Connect with us

International

Kelompok Militan Kongo Serahkan Senjata ke Satgas TNI Konga XXXIX-A

Published

on


Finroll.com — Prajurit Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A Rapid Depolyable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) di bawah pimpinan Kolonel Inf Dwi Sasongko berhasil mendapatkan senjata dan menyadarkan 16 orang anggota kelompok bersenjata, di Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Rabu (11/9/2019).

Operasi secara intensif yang dilakukan selama 5 hari telah menumbuhkan rasa aman masyarakat di Sepanjang jalur Kalemei, Nyunzu, Kisonja dan Pweto khususnya di Kp. Amisi dan Lukengwe serta mampu mengambil hati 16 orang anggota kelompok bersenjata untuk kembali ke masyarakat dengan menyerahkan beberapa senjata berupa 7 pucuk AK 47, 1 buah Mortir 60 LR dan 5 Munisi Mortir 60 LR yang masih aktif.

Dalam kurun waktu 10 bulan, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco telah berhasil mendapatkan 45 pucuk Senjata Api, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat dan ribuan senjata tradisional.(red)

Advertisement Valbury

Ekonomi Global

Kasus Corona Meningkat, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Published

on

By

Harga minyak Brent naik 11 sen menjadi US$42,91 per barel, sedangkan harga minyak WTI turun 30 sen karena bayang-bayang kenaikan kasus corona. Ilustrasi. (Dok. Pertamina).

Finroll.com, Jakarta – Harga minyak mentah bervariasi pada perdagangan Asia, Senin (6/7) pagi. Harga minyak berjangka Brent, misalnya, meningkat ditopang pengetatan pasokan.

Namun, harga minyak mentah WTI turun karena kekhawatiran lonjakan kasus virus corona yang dapat melemahkan permintaan minyak di Amerika Serikat.

Mengutip Antara, minyak mentah Brent naik 11 sen atau 0,3 persen menjadi US$42,91 per barel setelah naik 4,3 persen pada pekan lalu. Sementara, minyak mentah WTI berada di US$40,35 atau turun 30 sen atau 0,7 persen.

Di tengah meningkatnya jumlah kasus virus corona di 39 negara bagian AS, sebuah penghitungan Reuters menunjukkan bahwa dalam empat hari pertama pada Juli, 15 negara bagian melaporkan peningkatan rekor infeksi baru covid-19.

“Meningkatnya jumlah kasus di beberapa negara bagian AS masih membayangi prospek permintaan energi,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Namun, beberapa di pasar tetap fokus pada pengetatan pasokan ketika produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) turun ke level terendah dalam beberapa dekade dengan produksi Rusia turun mendekati pemotongan yang ditargetkan.

OPEC dan sekutu termasuk Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, telah berjanji untuk memangkas produksi pada rekor 9,7 juta barel per hari (bph) untuk bulan ketiga pada Juli. Setelah Juli, pemotongan akan turun menjadi 7,7 juta barel per hari hingga Desember.

Produksi AS, terbesar di dunia, juga jatuh. Jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi di AS turun ke level terendah sepanjang masa untuk pekan kesembilan, meskipun pengurangan telah melambat karena harga minyak yang lebih tinggi mendorong beberapa produsen untuk memulai pengeboran lagi.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Salip Rusia, Kasus Corona India Terbanyak Ketiga di Dunia

Published

on

By

Ilustrasi pandemi virus corona di India. (AP/Rafiq Maqbool)

Finroll.com, Jakarta – India menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak ketiga di dunia, menyalip Rusia, setelah memiliki hampir 700 ribu infeksi Covid-19.

Kementerian Kesehatan India pada Senin (6/7) mencatat ada 697.358 kasus setelah bertambah 24 ribu dalam 24 jam terakhir. Sementara Rusia baru mencapai angka 681 ribu.

Sementara kasus corona tertinggi masih dipegang Amerika Serikat dengan 2,9 juta, diikuti Brasil sebanyak 1,6 juta infeksi.

Meski demikian India mencatat 19.963 kematian yang jumlahnya jauh lebih rendah dari banyak negara yang terkena dampak parah.

Spanyol yang memiliki kasus lebih sedikit dari India yakni 297.625, namun melaporkan kematian lebih tinggi yaitu 28.385 jiwa.

Seperti dikutip dari AFP, kota kota besar India terpapar parah pandemi ini. New Delhi dan Mumbai masing-masing memiliki sekitar 100 ribu kasus. Dari jumlah itu, tercatat ada 3.000 kematian di Ibu Kota, dan hampir 5.000 di Mumbai.

New Delhi telah membuka rumah sakit darurat dengan 10 ribu tempat tidur. Kota-kota lain juga memperketat pembatasan pergerakan untuk mencegah lonjakan kasus baru.

Ibu kota negara bagian Kerala, Thiruvananthapuram kembali menerapkan lockdown mulai Senin. Selama penguncian dilakukan, layanan transportasi umum dihentikan. Hanya apotek yang diizinkan buka.

Tindakan keras itu diberlakukan setelah ratusan kasus baru dilaporkan terjadi di seluruh negara bagian, yang sebelumnya dipuji atas tindakan untuk menekan pandemi virus corona.

Hingga kini Covid-19 telah menginfeksi 11.564.185 orang di seluruh dunia, dan 536.893 kematian

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Kasus Baru Corona Melonjak, Australia Isolasi Victoria

Published

on

By

Ilustrasi tenaga medis yang menangani virus corona. (AP Photo/Domenico Stinellis)

Finroll.com, Jakarta – Pemerintah Australia akan mengisolasi negara bagian Victoria dengan menutup akses keluar masuk wilayah itu setelah menemukan lonjakan kasus virus corona dalam beberapa pekan terakhir.

Victoria merupakan rumah bagi sekitar 6,6 juta penduduk. Negara bagian terpadat kedua di Negeri Kanguru itu mendeteksi 127 kasus baru virus corona pada Minggu (5/7).
Sebagian besar kasus baru itu terdapat di Melbourne yang berasal dari klaster sejumlah kompleks apartemen.

Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison berencana menutup perbatasan Victoria mulai Selasa (7/7) tengah malam. Langkah isolasi ini merupakan yang pertama dilakukan Australia sejak pandemi corona pertama kali terdeteksi di negara tersebut.

Dikutip dari AFP, Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, menggambarkan keputusan isolasi sebagai “langkah pintar dan tepat” di tengah tantangan yang dihadapi pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. Dengan penguncian wilayah ini, rencana membuka perbatasan Victoria dengan kawasan selatan Australia kembali tertunda.

Sebelum mengisolasi Victoria, pemerintah Australia telah lebih dulu menerapkan lockdown Kota Melbourne.
Penguncian diberlakukan setelah ditemukan 73 kasus baru virus corona di Melbourne dalam 24 jam hingga Rabu (1/6). Angka ini naik dari 64 kasus yang dilaporkan pada Selasa.

Beberapa infeksi baru menyebar dari staf hotel yang menampung karantina wisatawan yang baru tiba dari perjalanan luar negeri. Wisatawan tersebut menjalani karantina di hotel selama dua pekan. Kasus baru itu diperoleh setelah pihak berwenang melakukan tes Covid-19 terhadap lebih dari 20 ribu orang pada Selasa (30/6).

Hingga kini Australia memiliki 8.586 kasus virus corona dan 106 kematian.

(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending