dengan korban meninggal lebih dari 2.000 orang dan yang sembuh lebih dari 1.000 orang.

Banyak negara menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang membuat aktivitas ekonomi merosot tajam. Akibatnya, perekonomian global melambat signifikan, resesi di beberapa negara bukan lagi kemungkinan, tetapi di depan mata. (CNBC/GPH)

Continue Reading

Komoditi

Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp924 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp924 ribu per gram pada Kamis (26/3) atau naik Rp5.000 dari Rp919 ribu per gram pada Selasa (24/3) pagi. Sementara harga pembelian kembali (buyback) hanya naik Rp1.000 dari Rp836 ribu menjadi Rp837 ribu per gram pada hari ini.

FINROLL.COM — Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp486,5 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,81 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,78 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,5 juta, 250 gram Rp218,5 juta, 500 gram Rp436,8 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.631,1 per troy ons atau melemah 0,2 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot anjlok 0,7 persen ke US$1.605,51 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional masih dipengaruhi oleh sentimen stimulus ekonomi dari berbagai negara, khususnya Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menjanjikan bakal menggelontorkan anggaran mencapai US$2 triliun untuk mengatasi tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam akibat penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun, kepastian stimulus ini masih menunggu Kongres AS. Bila disetujui, ia memastikan harga saham dan emas akan menguat.

“Sebelum persetujuan keluar, harga emas bisa tertekan ke kisaran US$1.585 per troy ons. Tapi setelah persetujuan, harga emas berpotensi menguat ke area US$1.660 per troy ons,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, ia mengatakan pelaku pasar keuangan juga masih dibayangi kekhawatiran penyebaran virus corona. Apalagi, sejumlah lembaga ekonomi internasional memperkirakan corona akan menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan sejumlah negara. (CNN/GPH)

 

Continue Reading

Komoditi

Wow, Harga Emas Antam Tembus Rp 919.000

Published

on

By

Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terbang tinggi pada Selasa (24/3). 

Mengutip
situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp
919.000 pada pukul 09.07 WIB. Harga emas Antam ini melesat Rp 28.000 per
gram dari harga Senin (23/3) sore pada Rp 891.000.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga melonjak Rp 26.000 jadi Rp 836.000 dari posisi tadi pagi.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:  

Harga emas 0,5 gram: Rp 484.000

Harga emas 1 gram: Rp 919.000

Harga emas 5 gram: Rp 4.415.000

Harga emas 10 gram: Rp 8.765.000

Harga emas 25 gram: Rp 21.805.000

Harga emas 50 gram: Rp 43.535.000

Harga emas 100 gram: Rp 87.000.000

Harga emas 250 gram: Rp 217.250.000

Harga emas 500 gram: Rp 434.300.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 868.600.000

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending